<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Warta Ahmadiyah &#187; Internasional</title>
	<atom:link href="/berita/internasional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://warta-ahmadiyah.org</link>
	<description>Love For All Hatred For None</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Nov 2013 08:17:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.6.1</generator>
		<item>
		<title>Do’a untuk Peresmian Masjid Baru Ahmadi Muslim</title>
		<link>http://warta-ahmadiyah.org/doa-untuk-peresmian-masjid-baru-ahmadi-muslim/</link>
		<comments>http://warta-ahmadiyah.org/doa-untuk-peresmian-masjid-baru-ahmadi-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Nov 2013 08:16:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warta-ahmadiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadi]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[damai]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[khalifah]]></category>
		<category><![CDATA[maori]]></category>
		<category><![CDATA[masroor ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[mirza masroor ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[pakistan]]></category>
		<category><![CDATA[selandia baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warta-ahmadiyah.org/?p=404</guid>
		<description><![CDATA[<p>Presiden Jemaat Ahmadiyah Selandia Baru Muhammad Iqbal mengatakan, sungguh merupakan hal yang luar biasa pembangunan gedung telah selesai yang bertepatan dengan perayaan 25 tahun Jemaat Selandia Baru. Peresmian gedung terbesar untuk masjid Selandia Baru akan disiarkan langsung kepada jutaan umat muslim seluruh dunia. Pemimpian spiritual Jemaat Ahmadiyah seluruh dunia, Hazrat Mirza Masroor Ahmad akan memimpin [&#8230;]</p><p>The post <a href="/doa-untuk-peresmian-masjid-baru-ahmadi-muslim/">Do’a untuk Peresmian Masjid Baru Ahmadi Muslim</a> appeared first on <a href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="/wp-content/uploads/2013/11/masjis-muslim-ahmadiyah-selandia-baru.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-405" alt="masjis muslim ahmadiyah selandia baru" src="/wp-content/uploads/2013/11/masjis-muslim-ahmadiyah-selandia-baru-300x216.jpg" width="300" height="216" /></a></p>
<p align="justify"><em><strong>Presiden Jemaat Ahmadiyah Selandia Baru Muhammad Iqbal mengatakan, sungguh merupakan hal yang luar biasa pembangunan gedung telah selesai yang bertepatan dengan perayaan 25 tahun Jemaat Selandia Baru.</strong></em></p>
<p align="justify">Peresmian gedung terbesar untuk masjid Selandia Baru akan disiarkan langsung kepada jutaan umat muslim seluruh dunia.</p>
<p align="justify">Pemimpian spiritual Jemaat Ahmadiyah seluruh dunia, Hazrat Mirza Masroor Ahmad akan memimpin shalat Jum’at setelah meresmikan pembukaan gedung baru Wiri.</p>
<p align="justify">“Dari manapun pemimpin besar (khalifah) menyampaikan khutbah Jum’at, akan disiarkan diseluruh dunia.” Muballigh Selandia Baru Mr. Rehman menyampaikan.</p>
<p align="justify">“Kami merasa bersyukur atas kebebasan yang ada disini. Di Pakistan, orang-orang disana menyatakan kami bukan Muslim. Kami tidak memiliki hak untuk menggunakan istilah-istilah Islam. Ratusan telah mati syahid.”</p>
<p align="justify">Ahmadiyah mengembalikan ajaran keyakinan dasar umat Muslim,” ungkapnya.</p>
<p align="justify">“Islam itu artinya damai. Kami berupaya untuk menghilangkan kesalahpahaman. Banyak sekali hal-hal klise yang negative. Kami dengan tegas mengutuk tindakan terorisme dalam bentuk apapun.”</p>
<p align="justify">Presiden Jemaat Ahmadiyah Selandia Baru Muhammad Iqbal mengatakan, sungguh merupakan hal yang luar biasa pembangunan gedung telah selesai yang bertepatan dengan perayaan 25 tahun Jemaat Selandia Baru.</p>
<p align="justify">“Ini merupakan rumah peribadatan yang tepat buat kami – masjid yang tepat.” Ungkapnya.</p>
<p align="justify">“Pembangunan ini telah dibangun sendiri oleh anggota Jemaat yang ada di Selandia Baru. Kami memiliki beberapa penggalang dana, tapi para anggota Jemaat sendiri ingin secara bersama-sama membiayainya dari kantong mereka sendiri.”</p>
<p align="justify">Masjid tersebut bisa menampung hingga 500 orang dan digunakan terutama untuk shalat, akan tetapi bisa juga untuk kegiatan yang lain.</p>
<p align="justify">Mr. Iqbal mengatakan lokasi masjidnya merupakan lokasi yang bagus bagi anggota Jemaat, ada dari anggota yang datang sejauh Whangarei and Hamilton.</p>
<p align="justify">Peristiwa penting juga terjadi hari ini yaitu peluncuran Kur’anu Tapu – Kitab Suci umat Muslim, Al Qur’an – yang diterjemahkan kedalam bahasa Maori.</p>
<p align="justify">“Penerjemahan ini membutuhkan waktu 25 tahun sampai selesai,” ungkap Mr Iqbal.</p>
<p align="justify">Sebagian versi terjemahanya telah diluncurkan ditahun 2010.</p>
<p>Sumber : <a title="Auckland Now" href="http://www.stuff.co.nz/auckland/local-news/manukau-courier/9341648/Prayers-for-opening" target="_blank">Auckland Now</a> (82) pembaca</p>
<p>The post <a href="/doa-untuk-peresmian-masjid-baru-ahmadi-muslim/">Do’a untuk Peresmian Masjid Baru Ahmadi Muslim</a> appeared first on <a href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warta-ahmadiyah.org/doa-untuk-peresmian-masjid-baru-ahmadi-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Al-Qur’an Bahasa Maori Pertama di Terbitkan oleh Muslim Ahmadi</title>
		<link>http://warta-ahmadiyah.org/al-quran-bahasa-maori-pertama-di-terbitkan-oleh-muslim-ahmadi/</link>
		<comments>http://warta-ahmadiyah.org/al-quran-bahasa-maori-pertama-di-terbitkan-oleh-muslim-ahmadi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Nov 2013 07:46:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warta-ahmadiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadi]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyya]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyya times]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[maori]]></category>
		<category><![CDATA[masroor ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[mirza masroor ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warta-ahmadiyah.org/?p=400</guid>
		<description><![CDATA[<p>“Tidak ada dosanya, merupakan hal yang penting dan perlu menyampaikan kebenaran pesan Al Qur’an sesuai dengan bahasa yang mereka ucapkan.” (Hazrat Mirza Masroor Ahmad) Seorang tokoh muslim di Auckland telah meluncurkan terjemahan pertama Al Qur’an – kitab suci umat Islam, kedalam bahasa Maori. Shakil Ahmad Munir, 81 tahun, mengatakan kepada Fairfax Media, ia membutuhkan waktu [&#8230;]</p><p>The post <a href="/al-quran-bahasa-maori-pertama-di-terbitkan-oleh-muslim-ahmadi/">Al-Qur’an Bahasa Maori Pertama di Terbitkan oleh Muslim Ahmadi</a> appeared first on <a href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p align="center">“Tidak ada dosanya, merupakan hal yang penting dan perlu menyampaikan kebenaran pesan Al<br />
Qur’an sesuai dengan bahasa yang mereka ucapkan.” (Hazrat Mirza Masroor Ahmad)</p>
<p><a href="/wp-content/uploads/2013/11/quran-terjemah-maori.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-401" alt="qur'an terjemah maori" src="/wp-content/uploads/2013/11/quran-terjemah-maori.jpg" width="400" height="259" /></a></p>
<p align="justify">Seorang tokoh muslim di Auckland telah meluncurkan terjemahan pertama Al Qur’an – kitab suci<br />
umat Islam, kedalam bahasa Maori.</p>
<p align="justify">Shakil Ahmad Munir, 81 tahun, mengatakan kepada Fairfax Media, ia membutuhkan waktu enam sampai tujuh tahun untuk belajar bahasa Maori. “Pekerjaan ini cukup berat, tapi saya tidak menyerah.” kata dia.</p>
<p align="justify">Banyak umat muslim yang menentang Al Qur’an diterjemahkan dari bahasa Arab, meyakini bahwa Al Qur’an harus dibaca dengan bahasa yang digunakan oleh Nabi Muhammad tapi umat muslim Ahmadiyah, yang mana Munir merupakan salah satu anggotanya, yakin bahasa yang mana pesan Al Qur’an itu disampaikan itu tidaklah penting.</p>
<p align="justify">“Tidak ada dosanya, merupakan hal yang penting dan perlu menyampaikan kebenaran pesan Al Qur’an sesuai dengan bahasa yang mereka ucapkan.” Kata Hazrat Mirza Masroor Ahmad, pemimpin kelompok Ahmadiyah.</p>
<p align="justify">Tuheitia Paki, Raja suku Maori juga ada pada saat peluncurannya kemarin.</p>
<p>Sumber : <a title="Ahmadiyya Times" href="http://ahmadiyyatimes.blogspot.com/2013/11/new-zealand-first-maori-koran-published.html" target="_blank">Ahmadiyya Times</a></p>
<p>Penerjemah : Akhmad Riyanto (97) pembaca</p>
<p>The post <a href="/al-quran-bahasa-maori-pertama-di-terbitkan-oleh-muslim-ahmadi/">Al-Qur’an Bahasa Maori Pertama di Terbitkan oleh Muslim Ahmadi</a> appeared first on <a href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warta-ahmadiyah.org/al-quran-bahasa-maori-pertama-di-terbitkan-oleh-muslim-ahmadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemimpin Muslim Menghadiahkan Al-Qur&#8217;an pada Raja Maori</title>
		<link>http://warta-ahmadiyah.org/pemimpin-muslim-menghadiahkan-quran-pada-raja-maori/</link>
		<comments>http://warta-ahmadiyah.org/pemimpin-muslim-menghadiahkan-quran-pada-raja-maori/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Oct 2013 10:35:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warta-ahmadiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadi]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[damai]]></category>
