<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Warta Ahmadiyah &#187; Persekusi</title>
	<atom:link href="/persekusi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://warta-ahmadiyah.org</link>
	<description>Serba Serbi Jamaah Muslim Ahmadiyah</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Feb 2015 05:21:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=4.1.1</generator>
	<item>
		<title>Laporan Persekusi Terhadap Ahmadiyah Pakistan Tahun 2014</title>
		<link>http://warta-ahmadiyah.org/laporan-persekusi-ahmadiyah-pakistan-2014/</link>
		<comments>http://warta-ahmadiyah.org/laporan-persekusi-ahmadiyah-pakistan-2014/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2015 10:23:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[warta-ahmadiyah]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Mancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[Persekusi]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[2014]]></category>
		<category><![CDATA[2015]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadi]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyya]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[pakistan]]></category>
		<category><![CDATA[UK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warta-ahmadiyah.org/?p=3503</guid>
		<description><![CDATA[<p>Ekstremis di Pakistan membunuh sebelas Muslim Ahmadi dalam serangan berbasis agama selama 2014. Dalam sebuah insiden, massa yang berjumlah 150 orang menyerang sebuah lingkungan Muslim Ahmadi di Gujranwala dan mengunci sekelompok Muslim Ahmadi di rumah sebelum melakukan pembakaran yang menewaskan seorang wanita, dua anak-anak dan satu anak yang masih dalam kandungan. Serangan lainnya termasuk seorang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/laporan-persekusi-ahmadiyah-pakistan-2014/">Laporan Persekusi Terhadap Ahmadiyah Pakistan Tahun 2014</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>
<div class='yarpp-related-rss'>
<h3>Related posts:</h3><ol>
<li><a href="/taliban-telah-memenggal-seorang-pria-ahmadi-pakistan-yang-diculik-sejak-2009/" rel="bookmark" title="Taliban Telah Memenggal Seorang Pria Ahmadi Pakistan yang Diculik Sejak 2009">Taliban Telah Memenggal Seorang Pria Ahmadi Pakistan yang Diculik Sejak 2009 </a></li>
<li><a href="/massa-menyerang-dan-membunuh-muslim-ahmadi-pakistan/" rel="bookmark" title="Sejumlah Massa Menyerang dan Membunuh 3 Muslim Ahmadi Pakistan">Sejumlah Massa Menyerang dan Membunuh 3 Muslim Ahmadi Pakistan </a></li>
<li><a href="/penutupan-jalsah-salanah-qadian-2014/" rel="bookmark" title="Penutupan Jalsah Salanah Qadian 2014">Penutupan Jalsah Salanah Qadian 2014 </a></li>
</ol>

<div style="display:none;">YARPP powered by AdBistro</div><a href="http://www.yarpp.com" class="yarpp-promote" target="_blank">Powered by</a></div>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Ekstremis di Pakistan membunuh sebelas Muslim Ahmadi dalam serangan berbasis agama selama 2014.</strong></p>
<p align="justify">Dalam sebuah insiden, massa yang berjumlah 150 orang menyerang sebuah lingkungan Muslim Ahmadi di Gujranwala dan mengunci sekelompok Muslim Ahmadi di rumah sebelum melakukan pembakaran yang menewaskan seorang wanita, dua anak-anak dan satu anak yang masih dalam kandungan.</p>
<p align="justify">Serangan lainnya termasuk seorang polisi yang menahan seorang Muslim Ahmadi Muslim dengan tuduhan praktik &#8220;penghujatan&#8221; imannya, sebelum mengizinkan seorang anak daerah tersebut memasuki sel dan ia menembak tahanan tersebut hingga tewas.</p>
<p align="justify">Contoh lainnya, seorang ahli bedah jantung Muslim Ahamdi Amerika melakukan perjalanan ke Pakistan dalam rangka misi kemanusiaan selama tiga minggu, sebelum dibunuh secara brutal kdikarenakan imannya.</p>
<p align="justify">Meskipun penganiayaan terus berlangsung, Muslim Ahmadiyah Pakistan dan di seluruh dunia menanggapi hanya dengan cara doa, kesabaran dan patuh terhadap hukum. P<a title="pdf" href="https://drive.google.com/file/d/0BznWZgv7Xc6VR3J6Q011S3hqN2s" target="_blank">ada tautan pdf kami menyajikan laporan lengkap tentang Muslim Ahmadi yang menjadi martir karena iman mereka pada tahun 2014</a>.</p>
<p align="justify">Sumber : <a title="pressahmadiyya" href="http://www.pressahmadiyya.com/2015/02/pakistan-persecution-2014-martyrs.html" target="_blank">pressahmadiyya</a></p>
<p align="justify">
<p>The post <a rel="nofollow" href="/laporan-persekusi-ahmadiyah-pakistan-2014/">Laporan Persekusi Terhadap Ahmadiyah Pakistan Tahun 2014</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>
<div class='yarpp-related-rss'>
<h3>Related posts:</h3><ol>
<li><a href="/taliban-telah-memenggal-seorang-pria-ahmadi-pakistan-yang-diculik-sejak-2009/" rel="bookmark" title="Taliban Telah Memenggal Seorang Pria Ahmadi Pakistan yang Diculik Sejak 2009">Taliban Telah Memenggal Seorang Pria Ahmadi Pakistan yang Diculik Sejak 2009 </a></li>
<li><a href="/massa-menyerang-dan-membunuh-muslim-ahmadi-pakistan/" rel="bookmark" title="Sejumlah Massa Menyerang dan Membunuh 3 Muslim Ahmadi Pakistan">Sejumlah Massa Menyerang dan Membunuh 3 Muslim Ahmadi Pakistan </a></li>
<li><a href="/penutupan-jalsah-salanah-qadian-2014/" rel="bookmark" title="Penutupan Jalsah Salanah Qadian 2014">Penutupan Jalsah Salanah Qadian 2014 </a></li>
</ol>
<p><div style="display:none;">YARPP powered by AdBistro</div><a href="http://www.yarpp.com" class="yarpp-promote" target="_blank">Powered by</a></p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warta-ahmadiyah.org/laporan-persekusi-ahmadiyah-pakistan-2014/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jamaah Muslim Ahmadiyah Mengecam Penyerangan Terhadap Masjid Syi&#8217;ah</title>
		<link>http://warta-ahmadiyah.org/ahmadiyah-mengecam-penyerangan-syiah/</link>
		<comments>http://warta-ahmadiyah.org/ahmadiyah-mengecam-penyerangan-syiah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2015 05:06:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[warta-ahmadiyah]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Mancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[Persekusi]]></category>
		<category><![CDATA[Siaran Pers]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadi]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyya]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[pakistan]]></category>
		<category><![CDATA[syiah]]></category>
		<category><![CDATA[UK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warta-ahmadiyah.org/?p=3458</guid>
		<description><![CDATA[<p>Belasan warga Pakistan yang tidak bersalah tewas dalam serangan bom di Hari Jum&#8217;at. Jamaah Muslim Ahmadiyah dengan tegas mengutuk serangan terhadap sebuah masjid Syiah di Shikarpur, Pakistan pada pagi hari (30 Januari-red), di mana dilaporkan bahwa sejumlah orang telah tewas. Belasungkawa dan doa kami menyertai korban dan mereka semua yang terkena dampak dari serangan jahat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/ahmadiyah-mengecam-penyerangan-syiah/">Jamaah Muslim Ahmadiyah Mengecam Penyerangan Terhadap Masjid Syi&#8217;ah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>
<div class='yarpp-related-rss'>
<h3>Related posts:</h3><ol>
<li><a href="/khalifah-mengutuk-penyerangan-sekolah-di-peshawar-dan-mendoakan-para-korban/" rel="bookmark" title="Khalifah Mengutuk Penyerangan Sekolah di Peshawar dan Mendoakan Para Korban">Khalifah Mengutuk Penyerangan Sekolah di Peshawar dan Mendoakan Para Korban </a></li>
<li><a href="/khalifah-islam-ahmadiyah-mengutuk-penyerangan-gujranwala/" rel="bookmark" title="Khalifah Islam Ahmadiyah Mengutuk Penyerangan Gujranwala">Khalifah Islam Ahmadiyah Mengutuk Penyerangan Gujranwala </a></li>
<li><a href="/khalifah-ahmadiyah-mengecam/" rel="bookmark" title="Khalifah Ahmadiyah mengecam serangan teror di Prancis">Khalifah Ahmadiyah mengecam serangan teror di Prancis </a></li>
</ol>

<div style="display:none;">YARPP powered by AdBistro</div><a href="http://www.yarpp.com" class="yarpp-promote" target="_blank">Powered by</a></div>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Belasan warga Pakistan yang tidak bersalah tewas dalam serangan bom di Hari Jum&#8217;at.</p>
<p align="justify">Jamaah Muslim Ahmadiyah dengan tegas mengutuk serangan terhadap sebuah masjid Syiah di Shikarpur, Pakistan pada pagi hari (30 Januari-red), di mana dilaporkan bahwa sejumlah orang telah tewas.</p>