		<category><![CDATA[khalifah]]></category>
		<category><![CDATA[maori]]></category>
		<category><![CDATA[masroor ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[mirza masroor ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[selandia baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warta-ahmadiyah.org/?p=315</guid>
		<description><![CDATA[<p>Pemandangan yang tak terlupakan ketika Hazrat Mirza Masroor Ahmad diberikan sambutan dengan tarian tradisional khas suku Maori. Tanggal 29 Oktober 2013, pemimpin Jemaat Muslim Ahmadiyah dan khalifah kelima, Hazrat Mirza Masroor Ahmad disambut oleh Raja Tuheitia di Turangwaewae Marae, Selandia Baru dan diberikan sambutan tarian tradisional masyarakat suku Maori. Setibanya pukul 10.30 pagi waktu setempat, [&#8230;]</p><p>The post <a href="/pemimpin-muslim-menghadiahkan-quran-pada-raja-maori/">Pemimpin Muslim Menghadiahkan Al-Qur&#8217;an pada Raja Maori</a> appeared first on <a href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong>Pemandangan yang tak terlupakan ketika Hazrat Mirza Masroor Ahmad diberikan sambutan dengan tarian tradisional khas suku Maori.</strong></p>
<p><a href="/wp-content/uploads/2013/10/Pemimpin-Muslim-Menghadiahkan-Al-Quran-Pada-Raja-Moari-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-316" alt="Pemimpin Muslim Menghadiahkan Al-Qur'an Pada Raja Moari 1" src="/wp-content/uploads/2013/10/Pemimpin-Muslim-Menghadiahkan-Al-Quran-Pada-Raja-Moari-1.jpg" width="417" height="572" /></a></p>
<p align="justify">Tanggal 29 Oktober 2013, pemimpin Jemaat Muslim Ahmadiyah dan khalifah kelima, Hazrat Mirza Masroor Ahmad disambut oleh Raja Tuheitia di Turangwaewae Marae, Selandia Baru dan diberikan sambutan tarian tradisional masyarakat suku Maori.</p>
<p><a href="/wp-content/uploads/2013/10/Pemimpin-Muslim-Menghadiahkan-Al-Quran-Pada-Raja-Moari-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-317" alt="Pemimpin Muslim Menghadiahkan Al-Qur'an Pada Raja Moari 2" src="/wp-content/uploads/2013/10/Pemimpin-Muslim-Menghadiahkan-Al-Quran-Pada-Raja-Moari-2.jpg" width="580" height="388" /></a></p>
<p align="justify">Setibanya pukul 10.30 pagi waktu setempat, tiga orang suku Maori menyambut Huzur dengan menampilkan tarian ksatria ala suku Maori. </p>
<p align="justify">Mereka mulai menampilkannya dari kejauhan dan maju selangkah demi selangkah ke arah Huzur, sambil melantunkan suara-suara khas suku Maori, sedangkan wanitanya berada disamping. </p>
<p align="justify">Begitu Huzur melangkah mendekati Marae, puluhan anak-anak Maori dan para tokoh sesepuh juga turut serta dalam acara penyambutan dengan melantunkan nyanyian berbahasa Maori.</p>
<p><a href="/wp-content/uploads/2013/10/Pemimpin-Muslim-Menghadiahkan-Al-Quran-Pada-Raja-Moari-3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-318" alt="Pemimpin Muslim Menghadiahkan Al-Qur'an Pada Raja Moari 3" src="/wp-content/uploads/2013/10/Pemimpin-Muslim-Menghadiahkan-Al-Quran-Pada-Raja-Moari-3.jpg" width="580" height="327" /></a></p>
<p align="justify">Dalam acara resminya, sejumlah tokoh sesepuh Maori memberikan sambutannya melalui pida-pidato singkat. Mereka menyebut Huzur sebagai &#8220;<em>Seorang pemimpin yang kuat dan inspirasional yang menyuarakan perdamaian.</em>.&#8221;</p>
<p align="justify">Yang menjadi hal utama dari acara penyambutan ini adalah Huzur menyerahkan sebuah kitab suci Al Qur’an kepada Raja Tuheitia, yang telah di terjemahkan ke dalam bahasa Maori oleh Mr Shaqeel Ahmad Munir.</p>
<p><a href="/wp-content/uploads/2013/10/Pemimpin-Muslim-Menghadiahkan-Al-Quran-Pada-Raja-Moari-4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-319" alt="Pemimpin Muslim Menghadiahkan Al-Qur'an Pada Raja Moari 4" src="/wp-content/uploads/2013/10/Pemimpin-Muslim-Menghadiahkan-Al-Quran-Pada-Raja-Moari-4.jpg" width="580" height="337" /></a></p>
<p align="justify">DDalam acara penyambutan, Huzur menyampikan pidatonya kepada para tokoh sesepuh suku Maori dan menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan kepadanya dengan tarian tradisi Maori.</p>
<p><a href="/wp-content/uploads/2013/10/Pemimpin-Muslim-Menghadiahkan-Al-Quran-Pada-Raja-Moari-5.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-320" alt="Pemimpin Muslim Menghadiahkan Al-Qur'an Pada Raja Moari 5" src="/wp-content/uploads/2013/10/Pemimpin-Muslim-Menghadiahkan-Al-Quran-Pada-Raja-Moari-5.jpg" width="580" height="154" /></a></p>
<p align="justify">Dalam pemaparannya tentang Al Qur’an, Huzur manyampaikan:</p>
<p align="justify"><strong><em>“Al Qur’an mengajarkan orang-orang tentang bagaimana hidup berdampingan dalam kedamaian dan pastinya di zaman ini kita perlu menyebarkan rasa cinta kasih, perdamaian dan rekonsiliasi secara luas – itulah pesan dari Al Qur’an&#8230;”</em></strong></p>
<p><a href="/wp-content/uploads/2013/10/Pemimpin-Muslim-Menghadiahkan-Al-Quran-Pada-Raja-Moari-6.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-321" alt="Pemimpin Muslim Menghadiahkan Al-Qur'an Pada Raja Moari 6" src="/wp-content/uploads/2013/10/Pemimpin-Muslim-Menghadiahkan-Al-Quran-Pada-Raja-Moari-6.jpg" width="580" height="387" /></a></p>
<p align="justify">Huzur mengakhiri pidato sambutannya dengan menyampaikan harapannya bahwa persahabatan yang salam memberikan manfaat yang telah terbangun  antara Jemaat Muslim Ahmadiyah dengan masyarakat suku Maori ini akan tetap berlangsung selamanya.</p>
<p><a href="/wp-content/uploads/2013/10/Pemimpin-Muslim-Menghadiahkan-Al-Quran-Pada-Raja-Moari-7.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-322" alt="Pemimpin Muslim Menghadiahkan Al-Qur'an Pada Raja Moari 7" src="/wp-content/uploads/2013/10/Pemimpin-Muslim-Menghadiahkan-Al-Quran-Pada-Raja-Moari-7.jpg" width="541" height="631" /></a></p>
<p align="justify">Diterjemahkan Oleh : Akhmad Riyanto</p>
<p> (308) pembaca</p>
<p>The post <a href="/pemimpin-muslim-menghadiahkan-quran-pada-raja-maori/">Pemimpin Muslim Menghadiahkan Al-Qur&#8217;an pada Raja Maori</a> appeared first on <a href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warta-ahmadiyah.org/pemimpin-muslim-menghadiahkan-quran-pada-raja-maori/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Khalifah Ahmadiyah Kunjungi Turangawaewae marae</title>
		<link>http://warta-ahmadiyah.org/khalifah-ahmadiyah-kunjungi-turangawaewae-marae/</link>
		<comments>http://warta-ahmadiyah.org/khalifah-ahmadiyah-kunjungi-turangawaewae-marae/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Oct 2013 05:53:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warta-ahmadiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadi]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[khalifah]]></category>
		<category><![CDATA[khalifah ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[maori]]></category>
		<category><![CDATA[masroor ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[mirza masroor ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[new zealand]]></category>
		<category><![CDATA[pakistan]]></category>
		<category><![CDATA[selandia baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warta-ahmadiyah.org/?p=304</guid>
		<description><![CDATA[<p>Pemimpin spiritual komunitas Muslim seluruh dunia yang anggotanya dianiaya di beberapa negara Islam disambut di Turangawaewae marae di Ngaruawahia pada hari Selasa Beliau adalah Khalifah komunitas Muslim Ahmadiyah, Yang Mulia Mirza Masroor Mulia Ahmad. Komunitas Muslim Ahmadiyah didirikan pada tahun 1889 dan memiliki jutaan pengikut di seluruh dunia dan sekitar 400 di Selandia Baru. Khalifah [&#8230;]</p><p>The post <a href="/khalifah-ahmadiyah-kunjungi-turangawaewae-marae/">Khalifah Ahmadiyah Kunjungi Turangawaewae marae</a> appeared first on <a href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Pemimpin spiritual komunitas Muslim seluruh dunia yang anggotanya dianiaya di beberapa negara Islam disambut di Turangawaewae marae di Ngaruawahia pada hari Selasa</strong></p>
<div id="attachment_311" class="wp-caption aligncenter" style="width: 489px"><a href="/wp-content/uploads/2013/10/Khalifah-Ahmadiyah-V-Mirza-Masroor-Ahmad-Mempersembahkan-Al-Quran-pada-Raja-Maori-2.jpg"><img class="size-full wp-image-311" alt="Khalifah Ahmadiyah V Mirza Masroor Ahmad Mempersembahkan Al-Qur'an pada Raja Maori" src="/wp-content/uploads/2013/10/Khalifah-Ahmadiyah-V-Mirza-Masroor-Ahmad-Mempersembahkan-Al-Quran-pada-Raja-Maori-2.jpg" width="479" height="319" /></a><p class="wp-caption-text">Khalifah Ahmadiyah V Mirza Masroor Ahmad Mempersembahkan Al-Qur&#8217;an pada Raja Maori</p></div>
<p align="justify">Beliau adalah Khalifah komunitas Muslim Ahmadiyah, Yang Mulia Mirza Masroor Mulia Ahmad.</p>
<p align="justify">Komunitas Muslim Ahmadiyah didirikan pada tahun 1889 dan memiliki jutaan pengikut di seluruh dunia dan sekitar 400 di Selandia Baru.</p>
<p align="justify">Khalifah kelima berada di Selandia Baru untuk membuka masjid pertama komunitas tersebut di negeri ini di Auckland pada hari Jumat.</p>
<p align="justify">Yang Mulia mempersembahlkan Al-Qur&#8217;an pertama yang diterjemahkan ke dalam bahasa Te Reo Maori kepada Raja Maori, Tuheitia. Proses penterjemahan ini memakan waktu 25 tahun</p>
<div id="attachment_305" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="/wp-content/uploads/2013/10/Khalifah-Ahmadiyah-V-Mirza-Masrror-Ahmad-Mengunjungi-Turangwaewae-Marae.jpg"><img class="size-full wp-image-305" alt="Khalifah Ahmadiyah V Mirza Masror Ahmad Mengunjungi Turangwaewae Marae" src="/wp-content/uploads/2013/10/Khalifah-Ahmadiyah-V-Mirza-Masrror-Ahmad-Mengunjungi-Turangwaewae-Marae.jpg" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Khalifah Ahmadiyah V Mirza Masror Ahmad Disambut di Turangwaewae Marae</p></div>
<p align="justify">Komunitas Ahmadiyah tidak diakui oleh Islam mainstream karena pengakuan terhadap semua nabi.</p>
<p align="justify">Muslim Ahmadi dianiaya di berbagai negara seperti Pakistan dan diakui sebagai komunitas agama teraniaya oleh PBB</p>
<p>Sumber : <a title="Radio New Zealand News" href="http://www.radionz.co.nz/news/national/226082/muslim-leader-visits-turangawaewae-marae" target="_blank">Radio New Zealand News</a> (449) pembaca</p>
<p>The post <a href="/khalifah-ahmadiyah-kunjungi-turangawaewae-marae/">Khalifah Ahmadiyah Kunjungi Turangawaewae marae</a> appeared first on <a href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warta-ahmadiyah.org/khalifah-ahmadiyah-kunjungi-turangawaewae-marae/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekolah Pakistan Ajarkan Murid untuk Bunuh Orang Kristen</title>
		<link>http://warta-ahmadiyah.org/ahmadiyah-sekolah-pakistan-ajarkan-murid-untuk-bunuh-orang-kristen/</link>
		<comments>http://warta-ahmadiyah.org/ahmadiyah-sekolah-pakistan-ajarkan-murid-untuk-bunuh-orang-kristen/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Oct 2013 07:22:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warta-ahmadiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[JawabaNews]]></category>
		<category><![CDATA[Oktober 2013]]></category>
		<category><![CDATA[Pakistan]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadi]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[ahmdiyya]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[pakistan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warta-ahmadiyah.org/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[<p>DALAM laporan itu juga disebutkan, kelompok-kelompok Muslim Pakistan tengah melancarkan “serangan” melawan non-Muslim serta beberapa aliran Muslim seperti Ahmadiyah dan Syiah, yang dianggap sebagai “bukan Muslim sesungguhnya”. JawabaNews.com &#124; 14 Oktober 2013 ▌BEBERAPA buku pelajaran di sekolah Pakistan kini berisi pesan mengerikan bahwa jika ingin menjadi martir (mati syahid), seseorang harus membunuh orang Kristen. Menurut [&#8230;]</p><p>The post <a href="/ahmadiyah-sekolah-pakistan-ajarkan-murid-untuk-bunuh-orang-kristen/">Sekolah Pakistan Ajarkan Murid untuk Bunuh Orang Kristen</a> appeared first on <a href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>DALAM laporan itu juga disebutkan, kelompok-kelompok Muslim Pakistan tengah melancarkan “serangan” melawan non-Muslim serta beberapa aliran Muslim seperti <span style="background-color: orange;">Ahmadiyah</span> dan Syiah, yang dianggap sebagai “bukan Muslim sesungguhnya”.<br />
<span id="more-249"></span></p></blockquote>
<div id="attachment_253" class="wp-caption alignright" style="width: 400px"><a href="/wp-content/uploads/2013/10/131014115230.jpg"><img class="size-full wp-image-253" alt="Ilustrasi: Warga Kristiani Pakistan dizalimi. (Jawaban.com)" src="/wp-content/uploads/2013/10/131014115230.jpg" width="390" height="250" /></a><p class="wp-caption-text">Ilustrasi: Warga Kristiani Pakistan dizalimi. (<a title="Sekolah Pakistan Ajarkan Murid untuk Bunuh Orang Kristen" href="http://www.jawaban.com/index.php/news/detail/id/90/news/131014120259/limit/0/Sekolah-Pakistan-Ajarkan-Murid-untuk-Bunuh-Orang-Kristen.html" target="_blank">Jawaban.com</a>)</p></div>
<p><strong><a title="Sekolah Pakistan Ajarkan Murid untuk Bunuh Orang Kristen" href="http://www.jawaban.com/index.php/news/detail/id/90/news/131014120259/limit/0/Sekolah-Pakistan-Ajarkan-Murid-untuk-Bunuh-Orang-Kristen.html" target="_blank">JawabaNews.com</a></strong> | 14 Oktober 2013 ▌BEBERAPA buku pelajaran di sekolah Pakistan kini berisi pesan mengerikan bahwa jika ingin menjadi martir (mati syahid), seseorang harus membunuh orang Kristen.</p>
<p>Menurut laporan yang disusun oleh Middle East media Research Institute (MEMRI), banyak buku pelajaran di Pakistan yang mengusung trend Muslim dan mempromosikan kebencian serta jihad di kalangan murid-murid sekolah dasar (SD). Kaum non-Muslim Pakistan juga diwajibkan belajar dari buku-buku tersebut semenjak usia muda.</p>
<p>“Selama sejarah Pakistan, sejak negara ini berdiri pada 1947, suara kebencian terhadap kaum non-Muslim telah menjadi fenomena yang normal di masyarakat Pakistan,” demikian isi laporan.</p>
<p>Dalam laporan itu juga disebutkan, kelompok-kelompok Muslim Pakistan tengah melancarkan “serangan” melawan non-Muslim serta beberapa aliran Muslim seperti Ahmadiyah dan Syiah, yang dianggap sebagai “bukan Muslim sesungguhnya”.</p>
<p>Menurut laporan, perlawanan antaragama ini merebak lantaran media nasional dan independen, serta pemerintah dan pemimpin agama telah mengesahkan kebencian terhadap agama minoritas. Tak heran jika gelombang penganiayaan terhadap Kristen Pakistan, Hindu, Muslim Syiah dan Ahmadiyah bermunculan di penjuru Pakistan.</p>
<p>Sejumlah pihak juga mengklaim bahwa anak-anak telah dipaksa untuk pindah agama ke Islam saat mereka duduk di bangku sekolah.</p>
<p>Uskup Agung Karachi, Joseph Coats mengiyakan keadaan tersebut. Menurut uskup yang juga mengepalai Dewan Uskup Pakistan ini, banyak murid sekolah yang berada dalam tekanan untuk pindah agama ke Islam, terutama mereka yang masih muda.</p>
<p>“Kehidupan sehari-hari kaum agama minoritas di Pakistan ditandai dengan kemelaratan, ketidakadilan, dan diskriminasi. Dalam buku sekolah, kaum non-Muslim dikenal sebagai warganegara kelas dua. Para guru berulangkali meminta siswa-siswinya untuk menulis karangan seperti: ‘tuliskan sebuah surat kepada temanmu untuk mendorong dia agar pindah ke Islam’,” kata Uskup Joseph kepada agen berita Italia, AKI.</p>
<p>Aniaya terhadap pengikut Kristus merupakan hal yang telah diperingatkan oleh Yesus sejak duaribu tahun lalu. “Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku,” demikian kata Yesus di Lukas 21:12.</p>
<p>Puji syukur kepada-Nya, kita tetap mendapatkan penghiburan dan penguatan melalui Dia. “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.” (Matius 5:10-12)</p>
<p>&#8211;<br />
SUMBER: <a title="Sekolah Pakistan Ajarkan Murid untuk Bunuh Orang Kristen" href="http://www.jawaban.com/index.php/news/detail/id/90/news/131014120259/limit/0/Sekolah-Pakistan-Ajarkan-Murid-untuk-Bunuh-Orang-Kristen.html" target="_blank">JawabaNews.com</a> (rilis: «Sabtu, 14 Oktober 2013 06:42:20 WIB»; akses: «13:38 21-Okt-2013») (304) pembaca</p>
<p>The post <a href="/ahmadiyah-sekolah-pakistan-ajarkan-murid-untuk-bunuh-orang-kristen/">Sekolah Pakistan Ajarkan Murid untuk Bunuh Orang Kristen</a> appeared first on <a href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warta-ahmadiyah.org/ahmadiyah-sekolah-pakistan-ajarkan-murid-untuk-bunuh-orang-kristen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pidato Bersejarah Pemimpin Komunitas Muslim Ahmadiyah di Singapura</title>
		<link>http://warta-ahmadiyah.org/pidato-bersejarah-pemimpin-komunitas-muslim-ahmadiyah-di-singapura/</link>
		<comments>http://warta-ahmadiyah.org/pidato-bersejarah-pemimpin-komunitas-muslim-ahmadiyah-di-singapura/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Oct 2013 14:09:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warta-ahmadiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadi]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyya]]></category>
		<category><![CDATA[damai]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[khalifah]]></category>
		<category><![CDATA[khalifah ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[masroor ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[mirza masroor ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Singapore]]></category>
		<category><![CDATA[Singapura]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warta-ahmadiyah.org/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[<p>Hazrat Mirza Masroor Ahmad menyerukan ditegakkannya keadilan di segala lini PEMIMPIN dunia Jemaat Muslim Ahmadiyah, Khalifah kelima, Hazrat Mirza Masroor Ahmad menyampaikan pidatonya di Acara Penyambutan yang diadakan di Hotel Oriental Mandarin di Singapura pada tanggal 26 September 2013 sore hari. Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 100 tamu dan pejabat non-Ahmadi, termasuk Lee Koon [&#8230;]</p><p>The post <a href="/pidato-bersejarah-pemimpin-komunitas-muslim-ahmadiyah-di-singapura/">Pidato Bersejarah Pemimpin Komunitas Muslim Ahmadiyah di Singapura</a> appeared first on <a href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong><strong>Hazrat Mirza Masroor Ahmad menyerukan ditegakkannya keadilan di segala lini</strong></strong><br />