<p align="justify">Belasungkawa dan doa kami menyertai korban dan mereka semua yang terkena dampak dari serangan jahat dan biadab ini. Kami ingin menyampaikan simpati yang tulus dan belasungkawa kepada semua pihak yang berduka ditinggalkan dan Jamaah Muslim Ahmadiyah siap untuk membantu mereka yang membutuhkan dengan cara apapun yang diperlukan.</p>
<p>Sumber : <a title="pressahmadiyya" href="http://www.pressahmadiyya.com/2015/01/shia-mosque-attack-condemnation.html" target="_blank">pressahmadiyya</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/ahmadiyah-mengecam-penyerangan-syiah/">Jamaah Muslim Ahmadiyah Mengecam Penyerangan Terhadap Masjid Syi&#8217;ah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>
<div class='yarpp-related-rss'>
<h3>Related posts:</h3><ol>
<li><a href="/khalifah-mengutuk-penyerangan-sekolah-di-peshawar-dan-mendoakan-para-korban/" rel="bookmark" title="Khalifah Mengutuk Penyerangan Sekolah di Peshawar dan Mendoakan Para Korban">Khalifah Mengutuk Penyerangan Sekolah di Peshawar dan Mendoakan Para Korban </a></li>
<li><a href="/khalifah-islam-ahmadiyah-mengutuk-penyerangan-gujranwala/" rel="bookmark" title="Khalifah Islam Ahmadiyah Mengutuk Penyerangan Gujranwala">Khalifah Islam Ahmadiyah Mengutuk Penyerangan Gujranwala </a></li>
<li><a href="/khalifah-ahmadiyah-mengecam/" rel="bookmark" title="Khalifah Ahmadiyah mengecam serangan teror di Prancis">Khalifah Ahmadiyah mengecam serangan teror di Prancis </a></li>
</ol>
<p><div style="display:none;">YARPP powered by AdBistro</div><a href="http://www.yarpp.com" class="yarpp-promote" target="_blank">Powered by</a></p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warta-ahmadiyah.org/ahmadiyah-mengecam-penyerangan-syiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>‘Time of Tolerance’ may be coming to end in Indonesia</title>
		<link>http://warta-ahmadiyah.org/time-tolerance-may-coming-end-indonesia/</link>
		<comments>http://warta-ahmadiyah.org/time-tolerance-may-coming-end-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2014 07:10:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[warta-ahmadiyah]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Persekusi]]></category>
		<category><![CDATA[Perspektif]]></category>
		<category><![CDATA[2014]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadi]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Basuki Tjahaja Purnama]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Ciamis]]></category>
		<category><![CDATA[Desember 2014]]></category>
		<category><![CDATA[FPI]]></category>
		<category><![CDATA[GKI Yasmin]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[Hindu]]></category>
		<category><![CDATA[human rights]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[interfaith]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta Globe]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Widodo]]></category>
		<category><![CDATA[Komnas HAM]]></category>
		<category><![CDATA[KontraS]]></category>
		<category><![CDATA[Lukman Hakim Saifuddin]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[ORI]]></category>
		<category><![CDATA[Protestan]]></category>
		<category><![CDATA[UK]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warta-ahmadiyah.org/?p=3355</guid>
		<description><![CDATA[<p>Jakarta Globe Politics of Peace: Focus on national elections has been touted as the cause behind decreased religious violence in 2014 By Kennial Caroline Laia on 12:14 am Dec 29, 2014 Jakarta. The absence of major cases of violence stemming from religious intolerance in Indonesia this year by no means indicates that the issue has been [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/time-tolerance-may-coming-end-indonesia/">‘Time of Tolerance’ may be coming to end in Indonesia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>
<div class='yarpp-related-rss'>
<h3>Related posts:</h3><ol>
<li><a href="/senyap-gorontalo/" rel="bookmark" title="‘Senyap’ screened at  IAIN Gorontalo">‘Senyap’ screened at  IAIN Gorontalo </a></li>
<li><a href="/ahmadiyah-religious-intolerance/" rel="bookmark" title="Voting against Indonesia’s religious intolerance">Voting against Indonesia’s religious intolerance </a></li>
<li><a href="/criminalizing-beliefs/" rel="bookmark" title="Time to stop criminalizing beliefs in Indonesia">Time to stop criminalizing beliefs in Indonesia </a></li>
</ol>

<div style="display:none;">YARPP powered by AdBistro</div><a href="http://www.yarpp.com" class="yarpp-promote" target="_blank">Powered by</a></div>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://thejakartaglobe.beritasatu.com/news/time-tolerance-may-coming-end-indonesia/" title="‘Time of Tolerance’ May Be Coming to End in Indonesia (akses: 20141230; 1107 WIB)" target="_blank">Jakarta Globe</a></p>
<p><em>Politics of Peace: Focus on national elections has been touted as the cause behind decreased religious violence in 2014<br />
</em><br />
By <strong>Kennial Caroline Laia</strong> on 12:14 am Dec 29, 2014</p>
<p><strong>Jakarta</strong>. The absence of major cases of violence stemming from religious intolerance in Indonesia this year by no means indicates that the issue has been resolved. Observers noted that political euphoria during Indonesia’s election year has diverted many sentiments of intolerance to the political arena, while poor law enforcement is still considered a main culprit behind lingering, if not growing intolerance.</p>
<p>Islamic scholar Azyumardi Azra said the condition of religious tolerance in Indonesia this year was better than last year in that there were no major cases as had been recorded in previous years.</p>
<p>“Overall, this year is much better than last year. Public tolerance has improved. There’s no big case we should be alarmed of,” Azyumardi told the Jakarta Globe last week.</p>
<p>The history professor from Syarif Hidayatullah State Islamic University, however, scrutinized the intense use of religious sentiment during the elections, for both the legislative elections on April 9 and the presidential race on July 9.</p>
<p>“One thing that must be highlighted this year is the utilization of religion as political means during presidential campaigns,” he said, referring especially to rampant smear campaign against candidate Joko Widodo, who has become Indonesia’s seventh president.</p>
<p>Joko, a Javanese-born Muslim, was called a Chinese Christian, a missionary, a Zionist underling and a communist agent, among other things, in smear messages circulating freely via text messages, chat services and social media platforms among Indonesian voters.</p>
<p>Azyumardi said it was luck that although many voters might have been swayed by the smears, none were inspired to commit violence.</p>
<p>“Fortunately, [the use] of religious sentiments appear to have had no significant effect on voters in that they didn’t ignite violence,” he said.</p>
<p>Muhammad Nurkhoiron, a commissioner with the National Commission on Human Rights, better known as Komnas HAM, said the election festivities rendered religious intolerance issues abandoned this year, resulting in no significant progress being made to address the problem.</p>
<p>“In 2014, no specific policy has been made to ensure better minority protection because of focus on the electoral process between April and July,” Nurkhoiron said last week.</p>
<p>He called efforts to improve religious tolerance in Indonesia a “stagnant” process.</p>
<p>“There are still rallies on minorities’ places of worship, hate speeches in social media and even public demonstrations against a Chinese Christian government official.”</p>
<p>He was referring to Jakarta Governor Basuki Tjahaja Purnama, formerly deputy governor to Joko, whose ascent to the top job in the capital was marked with rallies by hard-line groups such as the Islamic Defenders Front (FPI) who objected to predominantly Muslim Jakarta being ruled by a Christian governor.</p>
<p>Among cases of religious intolerance that made media headlines in Indonesia this year are an FPI attack against members of the minority Islamic sect Ahmadiyah in Ciamis, West Java in June; the ban on hijab in a number of schools in predominantly Hindu Bali; and the attack on a house hosting a Catholic mass in Yogyakarta in May.</p>