<a href="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad-Resepsi-di-Singapura-2013.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-136" alt="Mirza Masroor Ahmad Resepsi di Singapura 2013" src="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad-Resepsi-di-Singapura-2013.jpg" width="580" height="192" /></a></p>
<p align="justify">PEMIMPIN dunia Jemaat Muslim Ahmadiyah, Khalifah kelima, Hazrat Mirza Masroor Ahmad menyampaikan pidatonya di Acara Penyambutan yang diadakan di Hotel Oriental Mandarin di Singapura pada tanggal 26 September 2013 sore hari. Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 100 tamu dan pejabat non-Ahmadi, termasuk Lee Koon Choy pendiri Partai Aksi Rakyat yang juga terkenal sebagai duta besar Singapura di berbagai negara.</p>
<p align="justify">Dalam pidatonya, Hazrat Mirza Masroor Ahmad menjelaskan tentang dasar keadilan ekonomi, kebutuhan akan kesetaraan antar negara, kesalahpahaman akan ajaran Islam, dan perhatiannya akan meningkatnya resiko Perang Dunia ketiga.</p>
<p><a href="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad-Resepsi-di-Singapura-2013-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-137" alt="Mirza Masroor Ahmad Resepsi di Singapura 2013 2" src="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad-Resepsi-di-Singapura-2013-2.jpg" width="580" height="356" /></a></p>
<p align="justify">Ia memulai pidatonya dengan citra negatif saat ini akan wajah Islam. Dia mengatakan bahwa wajah agama Islam menjadi buruk di seantero dunia akibat tindakan penuh kebencian dari beberapa orang yang menyebut dirinya Muslim hanya untuk kepentingan pribadinya.</p>
<p align="justify">Hazrat Mirza Masroor Ahmad berkata:</p>
<p align="justify"><strong><em>“Banyak masyarakat dunia saat ini berpendapat bahwa Islam adalah agama yang ekstrim dan penuh dengan kekerasan. Pertama-tama, izinkan saya mengatakan bahwa itu sama sekali salah dan tak sesuai dengan kenyataan. Kenyataannya adalah ada beberapa orang Islam yang egois yang melakukan kekerasan demi kepentingan pribadi mereka. Demi ambisi dan hasrat pribadi, mereka menafsirkan ajaran Islam dengan jalan yang salah, yang menyebabkan tuduhan tak mendasar dan menggeneralisir agama Islam. Tindakan mereka telah menodai agama Islam meskipun kenyataannya Islam menyediakan pikiran yang rasional dan logis untuk terbangunnya keadilan.”</em></strong></p>
<p align="justify">Tentang makna perekonomian yang sukses, Ia mengatakan bahwa Islam mempromosikan keadilan di segala level.</p>
<p><a href="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad-Resepsi-di-Singapura-2013-3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-138" alt="Mirza Masroor Ahmad Resepsi di Singapura 2013 3" src="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad-Resepsi-di-Singapura-2013-3.jpg" width="580" height="195" /></a></p>
<p align="justify">Hazrat Mirza Masroor Ahmad berkata:</p>
<p align="justify"><em><strong>“Islam mengajarkan bahwa sumber daya alam diperuntukkan bagi kesejahteraan seluruh umat manusia.. Kekayaan alam yang Allah berikan amat melimpah ruah, baik di atas ataupun di bawah lapisan bumi, yang seharusnya digunakan untuk kemakmuran seluruh umat manusia di muka bumi, bukan hanya bagi kekayaan segelintir individu.”</strong></em></p>
<p align="justify">Berbicara tentang pentingnya pendidikan, Hazrat Mirza Masroor mengatakan bahwa akses yang merata amatlah diperlukan.</p>
<p align="justify"><em><strong>“Islam mengajarkan bahwa setiap anak, tidak peduli apapun latar belakangnya, harus mendapatkan pendidikan yang layak supaya mereka dapat mengembangkan bakat dan kemampuan mereka sehingga berguna bagi masyarakat. “</strong></em></p>
<p><a href="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad-Resepsi-di-Singapura-2013-4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-139" alt="Mirza Masroor Ahmad Resepsi di Singapura 2013 4" src="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad-Resepsi-di-Singapura-2013-4.jpg" width="344" height="580" /></a></p>
<p align="justify">Tentang hubungan antar negara-negara dunia, ia mengatakan bahwa perdamaian antar bangsa hanya dapat diraih melalui keadilan yang diterapkan di setiap lini kehidupan berbangsa dan bernegara dan negara maju harus membantu negara berkembang dengan adil, tidak egois demi kepentingan mereka saja.</p>
<p align="justify"><em><strong>“Persekutuan dengan negara-negara tertentu seharusnya tidak berpengaruh pada kebijakan akan membantu atau tidak negara lain. Favoritisme dalam segala bentuk tidak seharusnya terjadi – tujuan menolong negara lain seharusnya agar mereka pada akhirnya dapat berdiri di kaki sendiri. Ketidakadilan tidak boleh terjadi, di mana subuah negara tidak akan dibantu sebelum ia memenuhi tuntutan tertentu atau menyetujui untuk mengerluarkan kebijakan hubungan tertentu dengan negara ketiga.”</strong></em></p>
<p><a href="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad-Resepsi-di-Singapura-2013-5.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-140" alt="Mirza Masroor Ahmad Resepsi di Singapura 2013 5" src="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad-Resepsi-di-Singapura-2013-5.jpg" width="500" height="351" /></a></p>
<p align="justify">Mengenai ketidaksetaraan Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan bahwa kesenjangan anatara yang miskin dengan yang kaya akan terus berlanjut:</p>
<p align="justify"><strong><em>“Amat disayangkan, kita melihat bahwa lebih dari 60 tahun setelah dibentuknya Perserikatan Bangsa-Bangsa, negara miskin tertinggal tetap melarat dan kekurangan, sementara negara maju semakin kaya dan berkuasa. Islam menjelaskan bahwa sebab mendasar dari langgengnya ketidaksetaraan adalah bahwa orang-orang tak memahami bahwa sumber kekayaan yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia ditujukan bagi kesejahteraan seluruh umat manusia.”</em></strong></p>
<p align="justify">Hazrat Mirza Masroor Ahmad menawarkan sebuah solusi global untuk meminimalisir ketidaksetaraan:</p>
<p><a href="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad-Resepsi-di-Singapura-2013-6.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-141" alt="Mirza Masroor Ahmad Resepsi di Singapura 2013 6" src="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad-Resepsi-di-Singapura-2013-6.jpg" width="500" height="318" /></a></p>
<p align="justify"><em><strong>“Islam mengajarkan kita tentang hubungan antar negara yang baik, yang terjalin dengan damai dan harmoni, hanya dapat terwujud oleh kerja bersama untuk tujuan yang lebih baik. Negara miskin hars memenuhi tanggung jawab mereka sendiri dan bekerja keras untuk memerdayakan sumber daya yang mereka miliki. Di sisi lain, negara kaya harus menunjukkan semangat sejati mereka untuk berkorban menolong saudara-saudara mereka.”</strong></em></p>
<p><a href="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad-Resepsi-di-Singapura-2013-7.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-142" alt="Mirza Masroor Ahmad Resepsi di Singapura 2013 7" src="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad-Resepsi-di-Singapura-2013-7.jpg" width="500" height="349" /></a></p>
<p align="justify">Khalifah menutup pidatonya dengan kekhawatirannya akan Perang Dunia yang bisa meletus sewaktu-waktu.</p>
<p align="justify">Hazrat Mirza Masroor Ahmad berkata:</p>
<p align="justify"><em><strong>“Jika kita menilik sejarah, kita sadari bahwa faktor utama yang menyebabkan Perang Dunia pertama dan kedua adalah situasi ekonomi dan tempat di mana kita tinggal pasti terkena juga dampaknya. Kenyataannya akan sangat sulit untuk memprediksikan siapa yang akan aman siapa yang akan dalam bahaya. Kita hanya dapat berdoa dan menunjukkan usaha dan harapan kita kepada khalayak dalam membangun perdamaian dan menyelamatkan dunia dari kerusakan dan marabahaya. Ini adalah hal yang esensial supaya kita tidak dipandang dengan kemarahan dan orang yang bersalah oleh generasi selanjutnya.”</strong></em></p>
<p><a href="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad-Resepsi-di-Singapura-2013-8.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-143" alt="Mirza Masroor Ahmad Resepsi di Singapura 2013 8" src="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad-Resepsi-di-Singapura-2013-8.jpg" width="500" height="309" /></a></p>
<p align="justify">Lee Koon Choy juga memberikan pidatonya kepada hadirin bahwa ia telah melihat bagaimana wajah Islam telah ternodai beberapa dekade ini sehingga ia mengapresiasi usaha Jemaat Muslim Ahmadiyah dalam menyebarkan cahahya kebenaran dan kedamaian ajaran Islam ke seluruh dunia.</p>
<p align="justify">Sebelum acara, Hazrat Mirza Masroor Ahmad menggelar pertemuan dengan berbagai pejabat yang juga diliput oleh perwakilan media dari Indonesia. Ia juga menghadiri empat acara amal lokal atas nama Jemaat Muslim Ahmadiyah di Singapura.</p>
<p>Diterjemahkan dari : <a title="http://www.alislam.org/egazette/press-release/head-of-ahmadiyya-muslim-community-delivers-historic-address-in-singapore/" href="http://www.alislam.org/egazette/press-release/head-of-ahmadiyya-muslim-community-delivers-historic-address-in-singapore/" target="_blank">http://www.alislam.org/egazette/press-release/head-of-ahmadiyya-muslim-community-delivers-historic-address-in-singapore/</a> (428) pembaca</p>
<p>The post <a href="/pidato-bersejarah-pemimpin-komunitas-muslim-ahmadiyah-di-singapura/">Pidato Bersejarah Pemimpin Komunitas Muslim Ahmadiyah di Singapura</a> appeared first on <a href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warta-ahmadiyah.org/pidato-bersejarah-pemimpin-komunitas-muslim-ahmadiyah-di-singapura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mirza Masroor Ahmad Berkunjung ke Australia</title>
		<link>http://warta-ahmadiyah.org/mirza-masroor-ahmad-berkunjung-ke-australia/</link>
		<comments>http://warta-ahmadiyah.org/mirza-masroor-ahmad-berkunjung-ke-australia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Oct 2013 13:01:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warta-ahmadiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadi]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[australia]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[khalifah ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[masroor ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[mirza masroor ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[pakistan]]></category>
		<category><![CDATA[selandia baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warta-ahmadiyah.org/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[<p>PEMIMPIN komunitas Ahmadiyah, Mirza Masroor Ahmad, berkunjung ke Australia dan berharap untuk menyoroti penindasan terhadap para pengikutnya di Pakistan. Pemimpin global komunitas Ahmadiyah itu berharap, kunjungannya ke Australia akan membantu menyoroti penindasan terhadap para pengikutnya di negaranya, Pakistan. Mirza Masroor Ahmad, yang hidup dalam pengasingan di London, sedang berkunjung ke Australia dan kemudian akan ke [&#8230;]</p><p>The post <a href="/mirza-masroor-ahmad-berkunjung-ke-australia/">Mirza Masroor Ahmad Berkunjung ke Australia</a> appeared first on <a href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_133" class="wp-caption aligncenter" style="width: 450px"><a href="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad.jpg"><img class="size-full wp-image-133" alt="Mirza Masroor Ahmad, pemimpin global komunitas Ahmadiyah, hidup dalam pengasingan di London. (Credit: AFP) - See more at: http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/2013-10-08/mirza-masroor-ahmad-berkunjung-ke-australia/1201564#sthash.bcuGHjtY.dpuf" src="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad.jpg" width="440" height="294" /></a><p class="wp-caption-text">Mirza Masroor Ahmad, pemimpin global komunitas Ahmadiyah, hidup dalam pengasingan di London. (Credit: AFP)</p></div>
<p align="center"><strong>PEMIMPIN komunitas Ahmadiyah, Mirza Masroor Ahmad, berkunjung ke Australia dan berharap untuk menyoroti penindasan terhadap para pengikutnya di Pakistan.</strong></p>
<p align="justify">Pemimpin global komunitas Ahmadiyah itu berharap, kunjungannya ke Australia akan membantu menyoroti penindasan terhadap para pengikutnya di negaranya, Pakistan.</p>
<p align="justify">Mirza Masroor Ahmad, yang hidup dalam pengasingan di London, sedang berkunjung ke Australia dan kemudian akan ke Selandia Baru dan Jepang.</p>
<p align="justify">Mirza Masroor Ahmad, yang oleh para pengikutnya dikenal sebagai Kalif Ahmadiyah, mengatakan kepada ABC, penderitaan kaum Ahmadiyah di Pakistan harus dihentikan.</p>
<p align="justify">Aliran Ahmadiyah hanya mempunyai sekitar 5000 pengikut di Australia, tapi menyatakan mempunyai puluhan juta anggota di seluruh dunia.</p>
<p align="justify">Mirza Masroor Ahmad mengatakan, ia ingin menggunakan kunjungannya untuk memperingatkan bahwa konflik di Suriah dapat menjadi tak terkendalikan, jika negara-negara besar tidak turun tangan.</p>
<p align="justify">Ia mengatakan, komunitas internasional dapat bekerja bersama untuk mencegah ekstrimisme di Suriah dan tempat-tempat lain.</p>
<p align="justify">Menurutnya, kekerasan massa yang didorong para ulama juga terus terjadi terhadap pengikut Ahmadiyah di Indonesia.</p>
<p>Sumber: <a title="http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/2013-10-08/mirza-masroor-ahmad-berkunjung-ke-australia/1201564" href="http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/2013-10-08/mirza-masroor-ahmad-berkunjung-ke-australia/1201564" target="_blank">ABC Radio Australia</a>; 8 October 2013, 13:16 AEST (173) pembaca</p>
<p>The post <a href="/mirza-masroor-ahmad-berkunjung-ke-australia/">Mirza Masroor Ahmad Berkunjung ke Australia</a> appeared first on <a href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warta-ahmadiyah.org/mirza-masroor-ahmad-berkunjung-ke-australia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Islam Damai Dibangun di atas Landasan “Cinta untuk Semua tanpa Benci [untuk] Siapa pun”</title>
		<link>http://warta-ahmadiyah.org/ahmadiyah-islam-damai-dibangun-di-atas-landasan-cinta-untuk-semua-tanpa-benci-untuk-siapa-pun/</link>
		<comments>http://warta-ahmadiyah.org/ahmadiyah-islam-damai-dibangun-di-atas-landasan-cinta-untuk-semua-tanpa-benci-untuk-siapa-pun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Oct 2013 20:56:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warta-ahmadiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warta-ahmadiyah.org/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[<p>DALAM kunjungannya ke Singapura, Ḥaḍrat Mirzā Masrūr Aḥmad atba., Khalīfah V Aḥmadiyyah menyampaikan pidato perdamaian pada Peace Symposium Singapore 2013 yang diselenggarakan oleh Ahmadiyya Muslim Community Singapore. Pada kesempatan itu, sejumlah tokoh-tokoh masyarakat dari negara-negara ASEAN hadir dan menyampaikan kesan dan pesan setelah mengikuti rangkaian acara mulai dari simposium, khoṭbah jumat siaran langsung MTA, dan [&#8230;]</p><p>The post <a href="/ahmadiyah-islam-damai-dibangun-di-atas-landasan-cinta-untuk-semua-tanpa-benci-untuk-siapa-pun/">Islam Damai Dibangun di atas Landasan “Cinta untuk Semua tanpa Benci [untuk] Siapa pun”</a> appeared first on <a href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">DALAM kunjungannya ke Singapura, Ḥaḍrat Mirzā Masrūr Aḥmad atba., Khalīfah V Aḥmadiyyah menyampaikan pidato perdamaian pada Peace Symposium Singapore 2013 yang diselenggarakan oleh Ahmadiyya Muslim Community Singapore. Pada kesempatan itu, sejumlah tokoh-tokoh masyarakat dari negara-negara ASEAN hadir dan menyampaikan kesan dan pesan setelah mengikuti rangkaian acara mulai dari simposium, khoṭbah jumat siaran langsung MTA, dan pertemuan mulaqat dengan Yang Mulia Ḥuḍūr atba.. Di bawah ini [adalah] sebagian kesan dan pesan tamu-tamu VVIP yang berasal dari Indonesia, sebagai berikut: </p>
<p>1.	Prof. DR. M. Qasim Mathar (Direktur Pasca Sarjana UIN Makassar)</p>
<p>MENDAPAT kehormatan duduk di samping Khalīfah V Aḥmadiyyah di acara Resepsi Makan Malam di Singapura 26 Sep 2013, beberapa hal berikut saya bilang kepada beliau:</p>
<p>“First of all, I would like to express my highest gratitude on the invitation of this dinner party, organized by the Ahmadiyya Muslim Community in Singapore. I fail to hide my joyfulness being here, at this important and respected dinner party.</p>
<p>“May Allah bestow His blessing on you and your precious as well as continous activities. I sincerely hope that the presence of Ahmadiyah will be beneficially manifested by greater outcome to wider population in the world.</p>
<p>“With Allah’s willing,  I hope  in the near future, the Honoroble Hadhrat Khalifatul Masih Mirza Masroor Ahmad will have the opportunity to visit Indonesia, a country that has recognized the presence of Aḥmadiyyah since 1940s (nineteen forties). I believe that the presence of Aḥmadiyyah in Indonesia will expand our insight and perspective, as God’s people in this vast earth.</p>
<p>“We need to put more effort and help each other in education field. By providing adequate education, better young moslem generation will flourish, those who wisely well accept that the different school, thought, and stream are the inherent and nature of moslem&#8217;s body. As Prophet Muhammad said: moslem is similar to a building, its parts support each other.</p>
<p>“Finally, I pray May Allah always be the Caliph’s shield, grant the Caliph and all of us with His protection. Again, I am very grateful of the Aḥmadiyyah consideration on me.&#8221;</p>
<p>Selain itu, kami juga berbincang sedikit tentang keluarga masing-masing. Saya punya 9 orang anak, sedang Khalīfah punya 2 orang. Dan, bagaimana anak-anak itu sekarang, masih kuliah, sudah berkeluarga, dan kerja di mana. Tentu senang mendengar beliau juga berkomentar tentang 8 tahap hidangan makan malam kita malam itu.</p>
<p>“Too much time. Kita harus patuh dengan waktu lama untuk makan malam di hotel…,” kata beliau.</p>
<p>Khalīfah juga bercerita pendek, setelah saya tanya, tentang bagaimana beliau di rumah, “Selesai salat subuh, beliau berolahraga dengan mengayuh sepeda sport di rumah beliau, istirahat-minum, tidur sekitar sejam, bangun, membersihkan diri dan sarapan, lalu bekerja sesuai agenda yang sudah disiapkan.”</p>
<p>Beliau juga bilang, setelah saya tanya berapa umat Aḥmadiyyah di dunia, “More than 150 million,” kata Khalīfah. Akhirnya, saya berdoa bagi keselamatan perjalanan beliau, khusus ke Australia pada hari Ahad ini. Beliau berdiri dan kami ikut berdiri, acara makan malam selesai. Demikian.</p>
<p>2.	K.H. Imam Azis (Ketua PBNU Jakarta)</p>