<p>Nurkhoiron said radical mobs especially had been encouraged to keep launching attacks against the minority due to poor law enforcement. Even in the absence of a law specifically guaranteeing the right to religious freedom for minorities, any cases of violence and assaults should be considered crimes, in line with the Criminal Code.</p>
<p>“The police must protect the people, both from the minority and the majority. Sadly, the police often take side with the majority,“ he said.</p>
<p>Nurkhoiron added the intolerance and violence cases were often encouraged or aggravated by some regulations, as well as fatwas issued by local ulema, such as edits of the Indonesian Council of Ulema, or MUI.</p>
<p>Hard-line groups such as the FPI have based their violent protests against the Ahmadist on an edict issued by the MUI in 2005 that read: “Ahmadiyah isn’t part of Islam. It is deviant and misleading. Therefore, people who adhere to the religion are infidels.”</p>
<p>“An edict isn’t a law product but is a social product created by and applied for certain communities. Should the edict violate the existing and official laws, it is the task of law enforcers to warn people [against the edict],” he said.</p>
<p>The Jakarta Globe attempted to contact MUI chairman Din Syamsuddin for comment, but he didn’t return the Jakarta Globe’s calls and text messages.</p>
<p>An outdated, but still often used decree issued by Indonesia’s first president Sukarno in 1965 is another example of discriminatory regulations against Muslims who have different interpretations on Islam from the mainstream Muslim communities, Nukhorison added.</p>
<p>Despite the little progress, he said 2014 offered a ray of hope.</p>
<p>“The religious minister this year has given a green light to support minority groups. We are waiting for [the realization],” Nurkhoiron says.</p>
<p>Religious Affairs Minister Lukman Hakim Saifuddin last week said the ministry was drafting a bill on religious tolerance that would guarantee one’s right to freedom of religion, including protection of minority religious groups.</p>
<p>Earlier in July, Lukman won praise from rights activists and minority groups as he said he recognized Baha’i as a faith, although he later clarified that it was his personal opinion, not a policy of the government.</p>
<p>Indonesia recognizes six official religions: Islam, Protestantism, Catholicism, Buddhism, Hinduism and Confucianism.</p>
<p>Haris Azhar, coordinator of the Commission for Missing Persons and Victims of Violence (Kontras), emphasized the need for real actions in the form of law enforcement against those who commit violence on behalf of religion.</p>
<p>“So far, there haven’t been real actions made by the government to address intolerance cases in many areas in Indonesia. Although there has been statement from the minister, I’m afraid it could be no more than a saccharine promise,” Haris said.</p>
<p>“The government often forgets that intolerance cannot be addressed by mere stack of papers consisting of regulations. No matter how many laws you propose, without firm actions by from law enforcers, there will still be groups that commit violence on behalf of religion.”</p>
<p>He further added that the drafted bill would be useless if the government did nothing to revoke bylaws that were against the spirit of the bill.</p>
<p>Bylaws in several regions in Indonesia have been subject to rights activists’ criticism because they are considered discriminatory, most notably in Aceh, the only province in Indonesia allowed to adopt the sharia bylaw following its history of secessionist rebellion.</p>
<p>Azyumardi added it was also imperative for the government to take proactive measures to prevent religious-based violence by bridging the gap between interfaith communities in Indonesia.</p>
<p>“We must consolidate our democracy locally. If not, people will get more fragmented and more violence are likely to happen,” Azyumardi says.</p>
<p>Meanwhile, members of GKI Yasmin congregation in Bogor remained unable to hold a Christmas service inside their church on Thursday. This is the fifth year that they have been unable to hold Christmas service in the church since it was sealed by local authorities in 2010.</p>
<p>GKI Yasmin obtained a permit to open a church in Bogor in 2006, but the permit was later revoked by the municipal government following pressure from local hard-line Islamic groups.</p>
<p>A Supreme Court ruling later overruled the local authority decision, compelling the Bogor administration to reopen the church, but even the new Bogor mayor, Bima Arya Sugiarto, who was elected last year, has refused to comply.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/time-tolerance-may-coming-end-indonesia/">‘Time of Tolerance’ may be coming to end in Indonesia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>
<div class='yarpp-related-rss'>
<h3>Related posts:</h3><ol>
<li><a href="/senyap-gorontalo/" rel="bookmark" title="‘Senyap’ screened at  IAIN Gorontalo">‘Senyap’ screened at  IAIN Gorontalo </a></li>
<li><a href="/ahmadiyah-religious-intolerance/" rel="bookmark" title="Voting against Indonesia’s religious intolerance">Voting against Indonesia’s religious intolerance </a></li>
<li><a href="/criminalizing-beliefs/" rel="bookmark" title="Time to stop criminalizing beliefs in Indonesia">Time to stop criminalizing beliefs in Indonesia </a></li>
</ol>
<p><div style="display:none;">YARPP powered by AdBistro</div><a href="http://www.yarpp.com" class="yarpp-promote" target="_blank">Powered by</a></p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warta-ahmadiyah.org/time-tolerance-may-coming-end-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Catatan The Wahid Institute tentang potret kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia</title>
		<link>http://warta-ahmadiyah.org/catatan-the-wahid-institute-tentang-potret-kebebasan-beragama-dan-berkeyakinan-di-indonesia/</link>
		<comments>http://warta-ahmadiyah.org/catatan-the-wahid-institute-tentang-potret-kebebasan-beragama-dan-berkeyakinan-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2014 01:40:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[warta-ahmadiyah]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Persekusi]]></category>
		<category><![CDATA[Perspektif]]></category>
		<category><![CDATA[2014]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadi]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[AMAN]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Desember 2014]]></category>
		<category><![CDATA[GKI Yasmin]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Pos]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Widodo]]></category>
		<category><![CDATA[JokoWi]]></category>
		<category><![CDATA[KBB]]></category>
		<category><![CDATA[kebebasan beragama]]></category>
		<category><![CDATA[Komnas HAM]]></category>
		<category><![CDATA[M Imdadun Rahmat]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[ORI]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[syiah]]></category>
		<category><![CDATA[UK]]></category>
		<category><![CDATA[Wahid Institute]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warta-ahmadiyah.org/?p=3344</guid>
		<description><![CDATA[<p>&#8220;Hingga saat ini, ratusan warga Syiah dan Ahmadiyah masih menjadi pengungsi, setelah keyakinan mereka ditolak warga di kampung halaman mereka,&#8221; ujarnya istri politikus Gerindra Dhohir Farizi itu. Lebih Mudah Dirikan Diskotek daripada Tempat Ibadah Jawa Pos ¦ 30 Desember 2014, 05:07 WIB GAMBAR: BANYAK PELANGGARAN: Yenny Wahid dalam keterangan pers di kantor The Wahid Institute, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/catatan-the-wahid-institute-tentang-potret-kebebasan-beragama-dan-berkeyakinan-di-indonesia/">Catatan The Wahid Institute tentang potret kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>
<div class='yarpp-related-rss'>
<h3>Related posts:</h3><ol>
<li><a href="/yenny-wahid-tagih-janji-jokowi-jk-wujudkan-kebebasan-beragama/" rel="bookmark" title="Yenny Wahid tagih janji Jokowi-JK wujudkan kebebasan beragama">Yenny Wahid tagih janji Jokowi-JK wujudkan kebebasan beragama </a></li>
<li><a href="/wahid-institute-desak-pemerintah-perbaiki-regulasi-diskriminatif-bagi-minoritas/" rel="bookmark" title="Wahid Institute desak pemerintah perbaiki regulasi diskriminatif bagi minoritas">Wahid Institute desak pemerintah perbaiki regulasi diskriminatif bagi minoritas </a></li>
<li><a href="/wahid-institute-luncurkan-laporan-tahunan-kebebasan-beragama-2013/" rel="bookmark" title="The Wahid Institute luncurkan Laporan Tahunan Kebebasan Beragama 2013">The Wahid Institute luncurkan Laporan Tahunan Kebebasan Beragama 2013 </a></li>
</ol>

<div style="display:none;">YARPP powered by AdBistro</div><a href="http://www.yarpp.com" class="yarpp-promote" target="_blank">Powered by</a></div>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>&#8220;Hingga saat ini, ratusan warga Syiah dan Ahmadiyah masih menjadi pengungsi, setelah keyakinan mereka ditolak warga di kampung halaman mereka,&#8221; ujarnya istri politikus Gerindra Dhohir Farizi itu.</p></blockquote>
<p>Lebih Mudah Dirikan Diskotek daripada Tempat Ibadah</p>
<p><a href="http://www.jawapos.com/baca/artikel/10893/Catatan-The-Wahid-Institute-tentang-Potret-Kebebasan-Beragama-dan-Berkeyakinan-di-Indonesia"><strong>Jawa Pos</strong></a> ¦ 30 Desember 2014, 05:07 WIB</p>
<p>GAMBAR: <em>BANYAK PELANGGARAN: Yenny Wahid dalam keterangan pers di kantor The Wahid Institute, Jakarta, Senin (29/12). (M. Ali/Jawa Pos)</em></p>
<p><strong>Laporan pelanggaran kebebasan beragama/berkeyakinan (KBB) masih mewarnai sejumlah wilayah di Indonesia. Data yang dirangkum The Wahid Institute menyebutkan, masih ditemukan intoleransi di 18 provinsi di Indonesia.</strong></p>
<p><strong>DIREKTUR</strong> The Wahid Institute Zannuba Arifah Chafsoh Wahid atau Yenny Wahid menyatakan, pihaknya merekam peristiwa-peristiwa yang terkait KBB selama 2014. Sebagian temuan merupakan kasus lama atau menahun yang tidak terselesaikan.</p>
<p>’’Kami tidak bisa menyimpulkan peristiwa-peristiwa pelanggaran KBB hanya terjadi di wilayah itu. Keterbatasan jaringan yang kami miliki mengakibatkan wilayah lain tidak terpantau dengan maksimal,’’ ujar Yenny dalam keterangan pers di kantor The Wahid Institute, Jakarta, Senin (29/12).</p>
<p>Sebanyak 18 wilayah yang menjadi cakupan Wahid Institute meliputi Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, DI Jogjakarta, Jawa Timur, Maluku Utara, Bali, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kepulauan Riau, dan Papua.</p>
<p>Total temuan pelanggaran KBB sepanjang 2014 adalah 158 kasus. Putri kedua mantan Presiden Abdurrahman Wahid itu menyebut, dari sisi pelaku, negara sebagai aktor pelanggaran KBB tercatat di 80 kasus. Di 78 kasus lainnya dilakukan aktor non-negara. Keterlibatan negara muncul karena pemerintah setempat atau aparat keamanan ikut mengambil keputusan saat pelaku intoleran melaporkan kelompok minoritas yang dinilai mengganggu lingkungannya.</p>
<p>’’Secara umum, angka pelanggaran KBB ini menurun. Pada 2013, The Wahid Institute mencatat 245 kasus. Namun, angka ini tidak menunjukkan adanya peningkatan tanggung jawab negara dalam menyelesaikan masalah mendasar dari KBB,’’ kata mantan Sekjen DP PKB tersebut.</p>
<p>Yenny menyatakan, turunnya angka pelanggaran KBB bisa disebabkan berbagai faktor. Pada 2014, terjadi momen pemilu legislatif dan pemilu presiden. Isu intoleransi tidak menjadi fokus utama pemberitaan media massa, di mana salah satu sumber riset The Wahid Institute berasal dari situ. ’’Hal ini mengakibatkan isu kebebasan beragama menjadi berkurang,’’ ujarnya.</p>
<p>Yenny mengungkapkan, kontribusi pemerintah sebagai aktor pelanggaran KBB terlihat dari masih banyaknya ratusan perundang-undangan yang diskriminatif dan bertentangan dengan konstitusi, serta belum adanya penegakan hukum yang <em>fair </em>dan adil. Sejumlah aktor non-negara yang menjadi pelaku pelanggaran KBB juga tidak diselesaikan sesuai hukum yang ada.</p>
<p>&#8220;Hingga saat ini, ratusan warga Syiah dan Ahmadiyah masih menjadi pengungsi, setelah keyakinan mereka ditolak warga di kampung halaman mereka,&#8221; ujarnya istri politikus Gerindra Dhohir Farizi itu.</p>
<p>Yenny menyatakan, selama era pemerintahan SBY, sudah ada sejumlah langkah yang dilakukan. Kini, di era pemerintahan Joko Widodo, Yenny mencatat betul ada visi misi dalam nawa cita yang ingin menghapus regulasi yang berpotensi melanggar HAM kelompok rentan. Pemerintahan Jokowi juga berjanji memberikan jaminan perlindungan dan kebebasan beragama dan berkeyakinan, serta melakukan langkah hukum terhadap pelaku kekerasan yang mengatasnamakan agama.</p>
<p>’’Janji tersebut harus betul-betul dibuktikan dalam bentuk tindakan nyata. Sejauh ini, belum ada kebijakan langsung atas keduanya,’’ kata alumnus <em>Harvard</em>’s Kennedy School of Government tersebut.</p>
<p>Wakil Ketua Komnas HAM Imdadun Rahmat di tempat yang sama menyatakan, fakta-fakta yang ditemukan The Wahid Institute terkonfirmasi oleh Komnas HAM. Imdadun menilai, pelanggaran KBB terjadi karena ada kecenderungan negara memihak kepada kelompok yang dominan, dibanding kelompok minoritas yang memiliki agama/kepercayaan yang spesifik. ’’Apa yang terjadi selama ini cenderung bukan menangkap pelaku kekerasan, tapi menangkap si korban,’’ kata Rahmat.</p>
<p>Menurut Rahmat, dari sisi non-negara, inisiatif kekerasan muncul dari kelompok dominan. Mereka melakukan kekerasan kepada korban, mendemo pemerintah daerah, kemudian terjadi lobi. ’’<em>Actor state </em>(pelaku negara, Red) kemudian tersandera, memaksa pemerintah melakukan penyegelan, pembubaran, seperti menjalankan order dari kelompok non pemerintah,’’ kata Rahmat.</p>
<p>Rahmat menilai, catatan tersebut harus menjadi evaluasi dan perbaikan bersama. Dia meminta kepada seluruh pihak untuk mengawasi perilaku elite politik dalam memperlakukan kelompok intoleran. Kelompok minoritas yang menjadi korban diharapkan bisa memperkuat dirinya. ’’Saya sedih melihat elite politik menggandeng kelompok intoleran. Yang terjadi kemudian adalah impunitas terhadap kelompok tertentu,’’ ujarnya.</p>
<p>Salah satu ironi pelanggaran KBB adalah sulitnya pendirian rumah ibadah di wilayah tertentu. Kasus GKI Yasmin di Bogor bisa menjadi contoh. Menurut Rahmat, hal itu merupakan sebuah ironi. ’’Kita hidup di negara Pancasila. Namun, mendirikan <em>night club</em> dan diskotek lebih mudah daripada pendirian rumah ibadah,’’ jelasnya.</p>
<p>Rahmat menambahkan, salah satu kesalahan negara saat ini adalah kewajiban sebuah negara untuk membela agama. Paradigma itu keliru. Sebab, negara seharusnya melindungi hak warga negaranya dalam hal kebebasan beragama dan memeluk keyakinan.</p>
<p>’’Kita perlu bahwa negara tidak menempatkan diri sebagai pembela agama. Negara tidak bisa secara langsung membatasi, bahkan melarang, terhadap sebuah keyakinan/agama,’’ tegasnya.<strong>(trimujokobayuaji/c17/tom)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/catatan-the-wahid-institute-tentang-potret-kebebasan-beragama-dan-berkeyakinan-di-indonesia/">Catatan The Wahid Institute tentang potret kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>
<div class='yarpp-related-rss'>
<h3>Related posts:</h3><ol>
<li><a href="/yenny-wahid-tagih-janji-jokowi-jk-wujudkan-kebebasan-beragama/" rel="bookmark" title="Yenny Wahid tagih janji Jokowi-JK wujudkan kebebasan beragama">Yenny Wahid tagih janji Jokowi-JK wujudkan kebebasan beragama </a></li>
<li><a href="/wahid-institute-desak-pemerintah-perbaiki-regulasi-diskriminatif-bagi-minoritas/" rel="bookmark" title="Wahid Institute desak pemerintah perbaiki regulasi diskriminatif bagi minoritas">Wahid Institute desak pemerintah perbaiki regulasi diskriminatif bagi minoritas </a></li>
<li><a href="/wahid-institute-luncurkan-laporan-tahunan-kebebasan-beragama-2013/" rel="bookmark" title="The Wahid Institute luncurkan Laporan Tahunan Kebebasan Beragama 2013">The Wahid Institute luncurkan Laporan Tahunan Kebebasan Beragama 2013 </a></li>
</ol>
<p><div style="display:none;">YARPP powered by AdBistro</div><a href="http://www.yarpp.com" class="yarpp-promote" target="_blank">Powered by</a></p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warta-ahmadiyah.org/catatan-the-wahid-institute-tentang-potret-kebebasan-beragama-dan-berkeyakinan-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wahid Institute desak pemerintah perbaiki regulasi diskriminatif bagi minoritas</title>
		<link>http://warta-ahmadiyah.org/wahid-institute-desak-pemerintah-perbaiki-regulasi-diskriminatif-bagi-minoritas/</link>
		<comments>http://warta-ahmadiyah.org/wahid-institute-desak-pemerintah-perbaiki-regulasi-diskriminatif-bagi-minoritas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2014 23:40:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[warta-ahmadiyah]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Persekusi]]></category>