<p>“Salam. Kepemimpinan Khalīfah Jemaat Aḥmadiyyah sangat efektif untuk mewujudkan masyarakat Islam yang kuat, baik dalam kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi, tanpa harus terlibat dalam politik. Oleh karena itu, gagasan Ḥaḍrat Mirzā Masrūr Aḥmad untuk sebuat tatanan sosial ekonomi dunia yang adil bukan suatu hal yang mustahil. Gema dan imbauan masyarakat yang adil disertai cinta dan kedamaian, dapat diciptakan tanpa hiruk-pikuk polemik politik. Saya sungguh terkesan dan mempunyai konsern yang sama dengan cita-cita jemaat Aḥmadiyyah.</p>
<p>3.	Drs. Pitoyo (CEO Koran “Tribun Jabar” Bandung)</p>
<p>“Saya merasa kagum dengan Khalīfah Mirzā Masrūr Aḥmad, ekspresi wajahnya tenang dan senyum, memberi kedamaian bagi siapa saja yang bertemu, termasuk saya. Saya baru menyadari betapa perlunya seorang pemimpin yang selalu menyuarakan perdamaian dan mendengarkan suara hati jemaahnya dari satu negara ke negara lain. Islam akan menjadi rahmat bagi semua orang. Secara pribadi saya bangga dan bersyukur bisa bertemu dengan Khalīfah dan bisa mengajukan 3 pertanyaan yang selalu menarik perhatian saya yakni:</p>
<p>a)	Mengapa Yang Mulia Mirzā Ghulām Aḥmad mengaku sebagai Nabi bukan Mujadid?<br />
b)	Apa yang menyebabkan Yang Mulia Mirzā Ghulām Aḥmad merasa dirinya menjadi Imam Mahdi?<br />
c)	Mengapa Aḥmadiyyah melarang ‘Jihad’ pada umatnya?</p>
<p>“Ketiganya dijawab dengan lengkap oleh Khalīfah.</p>
<p>“Jawaban dan foto-foto Khalīfah akan menjadi bahan disertasi saya di fakultas ilmu komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung, dengan judul, «Konstruksi Makna Nabi Baru dan Wafatnya Isa Almasih; Jemaat Aḥmadiyyah pada Umat Islam di Kota Bandung, tahun 2008—2013».</p>
<p>“Di tengah Jemaat Ahmadiyah di Singapura kemarin selama 3 hari, saya bertanya dalam hati kenapa di Indonesia demikian keras umat Islam yang lain menyikapi Ahmadiyah, padahal saya dengar sendiri tidak ada syahadat dengan tambahan kalimat yang lain, sebagaimana ditudingkan Menteri Agama. Saya begitu yakin dengan motto yang diambil dari Al-Qur’ān, ‘Love for All, Hatred for None.’ Jamaah Aḥmadiyyah menjadi potret  Islam yang damai di dunia.”</p>
<p>4.	Firman Sebastian Priatno (Protestan; Pegiat Komunitas Lintas Iman “Jakatarub” Bandung)</p>
<p>“Saya sangat bersyukur mendapat kesempatan menghadiri simposium Ahmadiyya di Singapore, merupakan suatu kehormatan untuk dapat ikut serta dan menyaksikan langsung bahkan berjumpa dengan His Holiness. </p>
<p>“Saya sangat terkesan dengan pesan yang dipaparkan oleh His Holiness sebagai figur religius yang disegani di dunia, terutama dengan semangatnya dalam meluruskan kembali pandangan dunia mengenai citra Islam sebagai agama yang damai.  </p>
<p>“Sebagai seorang non Muslim (Nasrani) dan penggiat keberagaman/pluralisme, saya sangat terkejut ketika menemukan kesamaan isi pesan His Holiness yang mewakili seluruh gerakan Ahmadiyya ini, dengan isi pesan yang saya dapatkan di ruang lingkup institusi keagamaan saya (WCC/World Council of Churches); bahwa, institusi keagamaan harus memfokuskan aktivitas ke arah Social Justice and Peace sebagai intisari spiritualitas; yang senantiasa mengingatkan kita semua bahwa Yang Empunya seluruh kekayaan alam di dunia ini hanyalah Allāh semata, kita (umat-Nya) hanya diberi kepercayaan untuk mengelolanya dalam rangka menghasilkan kemakmuran bagi sesama, bukan untuk dikuasai segelintir orang yang malah mengakibatkan kesenjangan bahkan merenggut ruang hidup bersama.</p>
<p>“Tema ‘Love for All, Hatred for None” dari Ahmadiyya dan isi pesan His Holiness tersebut sangat relevan dan selaras dengan tema ‘God of Life, Lead us to Justice and Peace’ dari World Council of Churches. Sangat penting dan saya berharap ada kerjasama antara kedua institusi tersebut yang dapat termanifestasi nyata, sebagai bukti bahwa kita bisa bersinergi dalam perbedaan sekaligus sebagai ajakan terhadap semua umat masing-masing yang tergabung ke dalamnya untuk memfokuskan energi mereka bukan pada privatisasi keselamatan, namun pada tujuan2 yang mencipta ruang untuk perdamaian dan keadilan.</p>
<p>5.	Ahmad Najib Burhani, Ph.D. (Pegiat di Maarif Institute Jakarta)</p>
<p>“Sejak saya mulai menulis disertasi di University of California, Santa Barbara (UCSB) tentang Aḥmadiyyah pada awal tahun 2011 yang lalu, saya selalu berharap untuk bisa bertemu dengan dengan Khalīfah Aḥmadiyyah, Mirzā Masrūr Aḥmad. Harapan itu baru terwujud beberapa minggu setelah saya menyelesaikan disertasi dan secara resmi menjadi Doktor dalam kajian agama.</p>
<p>“Saya sangat bersyukur diundang hadir ke Peace Symposium, ṣalāt jumat bersama Ḥuḍūr, dan berdialog langsung dengan Ḥuḍūr di Singapura.</p>
<p>“Ada tiga kegiatan utama yang saya ikut dengan penuh perhatian selama berada di Singapura, yaitu:</p>
<p>1.	Peace Symposium pada hari Kamis (26/9),<br />
2.	Mendengarkan secara langsung khoṭbah jumat yang disampaikan Ḥuḍūr dan ṣalāt jumat yang diimami Ḥuḍūr pada hari Jumat (27/9); dan,<br />
3.	Mulaqat atau bertemu langsung dan berdialog dengan Ḥuḍūr pada hari Sabtu (28/9).</p>
<p>“Meski saya bukan seorang Ahmadi, namun saya bisa merasakan kharisma dari Ḥaḍrat Mirzā Masrūr Aḥmad. Kharisma itulah yang saya lihat mampu menyatukan pengikut Aḥmadiyyah di seluruh dunia, memperkokoh keberadaan Aḥmadiyyah sebagai organisasi keagamaan di dalam Islam, dan membangun ketaatan beragama yang luar biasa bagi pengikut gerakan ini.</p>
<p>“Jika dibandingkan antara kharisma Ḥuḍūr dengan kharisma ulama NU (Nahdlatul Ulama) yang paling khōs sekalipun, maka kharisma Ḥuḍūr akan terlihat jauh lebih tinggi.</p>
<p>“Hal lain yang cukup mengesankan saya adalah upaya Aḥmadiyyah untuk menunjukkan keindahan Islam, keberagamaan yang penuh disiplin, dan pengorbanan materi demi agama. Tentang keindahan dan kedamaian Islam ini, misalnya, ditekankan berkali-kali oleh Khalīfah dalam khoṭbah jumat dan mulaqat.</p>
<p>“Meski Aḥmadiyyah mendapat tekanan dan serangan di mana-mana, mereka diminta tetap menunjukkan semangat ‘Love for All and Hatred for None’. Slogan ini pun bisa ditemukan hampir di seluruh tempat pada acara simposium ini. Kecintaan orang-orang Aḥmadiyyah kepada Khalīfah dan semangat mereka berkorban demi agama ditunjukkan dengan berbondong-bondongnya mereka ke Singapura untuk menghadiri acara ini. Sementara kedisiplinan ditunjukkan dalam acara-acara dan dalam mengatur seluruh peserta yang hadir di simposium ini.</p>
<p>“Terakhir, kesediaan Khalīfah untuk berdialog dengan kami adalah cukup memuaskan dan membahagiakan. Meski tak semua pertanyaan saya menemukan jawaban seperti yang saya harapkan, seperti mengenai family life dari Ḥuḍūr, namun secara umum apa yang ditanyakan oleh peserta yang hadir mendapat jawaban yang jelas.</p>
<p>“Meski beberapa pertanyaan cukup sensitif, Ḥuḍūr bersedia memberikan jawaban dengan dingin. Pertanyaan yang cukup sensitif itu di antaranya adalah tentang sistem khilafah di Aḥmadiyyah, reformasi keagamaan di gerakan ini, dan kema’shuman (infallible) Khalīfah.</p>
<p>“Secara singkat, Ḥuḍūr menegaskan bahwa sistem khilafah itu berbeda dari demokrasi karena khilafah hanya untuk urusan agama. Tentang reformasi keagamaan di Ahmadiyah, Ḥuḍūr mengatakan bahwa apa yang diajarkan oleh Aḥmadiyyah adalah ajaran dari Allāh dan Rasūlu′l-Lāh saw.; dan karena itu, visi ini tak perlu di reformasi. </p>
<p>“Ḥuḍūr menegaskan bahwa jika Aḥmadiyyah itu harus berubah, maka itu menunjukkan bahwa ‘We fear more to people than to Allāh.’</p>
<p>“Tentang kema’shuman Khalīfah, Ḥuḍūr menggarisbawahi bahwa ma’shum itu hanya berlaku untuk Nabi, bukan orang lain.”</p>
<p>6.	Dr. Mohammad Sodik (Dosen UIN Yogyakarta)</p>
<p>“Selamat atas suksesnya simposium perdamaian di tengah-tengah suburnya rasa permusuhan. Jemaat menunjukkan eksistensinya sebagai pioneer ‘agama cinta’, cinta Allāh, rasūlu′l-Lāh, sesama manusia, dan kehidupan semesta.”</p>
<p>7.	Irwan Masduki (Pimpinan Pondok Pesantren di Jogjakarta)</p>
<p>“Saya sekarang mengerti benar tentang Aḥmadiyyah, setelah mendengar langsung pidato dan khoṭbah Khalīfah. Bagaimana Aḥmadiyyah meletakkan Al-Qur’ān, kedudukan nabi Muḥammad saw., ḥadīṡ, dan sunnah. Ini semua menjawab tuduhan yang tidak benar tentang kenabian Mirzā Ghulām Aḥmad dan Tadzkirah. Saya sudah merasakan suasana hati pembaiatan yang didahului dengan dua kalimat syahadat Islam dan pertobatan serta janji setia kepada Almasīḥ, maka Aḥmadiyyah memang benar-benar Islam.”</p>
<p>8.	K.H. Abdul Muhaimin (ICRP &#038; Pimpinan Pesantren di Kotagede, Yogyakarta)</p>
<p>“Yang paling menarik tentang visi perdamaian ‘Love for all, Hatred for None’ yang kadang hilang di ruang publik, ini perlu dikumandangkan. Perbedaan bukan saja perlu toleransi tetapi perlu pengakuan dan apresiasi. Mestinya dengan visi Khalīfah, Ḥuḍūr speech yang inspiratif diteruskan di mana-mana.”</p>
<p>9.	Julius Felicianus (Galang Press Yogyakarta)</p>
<p>“Selamat pagi, Pak Uud (Ahmad Saifudin M). Hari ini, berita mancanegara di Harian Kedaulatan Rakyat (KR) Jogja, halaman 17, memuat acara Peace Symposium Singapore. Terima kasih telah diberi kesempatan untuk terlibat langsung dan bertemu dengan Khalīfah. Dari berita di Harian KR yang memuat foto saya dan pak bupati Wonosobo telah banyak sekali respon yang positif dan membahagiakan yang ditujukan kepada saya dari banyak teman dan kolega. Sekali lagi, terima kasih.”</p>