		<category><![CDATA[Perspektif]]></category>
		<category><![CDATA[2014]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadi]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Satu]]></category>
		<category><![CDATA[Desember 2014]]></category>
		<category><![CDATA[GKI Yasmin]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[HKBP Filadelfia]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Widodo]]></category>
		<category><![CDATA[JokoWi]]></category>
		<category><![CDATA[kebebasan beragama]]></category>
		<category><![CDATA[menteri agama]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Dalam Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[ORI]]></category>
		<category><![CDATA[UK]]></category>
		<category><![CDATA[Wahid Institute]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warta-ahmadiyah.org/?p=3341</guid>
		<description><![CDATA[<p>SELANJUTNYA Keputusan Bersama Menteri Agama, Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri Tahun 2008 tentang peringatan dan perintah kepada penganut Jamaah Ahmadiyah; serta Peraturan bersama Menteri Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006 tentang pedoman pelaksanaan tugas kepala daerah dalam pemeliharaan kerukuman umat beragama, pemberdayaan forum kerukunan umat beragama dan pendirian rumah ibadat. Berita Satu ¦ [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/wahid-institute-desak-pemerintah-perbaiki-regulasi-diskriminatif-bagi-minoritas/">Wahid Institute desak pemerintah perbaiki regulasi diskriminatif bagi minoritas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>
<div class='yarpp-related-rss'>
<h3>Related posts:</h3><ol>
<li><a href="/yenny-wahid-tagih-janji-jokowi-jk-wujudkan-kebebasan-beragama/" rel="bookmark" title="Yenny Wahid tagih janji Jokowi-JK wujudkan kebebasan beragama">Yenny Wahid tagih janji Jokowi-JK wujudkan kebebasan beragama </a></li>
<li><a href="/perilaku-intoleran-masih-marak-pemerintah-abaikan-penyelesaian-kasus/" rel="bookmark" title="Perilaku Intoleran Masih Marak. Pemerintah Abaikan Penyelesaian Kasus">Perilaku Intoleran Masih Marak. Pemerintah Abaikan Penyelesaian Kasus </a></li>
<li><a href="/pelayanan-minoritas/" rel="bookmark" title="Pelayanan publik terhadap kaum minoritas dinilai masih diskriminatif">Pelayanan publik terhadap kaum minoritas dinilai masih diskriminatif </a></li>
</ol>

<div style="display:none;">YARPP powered by AdBistro</div><a href="http://www.yarpp.com" class="yarpp-promote" target="_blank">Powered by</a></div>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>SELANJUTNYA Keputusan Bersama Menteri Agama, Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri Tahun 2008 tentang peringatan dan perintah kepada penganut Jamaah Ahmadiyah; serta Peraturan bersama Menteri Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006 tentang pedoman pelaksanaan tugas kepala daerah dalam pemeliharaan kerukuman umat beragama, pemberdayaan forum kerukunan umat beragama dan pendirian rumah ibadat.</p></blockquote>
<p><a href="http://m.beritasatu.com/politik/236727-wahid-institute-desak-pemerintah-perbaiki-regulasi-diskriminatif-bagi-minoritas.html">Berita Satu</a> ¦ Senin, 29 Desember 2014 | 16:40</p>
<p>GAMBAR: <em>Jemaat HKBP Filadelfia dan GKI Yasmin melakukan ibadah Natal di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (25/12).</em></p>
<p><strong>Jakarta-</strong>Wahid Institute mendesak pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk memperbaiki atau menghapus undang-undang yang bersifat diskriminatif.</p>
<p>Direktur Wahid Institute Yenny Wahid menengarai salah satu akar masalah kebebasan beragama dan berkeyakinan adalah masih berlakunya regulasi diskriminatif terhadap kaum minoritas.</p>
<p>&#8220;Kami berkesimpulan, ketegasan pemimpin memiliki korelasi langsung dengan sikap tolerasi di daerah. Ketika pemimpin memberikan rambu-rambu terhadap apa yang disebut intoleransi, maka masyarakat akan mematuhinya. Tapi kalau abai ini menjadikan tafsir intoleransi semena-mena, sehingga pemimpin menjadi faktor penting,&#8221; katanya kepada wartawan di Jakarta Pusat, Senin (29/12).</p>
<p>Pemimpin, dalam hal ini pemerintah dan DPR, kata Yenni, dapat diukur ketegasannya saat menjalankan fungsi pengawasan dan evaluasi pelaksanaan UU daerah yang terkait urusan beragama.</p>
<p>&#8220;Kami misalnya, mencatat dalam visi-misi yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla, atau yang dikenal dengan Nawacita, mereka berjanji menghapus regulasi yang berpotensi melanggar hak asasi manusia (HAM) kelompok rentan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Di luar itu, Yenny menilai, pemerintah Jokowi-JK sudah menunjukkan langkah positif untuk menumbuhkan kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia, di antaranya rencana Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin membentuk UU tentang kebebasan dan kerukunan umat beragama.</p>
<p>Yenny menyebutkan, ada beberapa UU yang masih memiliki substansi diskriminatif di antaranya UU Nomor 1 PNPS Tahun 1965 tentang pencegahan penyalahgunaan dan atau penodaan agama; UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang administrasi kependudukan.</p>
<p>Selanjutnya Keputusan Bersama Menteri Agama, Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri Tahun 2008 tentang peringatan dan perintah kepada penganut Jamaah Ahmadiyah; serta Peraturan bersama Menteri Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006 tentang pedoman pelaksanaan tugas kepala daerah dalam pemeliharaan kerukuman umat beragama, pemberdayaan forum kerukunan umat beragama dan pendirian rumah ibadat.</p>
<p>Penulis: <strong>Hizbul Ridho/WBP</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/wahid-institute-desak-pemerintah-perbaiki-regulasi-diskriminatif-bagi-minoritas/">Wahid Institute desak pemerintah perbaiki regulasi diskriminatif bagi minoritas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>
<div class='yarpp-related-rss'>
<h3>Related posts:</h3><ol>
<li><a href="/yenny-wahid-tagih-janji-jokowi-jk-wujudkan-kebebasan-beragama/" rel="bookmark" title="Yenny Wahid tagih janji Jokowi-JK wujudkan kebebasan beragama">Yenny Wahid tagih janji Jokowi-JK wujudkan kebebasan beragama </a></li>
<li><a href="/perilaku-intoleran-masih-marak-pemerintah-abaikan-penyelesaian-kasus/" rel="bookmark" title="Perilaku Intoleran Masih Marak. Pemerintah Abaikan Penyelesaian Kasus">Perilaku Intoleran Masih Marak. Pemerintah Abaikan Penyelesaian Kasus </a></li>
<li><a href="/pelayanan-minoritas/" rel="bookmark" title="Pelayanan publik terhadap kaum minoritas dinilai masih diskriminatif">Pelayanan publik terhadap kaum minoritas dinilai masih diskriminatif </a></li>
</ol>
<p><div style="display:none;">YARPP powered by AdBistro</div><a href="http://www.yarpp.com" class="yarpp-promote" target="_blank">Powered by</a></p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warta-ahmadiyah.org/wahid-institute-desak-pemerintah-perbaiki-regulasi-diskriminatif-bagi-minoritas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yenny Wahid tagih janji Jokowi-JK wujudkan kebebasan beragama</title>
		<link>http://warta-ahmadiyah.org/yenny-wahid-tagih-janji-jokowi-jk-wujudkan-kebebasan-beragama/</link>
		<comments>http://warta-ahmadiyah.org/yenny-wahid-tagih-janji-jokowi-jk-wujudkan-kebebasan-beragama/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2014 10:55:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[warta-ahmadiyah]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Persekusi]]></category>
		<category><![CDATA[Perspektif]]></category>
		<category><![CDATA[2014]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadi]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Desember 2014]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Widodo]]></category>
		<category><![CDATA[JokoWi]]></category>
		<category><![CDATA[kebebasan beragama]]></category>
		<category><![CDATA[Merdeka.com]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[syiah]]></category>
		<category><![CDATA[UK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warta-ahmadiyah.org/?p=3339</guid>
		<description><![CDATA[<p>Senin, 29 Desember 2014 15:02:34 Reporter: Faiq Hidayat Merdeka.com &#8211; Direktur Wahid Institute, Zannuba Arifah Chafsoh Rahman atau akrab disapa Yenny Wahid, menilai janji presiden Jokowi-Jusuf Kalla yang ingin menghapus regulasi yang berpotensi melanggar hak asasi manusia belum dibuktikan dengan nyata. Hal ini terkait belum adanya penyelesaian kasus-kasus kebebasan beragama seperti nasib para pengungsi Syiah dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/yenny-wahid-tagih-janji-jokowi-jk-wujudkan-kebebasan-beragama/">Yenny Wahid tagih janji Jokowi-JK wujudkan kebebasan beragama</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>
<div class='yarpp-related-rss'>
<h3>Related posts:</h3><ol>
<li><a href="/setumpuk-kasus-kebebasan-beragama-tunggu-jokowi-jk/" rel="bookmark" title="Setumpuk kasus kebebasan beragama tunggu Jokowi-JK">Setumpuk kasus kebebasan beragama tunggu Jokowi-JK </a></li>
<li><a href="/komnas-ham-tagih-janji-jokowi-soal-ahmadiyah/" rel="bookmark" title="Komnas HAM tagih janji Jokowi soal Ahmadiyah">Komnas HAM tagih janji Jokowi soal Ahmadiyah </a></li>
<li><a href="/komnas-ham-nilai-kebebasan-beragama-periode-sby/" rel="bookmark" title="Komnas HAM nilai kebebasan beragama periode SBY">Komnas HAM nilai kebebasan beragama periode SBY </a></li>
</ol>

<div style="display:none;">YARPP powered by AdBistro</div><a href="http://www.yarpp.com" class="yarpp-promote" target="_blank">Powered by</a></div>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Senin, 29 Desember 2014 15:02:34<br />
Reporter: <strong>Faiq Hidayat</strong></p>
<p><a href="http://m.merdeka.com/peristiwa/yenny-wahid-tagih-janji-jokowi-jk-wujudkan-kebebasan-beragama.html"><strong>Merdeka.com</strong></a><strong> &#8211; </strong>Direktur Wahid Institute, Zannuba Arifah Chafsoh Rahman atau akrab disapa Yenny Wahid, menilai janji presiden Jokowi-Jusuf Kalla yang ingin menghapus regulasi yang berpotensi melanggar hak asasi manusia belum dibuktikan dengan nyata. Hal ini terkait belum adanya penyelesaian kasus-kasus kebebasan beragama seperti nasib para pengungsi Syiah dan Ahmadiyah.</p>
<p>&#8220;Mencatat dalam visi-misi Jokowi-JK yang terkenal dengan Nawacita, mereka berjanji memberikan jaminan perlindungan dan hak kebebasan beragama dan berkeyakinan serta melakukan langkah-langkah hukum terhadap pelaku kekerasan yang mengatasnamakan agama. Tapi janji tersebut harus betul-betul dibuktikan,&#8221; kata Yenny di Kantor Wahid Institute, Jakarta, Senin (29/12).</p>
<p>Menurut dia, pemerintah harus melaksanakan fungsi pemantauan, pengawasan dan evaluasi secara lebih ketat terhadap undang-undang pemerintah daerah dan pusat dalam pembagian wewenang masalah agama.</p>
<p>&#8220;Kami menyampaikan rekomendasi kepada berbagai pihak mendesak pemerintah dan DPR agar merevisi atau mencabut sejumlah perundang-undangan baik di pusat mau daerah yang melanggar hak dan kebebasan beragama dan diskriminatif,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dia berharap presiden Joko Widodo segera merealisasikan visi-misinya dalam Nawacita untuk menegakkan hukum dan menjamin setiap warga negara terlindungi hak kebebasan beragama.</p>
<p>&#8220;Jokowi harus segera menyelesaikan kasus-kasus penting kebebasan beragama,&#8221; jelasnya.</p>
<p><strong>(mdk/bal)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/yenny-wahid-tagih-janji-jokowi-jk-wujudkan-kebebasan-beragama/">Yenny Wahid tagih janji Jokowi-JK wujudkan kebebasan beragama</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>
<div class='yarpp-related-rss'>
<h3>Related posts:</h3><ol>
<li><a href="/setumpuk-kasus-kebebasan-beragama-tunggu-jokowi-jk/" rel="bookmark" title="Setumpuk kasus kebebasan beragama tunggu Jokowi-JK">Setumpuk kasus kebebasan beragama tunggu Jokowi-JK </a></li>
<li><a href="/komnas-ham-tagih-janji-jokowi-soal-ahmadiyah/" rel="bookmark" title="Komnas HAM tagih janji Jokowi soal Ahmadiyah">Komnas HAM tagih janji Jokowi soal Ahmadiyah </a></li>
<li><a href="/komnas-ham-nilai-kebebasan-beragama-periode-sby/" rel="bookmark" title="Komnas HAM nilai kebebasan beragama periode SBY">Komnas HAM nilai kebebasan beragama periode SBY </a></li>
</ol>
<p><div style="display:none;">YARPP powered by AdBistro</div><a href="http://www.yarpp.com" class="yarpp-promote" target="_blank">Powered by</a></p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warta-ahmadiyah.org/yenny-wahid-tagih-janji-jokowi-jk-wujudkan-kebebasan-beragama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aparat negara saling lempar urusi pelanggaran kemerdekaan beragama</title>
		<link>http://warta-ahmadiyah.org/aparat-beragama/</link>
		<comments>http://warta-ahmadiyah.org/aparat-beragama/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2014 06:16:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[warta-ahmadiyah]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Persekusi]]></category>
		<category><![CDATA[Perspektif]]></category>
		<category><![CDATA[2014]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadi]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[AMAN]]></category>
		<category><![CDATA[Bahai]]></category>
		<category><![CDATA[Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Desember 2014]]></category>
		<category><![CDATA[Era Baru]]></category>
		<category><![CDATA[GKI Yasmin]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Dur]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[HKBP Filadelfia]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[kebebasan beragama]]></category>
		<category><![CDATA[kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[ORI]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[syiah]]></category>
		<category><![CDATA[UK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warta-ahmadiyah.org/?p=3328</guid>
		<description><![CDATA[<p>KASUS utama yang diangkat untuk memotret pengalaman ini adalah kasus Ahmadiyah, Gki Yasmin, HKBP Cikeuting dan HKBP Filadelfia, Syiah, Bahai, komunitas Islam lainnya yang kesulitan mendirikan mesjid. Era Baru Dibuat: 26 Desember 2014 Ditulis oleh Muhamad Asari Jakarta – Sejatinya aparat negara sebagai pelaksana Negara yang merupakan state partics yang terikat, menjamin kebebasan beragama dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/aparat-beragama/">Aparat negara saling lempar urusi pelanggaran kemerdekaan beragama</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>
<div class='yarpp-related-rss'>
<h3>Related posts:</h3><ol>
<li><a href="/ahmadiyah-kebebasan-beragama/" rel="bookmark" title="Pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan meningkat">Pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan meningkat </a></li>
<li><a href="/laporan-akhir-tahun-komnas-ham-pelanggaran-kasus-kebebasan-beragama-melonjak-4/" rel="bookmark" title="LAPORAN AKHIR TAHUN KOMNAS HAM: Pelanggaran Kasus Kebebasan Beragama Melonjak">LAPORAN AKHIR TAHUN KOMNAS HAM: Pelanggaran Kasus Kebebasan Beragama Melonjak </a></li>
<li><a href="/komnas-ham-sebut-pelanggaran-kebebasan-beragama-naik-di-2014/" rel="bookmark" title="Komnas HAM sebut pelanggaran kebebasan beragama naik di 2014">Komnas HAM sebut pelanggaran kebebasan beragama naik di 2014 </a></li>
</ol>

<div style="display:none;">YARPP powered by AdBistro</div><a href="http://www.yarpp.com" class="yarpp-promote" target="_blank">Powered by</a></div>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>KASUS utama yang diangkat untuk memotret pengalaman ini adalah kasus Ahmadiyah, Gki Yasmin, HKBP Cikeuting dan HKBP Filadelfia, Syiah, Bahai, komunitas Islam lainnya yang kesulitan mendirikan mesjid.</p></blockquote>
<p><strong><a href="http://erabaru.net/nasional/10994-aparat-negara-saling-lempar-urusi-pelanggaran-kemerdekaan-beragama" title="Aparat Negara Saling Lempar Urusi Pelanggaran Kemerdekaan Beragama (akses: 20141229; 1305 WIB)" target="_blank">Era Baru</a></strong><br />
Dibuat: 26 Desember 2014 Ditulis oleh <strong>Muhamad Asari</strong></p>
<p>Jakarta – Sejatinya aparat negara sebagai pelaksana Negara yang merupakan state partics yang terikat, menjamin kebebasan beragama dan berkeyakinan bagi rakyat. Namun demikian, fakta yang terjadi di Indonesia antar aparat negara saling lempar tanggung jawab ketika pelenggaran kebebasan beragama terjadi.</p>
<p>&#8220;Pemerintah itu saling lempar misalnya masalah Gereja Yasmin,&#8221; kata Istri Presiden RI ke-4 almarhum Gus Dur, Shinta Nuriyah Wahid di Jakarta, Senin (22/12/2014).</p>
<p>Menurut dia selaku pelapor khusus Komnas Perempuan tentang pelanggaran kekerasan umat beragama, lempar tanggungjawab yang terjadi misalnya terhadap penghambatan pendirian Gereja GKI Taman Yasmin, Bogor, Jawa Barat.</p>