<p>10.	Kunto Sofianto, Ph.D. (Dosen Unpad Bandung)</p>
<p>“Ḥuḍūr memancarkan wajah yang tulus dan menerima semua umat. Saya harap orang Indonesia yang anti Aḥmadiyyah bisa bertemu langsung dengan Ḥuḍūr agar terbuka hatinya, mendengarkan keterangan Ḥuḍūr. Dan lebih dari itu, hanya Khalīfah Aḥmadiyyah yang membawa Islam ke arah perdamaian.”</p>
<p>11.	Asep Rizal Asyari (Banser NU Tasikmalaya)	</p>
<p>“Kesempatan yang luar biasa yang bisa saya dapat lewat persahabatan dunia untuk kedamaian. Ini bukti bahwa kebersamaan itu indah. Islam itu damai dan raḥmatan li′l-‘ālamīn. Pesan ini harus tersampaikan kepada publik Indonesia agar pemahaman terhadap agama Islam tidak salah. Kerukunan dan keragaman menjadi sesuatu yang mutlak dilaksanakan.”</p>
<p>12.	K.H. Saeful Abdulah (Pengurus Muhammadiyah Jawa Barat, Bandung)</p>
<p>“Saya sangat berbahagia bisa bertemu dan bersalaman dengan Khalīfah. Ini adalah sesuatu yang direncanakan Allāh swt.. Semoga Aḥmadiyyah berkembang dengan sikap sabar dan ikhlas, seperti yang ditunjukkan Khalīfah yang luar biasa hebat.”</p>
<p>13.	Yunita (Katolik; Pegiat Komunitas Lintas Iman “Jakatarub” Bandung)	</p>
<p>“Saya sangat terkesan pada acara ini. Setelah mendengar pidato Ḥuḍūr, saya menjadi mengerti bahwa Islam sangat mengutamakan kemanusiaan, keadilan dan kedamaian. Dunia saat ini membutuhkan lebih banyak tokoh agama yang menyerukan perdamaian dan mendorong umatnya untuk membela kemanusiaan, sebagaimana yang disampaikan Ḥuḍūr.”</p>
<p>14.	Wahyu Iryana (Dosen UIN Bandung)</p>
<p>“Dari pidato Khalīfah, saya bisa menangkap bahwa nilai kedamaian adalah hal yang utama untuk memupuk kebersamaan, mewujudkan persatuan umat untuk membangun dan saling mendukung satu sama lain.”</p>
<p>15.	Fauz Noor (Lapeksdam NU Tasikmalaya)</p>
<p>“Puji syukur saya bisa berjumpa dengan Khalīfah Aḥmadiyyah. Kharisma beliau sangat luar biasa. Kehangatan dan ketulusan beliau dalam membangun persahabatan antar sesama umat manusia, ini yang harus diteladani. Saya sangat patut mengucapkan terima kasih kepada saudara-saudara dari Aḥmadiyyah. Semoga persaudaraan kita tetap terjaga. Semoga Jemaat Aḥmadiyyah bisa kembali tenang menjalankan keyakinan mereka, tiada lagi kekerasan dan kenistaan. Āmīn.”</p>
<p>16.	Dr. Muhamad Sulhan (Dosen UIN Bandung)</p>
<p>“Saya sangat senang dan berterimakasih atas undangan panitia untuk bertemu dengan Khalīfah Jemaat Ahmadiyah. Saya setuju dengan pandangan perlunya memperhatikan kondisi krisis dunia saat ini yang dipenuhi dengan kekerasan, dan juga perlunya membangun pilar Islam di tengah maraknya kasus-kasus intoleransi. Kemudian, keharusan memahami perdamaian serta kehidupan saling menghargai sebagaimana yang diajarkan dalam ajaran Islam.</p>
<p>“Yang juga menjadi catatan penting saya adalah kebutuhan pendidikan bagi anak-anak tanpa membedakan latar belakang suku dan agama; juga keharusan negara berkembang bisa menikmati  kemajuan kemajuan ilimu pengetahuan dan teknologi.”</p>
<p>17.	Muhammad Isnur (LBH Jakarta)</p>
<p>“Pidato yang disampaikan Khalīfah begitu mengena dan tepat sasaran, khususnya yang terkait dengan isyu perdamaian dan konflik yang berasal dari ketidakadilan dan keserakahan penguasaan sumber alam.</p>
<p>“Khoṭbah Khalīfah tentang pentingnya menghargai agama Kristen/Katolik yang juga menggunakan istilah ‘Allāh’, pentingnya bersatu dan bersabar, menjadi lambang kemajuan serta penguat bagi Jemaat.</p>
<p>“Kesabaran dan keterbukaan dalam menjawab setiap pertanyaan, semakin menunjukkan keteduhan dan kesejukan.</p>
<p>“Kemudian kesigapan dan kedisiplinan panitia, pengurus, dan anggota Jemaat, mencerminkan adanya ukhuwah, solidaritas, dan persaudaraan yang kuat, ikhlas serta juga memperlihatkan Jemaat sebagai organisasi yang rapi dan solid.”</p>
<p>18.	 Abdul Rozak (Ketua GP Ansor Kota Bandung)</p>
<p>“Saya baru tahu kalau pembaiatan itu, anggota Jemaat sangat khidmat mengikutinya. Kalimat syahadatnya juga sama dengan umat Islam yang lain. Saya mendengar dan melihat langsung syahadat orang-orang Aḥmadiyyah, hal ini menepis isu di luar tentang syahadat Aḥmadiyyah katanya berbeda dengan syahadat umat Islam lainnya.”</p>
<p>19.	Ahmad Syafei Mufid (Litbang Departemen Agama FKUB Jakarta)</p>
<p>“Saya sangat terkesan dengan Jemaat Aḥmadiyyah yang sangat memuliakan para tamunya, menghargai perbedaan dan pengorbanannya yang tinggi untuk sebuah keyakinan.</p>
<p>“Khalīfah Aḥmadiyyah sangat sederhana dalam bertutur kata, tidak terdengar keluhan maupun kebencian terhadap orang lain atau kelompok lain yang memusuhi Aḥmadiyyah sekali pun. Terima kasih saya telah menjadi bagian yang memberi testimoni ini.”</p>
<p>20.	Zuly Qodir (Aktifis Perdamaian Antar Agama dan Rekonsiliasi; Muhammadiyah)</p>
<p>“Pertemuan dalam internasional, Symposium Islam and Peace merupakan upaya yang harus didukung oleh semua pihak; sebab, Islam pada hakekatnya adalah perdamaian. Islam bukanlah agama yang mentolerir kekerasan dan ketidakadilan maupun diskriminasi atas kelompok tertentu seperti Aḥmadiyyah. Sungguh merupakan upaya yang sangat mulia dan perlu disambut oleh khalayak tanpa memandang darimana datangnya. Manfaatnya akan jauh lebih banyak ketimbang madharatnya mengkampanyekan perdamaian dalam Islam ketimbang kekerasan. Sebuah pertemuan yang mendamaikan.”</p>
<p>Ditambahkan “Mantap, setuju banget diadakan [Peace Symposium] di Jogja atau Manado, saya udah kirim komentar kemaren. Saya tambahin sekarang:</p>
<p>1.	“Pertemuan yang menarik dan memberikan penjelasan bahwa Aḥmadiyyah tetap bekerja sekalipun dalam lindasan diskriminasi negara dan sebagian warga negara sipil di beberapa Negara.</p>
<p>2.	“Cara yang dilakukan Aḥmadiyyah patut dicontoh organisasi lain atau kelompok lain, yang menghadirkan kedamaian pada publik, tidak membalas kekerasan dengan kekerasan. Karya nyata Aḥmadiyyah patut kita acungi jempol.</p>
<p>3.	“Memberikan rasa aman adalah hal yang bisa dan harusnya dilakukan oleh negara dan warga masyarakat utuk semua kelompok keagamaan termasuk Aḥmadiyyah.</p>
<p>“Salam kami.”</p>
<p>21.	Joane Elga Sarapung (Direktur DIAN Interfidei, lembaga interfaith dialogue)</p>
<p>“Pak Saifudin yang baik. Pertama-tama, saya menyampaikan terima kasih atas undangan kepada Interfidei untuk mengikuti simposium itu. Paling tidak bisa melihat dari dekat, pimpinan Jemaat Ahmadiyah Internasional dan mendengar pemikiran beliau tentang beberapa hal yang disampaikan dalam pidatonya.</p>
<p>“Terima kasih banyak atas semua pelayanan yang luar biasa. Pengalaman berada selama beberapa jam dengan umat Aḥmadiyyah dari beberapa negara, memperkaya pengetahuan dan pemahaman saya tentang Jemaat Aḥmadiyyah internasional dan secara khusus Indonesia. Jumat pagi akan saya share (secara resmi) kepada teman-teman dalam rapat.</p>
<p>“Kedua, bagi saya, pertemuan di Singapura itu, bila sampai ke ‘telinga’ para pejabat negara RI, mudah-mudahan dianggap sebagai kritik positif dan konstruktif, bukan sebagai tampilan ‘cari gara-gara’. Mengapa? Harusnya pertemuan semacam ini bisa diadakan di Indonesia [lagi] seperti yang terjadi pada tahun 2001 (?)—atau saya kelirukah?</p>
<p>“Saya sama sekali tidak melihat ‘kesesatan’, atau ‘bukan Islam yang benar’, bahkan tidak merasa aneh ketika berada bersama dengan dan berada di tengah-tengah umat muslim-Aḥmadiyyah. Tetapi, mengapa di negara kita menganggap dan memperlakukan, bukan saja tidak konstitusional tetapi juga tidak manusiawi. Dan paling parah, karena negara mengikuti tuntutan dari kelompok kecil orang yang sok beragama dan memakai kekerasan untuk mengekspresikan ‘kesombongan beragama’ mereka itu?</p>
<p>“Anyway, mungkin kali berikut, kita coba adakan di Yogya (atau, atas permbicaraan Pak Kyai Husein dan saya, kita coba adakan di Manado atau di Bali deh. He he.</p>
<p>“Ketiga, dalam kaitan dengan hal ini, saya sangat terkesan dengan ‘remarks’ dari pidato yang mewakili pemerintah Singapura dan mantan Dubes Singapore di beberapa negara Islam (yang mayoritas penduduknya beragama Islam, termasuk Indonesia). Bagi saya, harusnya begitulah negara harus bersikap: jelas, tegas, berani. Sebenarnya kalau ada transkrip juga dari remarks mereka akan sangat baik.</p>
<p>“Keempat, terkait dengan itu, terus terang sejak dari Yogya, berharap sekali untuk mendengar, apa kata ‘beliau’ tentang kenyataan tantangan yang dihadapi Jemaat Ahmadiyah di beberapa negara termasuk di Indonesia. Tetapi, boleh jadi itu merupakan—lagi-lagi ‘cara’ Jemaat Aḥmadiyyah. Sengaja tidak disampaikan atau disampaikan secara internal saja, di mesjid selama ṣalāt Jumat atau hanya di kalangan para petinggi Ahmadiyah di tiga negara.</p>
<p>“Mengapa saya penasaran? Ini terkait dengan pertanyaan saya selalu, yang juga pernah saya sampaikan dalam sambutan acara di Perpustakaan Arif Rahman Hakim tahun lalu, ‘Mengapa Jemaat Ahmadiyah hanya &#8220;diam&#8221; terhadap apa yang diperlakukan kepada mereka?’</p>
<p>“Begitulah! Tapi, tidak apa-apa. Namanya harapan, kadang-kadang, tidak terkabul juga toh? He he he.</p>