<p>Saat menemui para aparat di lapangan, lanjut dia, para aparat negara awalnya mendukung untuk pemberian kemerdekaan beragama bagi jamaah GKI Yasmin. Namun demikian, mereka justru saling lempar tanggungjawab dari aparat di bawah hingga ke jajaran tingkat atas.</p>
<p>Shinta Nuriyah mencontohkan lempar tanggungjawab yang terjadi adalah para pejabat mulai dari Bupati dan Gubernur saling melempar tanggungjawab ke pejabat di atas mereka hingga ke tingkat menteri. Semestinya selaku aparat negara, para pejabat seharusnya menjelaskan kepada masyarakat tentang persoalan yang terjadi.</p>
<p>&#8220;Jangan main lempar-lempar seperti itu, tidak mendidik rakyat,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Menegaskan hasil pemantauan pelaporan khusus kekerasan terhadap umat beragama, Komnas Perempuan menyebutkan bahwa peranan pemerintah daerah yang disertai peranan kelompok intoleran berperan aktif menjalankan lembaga negara bersifat diskiminatif.</p>
<p>&#8220;Memainkan peran lembaga diskriminatif dengan lewat kebijakan yang diksriminatif,&#8221; ujar Komisioner Komnas Perempuan, Andy Yentriyani.</p>
<p>Tidak hanya soal kebijakan diskriminatif, tambah Andy, masih terjadi perkara mengkriminalkan di luar agama dari enam agama yang diakui oleh pemerintah. Bahkan fakta yang terjadi, masyarakat menolak mengakui penganut aliran kepercayaan dengan menolak pemakaman jenazah penganut.</p>
<p>Menurut Andy, warga negara yang dimaksud menjadi korban itu, justru terjebak dengan istilah diakui dan tidak diakui oleh Negara. Bahkan berpengaruh kepada catatan kartu penduduk hingga terhadap kaum penghayat. Petugas negara dinilai lebih memihak kepada kelompok intoleransi dengan mendengarkan pendapatan kelompok intoleransi.</p>
<p>Berdasarkan laporan yang dirilis pada hasil pemantauan Pelapor Khusus dan timnya di 40 kota/kabupaten di 12 provinsi se-Indonesia, sejak Juni 2012 sampai dengan Juni 2013. Hasil pemantauan menyebutkan bahwa kerentanan kaum perempuan semakin meningkat ketika ia menjadi bagian dari komunitas minoritas agama dalam situasi intoleransi.</p>
<p>Kasus utama yang diangkat untuk memotret pengalaman ini adalah kasus Ahmadiyah, Gki Yasmin, HKBP Cikeuting dan HKBP Filadelfia, Syiah, Bahai, komunitas Islam lainnya yang kesulitan mendirikan mesjid.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/aparat-beragama/">Aparat negara saling lempar urusi pelanggaran kemerdekaan beragama</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>
<div class='yarpp-related-rss'>
<h3>Related posts:</h3><ol>
<li><a href="/ahmadiyah-kebebasan-beragama/" rel="bookmark" title="Pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan meningkat">Pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan meningkat </a></li>
<li><a href="/laporan-akhir-tahun-komnas-ham-pelanggaran-kasus-kebebasan-beragama-melonjak-4/" rel="bookmark" title="LAPORAN AKHIR TAHUN KOMNAS HAM: Pelanggaran Kasus Kebebasan Beragama Melonjak">LAPORAN AKHIR TAHUN KOMNAS HAM: Pelanggaran Kasus Kebebasan Beragama Melonjak </a></li>
<li><a href="/komnas-ham-sebut-pelanggaran-kebebasan-beragama-naik-di-2014/" rel="bookmark" title="Komnas HAM sebut pelanggaran kebebasan beragama naik di 2014">Komnas HAM sebut pelanggaran kebebasan beragama naik di 2014 </a></li>
</ol>
<p><div style="display:none;">YARPP powered by AdBistro</div><a href="http://www.yarpp.com" class="yarpp-promote" target="_blank">Powered by</a></p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warta-ahmadiyah.org/aparat-beragama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pasca 10 tahun tsunami, masyarakat Aceh kini berhadapan dengan formalisasi Islam</title>
		<link>http://warta-ahmadiyah.org/pasca-10-tahun-tsunami-masyarakat-aceh-kini-berhadapan-dengan-formalisasi-islam/</link>
		<comments>http://warta-ahmadiyah.org/pasca-10-tahun-tsunami-masyarakat-aceh-kini-berhadapan-dengan-formalisasi-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2014 09:39:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[warta-ahmadiyah]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Persekusi]]></category>
		<category><![CDATA[Perspektif]]></category>
		<category><![CDATA[2014]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[Agustus]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadi]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[AMAN]]></category>
		<category><![CDATA[Andreas Harsono]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[damai]]></category>
		<category><![CDATA[Desember 2014]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[ORI]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[syiah]]></category>
		<category><![CDATA[UK]]></category>
		<category><![CDATA[Voice of America Bahasa Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warta-ahmadiyah.org/?p=3319</guid>
		<description><![CDATA[<p>&#160; &#8220;DAN yang saya sebut sebagai minoritas muslim yang juga mengeluhkan hal ini. Mulai dari Syiah, Ahmadiyah dan tarekat-tarekat Aceh sendiri. Karena menurut salah satu qanun yang diterbitkan DPR Aceh, di Aceh aliran dalam Islam yang diakui hanya Suni dan Syafii. Di luar itu mereka tidak mendapat perlakuan yang setara dengan Suni dan Syafii,&#8221; imbuhnya. Voice of America [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/pasca-10-tahun-tsunami-masyarakat-aceh-kini-berhadapan-dengan-formalisasi-islam/">Pasca 10 tahun tsunami, masyarakat Aceh kini berhadapan dengan formalisasi Islam</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>
<div class='yarpp-related-rss'>
<h3>Related posts:</h3><ol>
<li><a href="/kota-peduli-ham/" rel="bookmark" title="PEMANTAUAN KEBIJAKAN HAM kota peduli HAM: Keterlibatan masyarakat dan pemerintahan daerah untuk memajukan dan melindungi hak asasi manusia">PEMANTAUAN KEBIJAKAN HAM kota peduli HAM: Keterlibatan masyarakat dan pemerintahan daerah untuk memajukan dan melindungi hak asasi manusia </a></li>
<li><a href="/laporan-akhir-tahun-komnas-ham-pelanggaran-kasus-kebebasan-beragama-melonjak-4/" rel="bookmark" title="LAPORAN AKHIR TAHUN KOMNAS HAM: Pelanggaran Kasus Kebebasan Beragama Melonjak">LAPORAN AKHIR TAHUN KOMNAS HAM: Pelanggaran Kasus Kebebasan Beragama Melonjak </a></li>
<li><a href="/indonesian-sharia-law/" rel="bookmark" title="Indonesian province turns up Sharia law after devastating tsunami">Indonesian province turns up Sharia law after devastating tsunami </a></li>
</ol>

<div style="display:none;">YARPP powered by AdBistro</div><a href="http://www.yarpp.com" class="yarpp-promote" target="_blank">Powered by</a></div>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<blockquote><p>&#8220;DAN yang saya sebut sebagai minoritas muslim yang juga mengeluhkan hal ini. Mulai dari Syiah, <strong>Ahmadiyah</strong> dan tarekat-tarekat Aceh sendiri. Karena menurut salah satu qanun yang diterbitkan DPR Aceh, di Aceh aliran dalam Islam yang diakui hanya Suni dan Syafii. Di luar itu mereka tidak mendapat perlakuan yang setara dengan Suni dan Syafii,&#8221; imbuhnya.</p></blockquote>
<p><strong><a href="http://m.voaindonesia.com/a/pasca-10-tahun-tsunami-masyarakat-aceh-kini-berhadapan-dengan-formalisasi-islam/2574443.html">Voice of America Bahasa Indonesia</a></strong></p>
<p>26.12.2014<br />
Versi terbaru per: 26.12.2014 18:24<br />
<em>Andylala Waluyo</em></p>
<p>GAMBAR: <em>Masjid Besar Baiturrahman, salah satu dari beberapa bangunan di Banda Aceh yang tetap kokoh saat terjadinya tsunami tahun 2004 (Foto: dok).</em></p>
<p><strong>Setelah perjanjian damai Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka di Helsinki, Finlandia 15 Agustus 2005, kelompok Islam konservatif beraliran Wahabi mulai masuk ke parlemen dan menerapkan aturan formalisasi Islam.</strong></p>
<p>10 tahun pasca peristiwa Tsunami, beberapa kalangan berpendapat, Aceh kini mendapat serangan dari kelompok Islam Konservatif beraliran Wahabi yang mulai merusak adat istiadat budaya masyarakat Aceh.</p>
<p>Satu dekade yang lalu tepatnya 26 Desember 2004, Aceh mengalami peristiwa tsunami yang begitu memilukan dan menyebabkan kerugian ekonomi yang luar biasa bagi Provinsi itu. 10 tahun berlalu Aceh perlahan bangkit dan kembali menata infrastruktur daerah termasuk hunian warganya.</p>
<p>Namun demikian Peneliti dari Human Right Watch Andreas Harsono kepada VOA menilai perubahan besar di Aceh 10 tahun setelah peristiwa Tsunami, masih menyisakan pekerjaan rumah berupa kemiskinan dan kerusakan lingkungan.</p>