<p>“Kelima, karena saya tidak ikut di hari Jumat. Saya berharap teman-teman dari Indonesia (yang non-Aḥmadiyyah, kata mas Zuly, sudah dibaiat? He he, bergurau!) jadi bertemu Beliau dan sempat ngobrol. Sekali lagi, terima kasih banyak atas undangan kepada Interfidei dan saya senang bisa hadir sekali pun hanya untuk hari pertama. Tolong kalau ada transkrip dari dua remarks itu, sekaligus ada bahasa Indonesianya, dikirim ya.</p>
<p>“Sampaikan salam hangat untuk semua Ibu/Bapak dan anak-anak muda yang sudah ikut bersibuk-sibuk membantu dan melayani saya/kami semua. Semoga semuanya menjadi berkat bagi orang banyak. Kita tetap berjalan bersama-sama dan saling menguatkan.”[]</p>
<p>Disusun oleh : Mahmud Mubarik dan Ahmad Saifudin Mutaqi  (466) pembaca</p>
<p>The post <a href="/ahmadiyah-islam-damai-dibangun-di-atas-landasan-cinta-untuk-semua-tanpa-benci-untuk-siapa-pun/">Islam Damai Dibangun di atas Landasan “Cinta untuk Semua tanpa Benci [untuk] Siapa pun”</a> appeared first on <a href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warta-ahmadiyah.org/ahmadiyah-islam-damai-dibangun-di-atas-landasan-cinta-untuk-semua-tanpa-benci-untuk-siapa-pun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Muslim Jerman Mendapatkan Hak-Hak dan Kewajibannya</title>
		<link>http://warta-ahmadiyah.org/muslim-jerman-mendapatkan-hak-hak-dan-kewajibannya/</link>
		<comments>http://warta-ahmadiyah.org/muslim-jerman-mendapatkan-hak-hak-dan-kewajibannya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Jun 2013 12:35:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>warta-ahmadiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadi]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah jerman]]></category>
		<category><![CDATA[damai]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[muslim jerman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warta-ahmadiyah.org/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[<p>Muslim Jerman Mendapatkan Hak-Hak dan Kewajibannya Untuk pertama kalinya di Jerman, sebuah Komunitas Muslim telah diberikan status badan hukum (korporasi) di bawah hukum publik. Abdullah Uwe Wagishauser, Amirnya mengatakan kepada DW bahwa pemberian status ini melingkupi hak-hak sekaligus tanggung jawab. Menteri Kebudayaan di negara bagian Hesse untuk pertama kalinya telah memberikan status badan hukum (korporasi) [&#8230;]</p><p>The post <a href="/muslim-jerman-mendapatkan-hak-hak-dan-kewajibannya/">Muslim Jerman Mendapatkan Hak-Hak dan Kewajibannya</a> appeared first on <a href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div align="center">
<p style="text-align: center;"><strong>Muslim Jerman Mendapatkan Hak-Hak dan Kewajibannya</strong><br />
<a href="/wp-content/uploads/2013/06/masjid.jpg"><img class="size-medium wp-image-13 aligncenter" alt="masjid" src="/wp-content/uploads/2013/06/masjid-300x168.jpg" width="300" height="168" /></a></p>
<p align="justify">Untuk pertama kalinya di Jerman, sebuah Komunitas Muslim telah diberikan status badan hukum (korporasi) di bawah hukum publik. Abdullah Uwe Wagishauser, Amirnya mengatakan kepada DW bahwa pemberian status ini melingkupi hak-hak sekaligus tanggung jawab.</p>
<p align="justify">Menteri Kebudayaan di negara bagian Hesse untuk pertama kalinya telah memberikan status badan hukum (korporasi) di bawah hukum publik kepada Jemaat Muslim Ahmadiyah di Frankfurt.</p>
<p align="justify">Secara legal, status baru ini menempatkan Ahmadiyah setara dengan gereja-gereja Kristen arus utama dan komunitas Yahudi di Jerman. Status publik ini memberikan Ahmadiyah hak-hak tertentu, termasuk hak untuk mengesahkan aturan-aturan bagi organisasi mereka dan mengumpulkan pajak dari para anggotanya.</p>
<p align="justify">Abdullah Uwe Wagishauser telah menjabat sebagai Amir Jemaat Ahmadiyah Jerman sejak tahun 1984. Aktif di Jerman sejak 1950-an, Ahmadiyah memiliki 39 masjid dan 35.000 anggota di 225 cabang dan mereka telah dianggap sebagai sebuah gerakan reformis Islam yang moderat.</p>
<div id="attachment_14" class="wp-caption alignleft" style="width: 231px"><a href="/wp-content/uploads/2013/06/Abdullah-Uwe-Wagishauser.jpg"><img class="size-medium wp-image-14 " alt="Abdullah Uwe Wagishauser" src="/wp-content/uploads/2013/06/Abdullah-Uwe-Wagishauser-221x300.jpg" width="221" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Abdullah Uwe Wagishauser</p></div>
<p><em><strong>DW</strong>: Apa tujuan komunitas agama anda didirikan?</em></p>
<p align="justify"><strong>Abdullah Uwe Wagishauser</strong>: Kami berdiri demi Islam, untuk Islam yang damai, untuk Islam yang sesuai dengan hukum negara yang kami tempati seperti yang terjadi 1400 tahun yang lalu.</p>
<p align="justify"><em>Ahmadiyah telah diberikan status korporasi publik karena sebagian sekolah dasar di Hesse akan diberikan pendidikan agama Islam untuk pertama kalinya saat tahun ajaran baru dimulai. Negara federal membutuhkan mitra yang tepat untuk proyek tersebut. Apakah hal ini mempercepat proses pengakuan?</em></p>
<p align="justify">Pastinya, ada banyak hal yang belum kami miliki untuk komisi- misalnya laporan isu-isu mengenai studi agama atau laporan hukum. Itu sudah ada, sehingga kita bisa mulai dari sana.</p>
<p align="justify"><em>Apakah ada penentangan, yang protes &#8211; atau apakah perolehan pengakuan ini berjalan lancar?</em></p>
<p align="justify">Pengakuan ini adalah murni sebuah tindakan administrasi. Di bawah hukum Jerman, publik tidak dimintai pendapatnya. Tidak ada yang menentang dari sisi ini. Ada beberapa pertanyaan-pertanyaan berkenaaan dengan hukum. Prosesnya cukup cepat dan kami senang menyaksikan betapa cepatnya proses ini mengarah pada pengakuan. Kami kerap bertemu dengan orang-orang penuh pengertian dan yang terbuka di dalam pemerintah negara bagian Hesse dan Kementerian Kebudayaan. Kami tidak pernah mengalami kesulitan-kesulitan berarti. Komunikasi berjalan baik &#8211; saya katakan hubungan ini benar-benar harmonis.</p>
<p align="justify"><em>Apa saja hak-hak baru bagi Ahmadiyah?</em></p>
<p align="justify">Dengan status kami sekarang berarti kami dapat membangun fondasi dan dengan demikian kami dapat melegalkan institusi Imam kami dan mengubahnya menjadi sebuah lembaga negara &#8211; untuk saat ini institusi tersebut seperti sebuah akademi. Selanjutnya kami sedang rencanakan dapat mengatur pemakaman bagi Muslim. Kami bisa mendapatkan kursi di dewan pengawas penyiaran publik, meskipun saya tidak menyangka mereka akan menawari kami tanpa diminta. Kami bisa mengajukan waktu khusus untuk penyiaran agama di stasiun-stasiun publik. Ketika skema perencanaan kota dirancang, kami dapat mengajukan apa yang menjadi perhatian Muslim, yang mungkin penting di Hesse saat masjid-masjid dibangun. Itulah beberapa hak yang kami dapat. Kami masih harus mencari tahu apa ada hak-hak yang lain, di area yang kurang yuridiksi lengkap.</p>
<p align="justify"><em>Bisakah anda mengumpulkan pajak dari anggota anda seperti Gereja Jerman?</em></p>
<p align="justify">Kami bisa melakukan itu, tapi kami sudah memiliki sistem pendanaan yang baik dan sangat komunikatif. Ini memang sebuah kebutuhan namun kami belum perlukan untuk saat ini</p>
<p align="justify"><em>Itu adalah sebagian dari hak-hak &#8211; bagaimana dengan tanggung jawab yang ada?</em></p>
<p align="justify">Tentu saja seperti halnya anda memiliki tanggung jawab untuk menjadi bagian dari bangsa ini, begitu juga dengan kami. Status kami sebelumnya adalah bagian dari sebuah asosiasi, kami tergabung dalam klub atletik dan perkumpulan budaya. Dan sekarang kami setingkat dengan Komunitas Agama Kristen dan Yahudi, yang menempatkan kami pada tingkat yang sama seperti komunitas-komunitas itu. Status kami ini mendorong kami untuk melakukan lebih banyak kewajiban seperti pekerjaan sosial, merawat jompo, pelayanan rumah sakit dan kebutuhan spiritual di penjara atau di angkatan bersenjata.</p>
<p align="justify"><em>Apa peluang masa depan yang anda bisa lihat untuk komunitas agama anda dengan status baru ini?</em></p>
<p align="justify">Salah satu harapan kami dengan status ini ialah akan memberikan arah baru untuk pembahasan apakah Islam bagian dari Jerman atau bukan. Hal ini benar-benar suatu hal yang tentu saja akan terus berkembang, dan umat Islam kemudian dianggap sebagai bagian utuh dari masyarakat dengan segala hak dan kewajiban yang diberikan kepada mereka yang harus ditunaikan. Dan nantinya akan menjadi hal lumrah saat umat Islam ikut ambil bagian dalam membentuk masyarakat ini, membentuknya dengan cara yang positif.</p>
<p><a href="http://www.dw.de/muslims-in-germany-have-rights-and-obligations/a-16888992" target="_blank">Sumber asli</a><br />
<a href="http://arhlibrary.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=345:muslim-jerman-mendapatkan-hak-hak-dan-kewajibannya-dwde--ahmadiyah-news&amp;catid=7:internasional&amp;Itemid=11" target="_blank">Sumber bahasa Indonesia</a></p>
<p>Alih bahasa: Mln. Khaeruddin Ahmad Jusmansyah</p>
</div>
<p>Editor: Iin Qurrotul Ain binti T Hidayatullah (102) pembaca</p>
<p>The post <a href="/muslim-jerman-mendapatkan-hak-hak-dan-kewajibannya/">Muslim Jerman Mendapatkan Hak-Hak dan Kewajibannya</a> appeared first on <a href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warta-ahmadiyah.org/muslim-jerman-mendapatkan-hak-hak-dan-kewajibannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

 Served from: warta-ahmadiyah.org @ 2013-11-04 09:18:35 by W3 Total Cache -->