<p>&#8220;Ada beberapa perubahan besar. Yang pasti saya lihat. Infrastruktur di Aceh itu bagus sekali ya, jalan, jembatan, kota. Bahkan taman-taman, yang di Jawa agak jarang, tapi di aceh berkembang dengan baik. Airportnya juga bagus. Tapi dari segi kemiskinan, ini provinsi masih salah satu yang termiskin di Indonesia. Kalo ga salah ranking ke 6. Sehingga cukup menyedihkan,&#8221; kata Andreas Harsono.</p>
<p>&#8220;Kerusakan lingkungan juga meningkat. Jumlah gajah dan Harimau yang mati dalam 10 tahun terakhir makin tinggi. Matinya gajah dan harimau adalah indikator bahwa hutan-hutan makin rusak,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Andreas menambahkan setelah perjanjian damai Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka di Helsinki, Finlandia 15 Agustus 2005, kelompok Islam konservatif yang beraliran Wahabi mulai masuk ke dalam parlemen dan mulai menerapkan aturan formalisasi Islam.</p>
<p>&#8220;Makin menguatnya apa yang disebut formalisasi syariah Islam. Kaum Ulama dan Politikus Islam konservatif memanfaatkan kekosongan tersebut untuk menyorongkan agenda apa yang mereka sebut Syariah Islam. Itu yang kemudian memunculkan dominasi yang oleh beberapa kalangan menyebutnya dominasi wahabi-isme,&#8221; lanjut Andreas.</p>
<p>Berbagai tekanan sosial mulai dialami oleh masyarakat Aceh tidak hanya dari kalangan minoritas non Muslim tetapi juga dari kalangan Muslim sendiri.</p>
<p>&#8220;Dimana ada aturan-aturan yang aneh. Mulai dari perempuan tidak boleh naik atau membonceng sepeda motor. Sampai mereka dilarang menari. Lalu harus menggunakan busana muslim dengan ketentuan tertentu, ga boleh begini dan begitu. Sampai dengan yang non muslim harus mengikuti syariah Islam. Ruang gerak minoritas agama juga makin sempit, baik secara hukum maupun sosial,&#8221; jelas Andreas.</p>
<p>Kelompok aliran dalam Islam di Aceh menurut Andreas, juga tidak luput dari tekanan kelompok Wahabi ini.</p>
<p>&#8220;Dan yang saya sebut sebagai minoritas muslim yang juga mengeluhkan hal ini. Mulai dari Syiah, <strong>Ahmadiyah</strong> dan tarekat-tarekat Aceh sendiri. Karena menurut salah satu qanun yang diterbitkan DPR Aceh, di Aceh aliran dalam Islam yang diakui hanya Suni dan Syafii. Di luar itu mereka tidak mendapat perlakuan yang setara dengan Suni dan Syafii,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Pandangan serupa juga dikatakan Peneliti sosial dari Universitas Maliku Saleh Lhokseumawe Aceh, Al Chaidar. Kepada VOA, Al Chaidar menyebut, 10 tahun pasca peristiwa Tsunami, Aceh kini mendapat serangan dari kelompok Wahabi yang mulai mengkhawatirkan.</p>
<p>&#8220;Masyarakat Aceh sebenarnya tidak menginginkan adanya formalisasi syariah Islam yang terlalu ketat. Terlalu berlebih-lebihan dan terlalu konservatif. Ini kan kebangkitan konservatifme Islam yang sebenarnya bukan watak asli orang Aceh,&#8221; kata Al Chaidar.</p>
<p>&#8220;Kita ketahui orang Aceh itu sangat longgar. Kemudian sangat toleran. Sikap itu sudah mulai menghilang karena adanya invasi atau serangan dari kelompok Wahabi. Dan itu sangat mengkhawatirkan,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Al Chaidar menyebutkan, berbagai kebiasaan dan adat istiadat di Aceh sedikit demi sedikit mulai mendapat serangan dari kelompok Wahabi ini. Diantaranya adalah larangan penyelenggaraan maulid Nabi Muhammad SAW.​</p>
<p>&#8220;Paham-paham Wahabi ini sudah sangat keras di Aceh. Dan mereka sudah mulai berani menyatakan bahwa Maulid Nabi Muhammad SAW itu haram. Kemudian pakaian ketat tidak sesuai dengan syariah. Jilbab orang Aceh juga mereka nilai tidak sesuai dengan syariah. Ya macam-macamlah. Dan ini menunjukkan bangkitnya konservatifme Islam di Aceh. Itu semua tidak sesuai dengan apa yang diinginkan masyarakat Aceh,&#8221; jelas Al Chaidar.</p>
<p><strong>Peringatan 10 Tahun Tsunami Aceh Dihadiri Wapres Jusuf Kalla</strong></p>
<p><a href="/wp-content/uploads/2014/12/wpid-wp-1419759412825.jpeg"><img class="alignnone size-full" title="wp-1419759412825" src="/wp-content/uploads/2014/12/wpid-wp-1419759412825.jpeg" alt="image" /></a></p>
<p><em>Wapres Jusuf Kalla menyampaikan pidato para peringatan 10 tahun tsunami di Banda Aceh (26/12).</em></p>
<p>Pemerintah dan warga Aceh menggelar Peringatan 10 Tahun Tsunami Aceh yang diselenggarakan pada 25-28 Desember 2014. Puncak acara diselenggarakan pada 26 Desember yang dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para menteri Kabinet kerja, perwakilan negara sahabat, pekerja kemanusiaan, dan elemen masyarakat sipil.</p>
<p>Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengucapkan terimakasih kepada dunia internasional yang telah membantu Aceh bangkit dari keterpurukan pasca bencana gempa dan tsunami sepuluh tahun lalu. Dalam kesempatan ini pemerintah Aceh turut menyerahkan penghargaan Meukuta Alam, kepada 35 negara donor yang ikut membantu Aceh bangkit dari keterpurukan.</p>
<p>Selain korban jiwa yang mencapai lebih dari 160 ribu orang tewas, Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh mencatat 120 ribu rumah penduduk di Aceh hancur total. Sebanyak 600 ribu warga Aceh dan Nias kehilangan tempat tinggal hanya dalam beberapa detik. 1.617 kilometer jalan, 260 jembatan, dan 690 rumah sakit rusak berat.</p>
<p>Tsunami terdahsyat dalam setengah abad terakhir bukan hanya menyapu Aceh, tapi juga berdampak ke pesisir 14 negara sepanjang Samudera Hindia. Merenggut lebih 200 ribu korban jiwa.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/pasca-10-tahun-tsunami-masyarakat-aceh-kini-berhadapan-dengan-formalisasi-islam/">Pasca 10 tahun tsunami, masyarakat Aceh kini berhadapan dengan formalisasi Islam</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>
<div class='yarpp-related-rss'>
<h3>Related posts:</h3><ol>
<li><a href="/kota-peduli-ham/" rel="bookmark" title="PEMANTAUAN KEBIJAKAN HAM kota peduli HAM: Keterlibatan masyarakat dan pemerintahan daerah untuk memajukan dan melindungi hak asasi manusia">PEMANTAUAN KEBIJAKAN HAM kota peduli HAM: Keterlibatan masyarakat dan pemerintahan daerah untuk memajukan dan melindungi hak asasi manusia </a></li>
<li><a href="/laporan-akhir-tahun-komnas-ham-pelanggaran-kasus-kebebasan-beragama-melonjak-4/" rel="bookmark" title="LAPORAN AKHIR TAHUN KOMNAS HAM: Pelanggaran Kasus Kebebasan Beragama Melonjak">LAPORAN AKHIR TAHUN KOMNAS HAM: Pelanggaran Kasus Kebebasan Beragama Melonjak </a></li>
<li><a href="/indonesian-sharia-law/" rel="bookmark" title="Indonesian province turns up Sharia law after devastating tsunami">Indonesian province turns up Sharia law after devastating tsunami </a></li>
</ol>
<p><div style="display:none;">YARPP powered by AdBistro</div><a href="http://www.yarpp.com" class="yarpp-promote" target="_blank">Powered by</a></p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warta-ahmadiyah.org/pasca-10-tahun-tsunami-masyarakat-aceh-kini-berhadapan-dengan-formalisasi-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aamir Liaquat Hussain Menyiarkan Pidato Kebencian anti-Ahmadiyah</title>
		<link>http://warta-ahmadiyah.org/aamir-liaquat-hussain-menyiarkan-pidato-kebencian-anti-ahmadiyah/</link>
		<comments>http://warta-ahmadiyah.org/aamir-liaquat-hussain-menyiarkan-pidato-kebencian-anti-ahmadiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2014 14:27:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[warta-ahmadiyah]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Mancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[Persekusi]]></category>
		<category><![CDATA[2014]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadi]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyya]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[damai]]></category>
		<category><![CDATA[Desember 2014]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kebebasan beragama]]></category>
		<category><![CDATA[masroor ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[mirza masroor ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[ORI]]></category>
		<category><![CDATA[pakistan]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[UK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warta-ahmadiyah.org/?p=3310</guid>
		<description><![CDATA[<p>Press Ahmadiyya. Saluran televisi nasional Pakistan menyiarkan hasutan dan tuduhan palsu dalam acara &#8216;Subah Pakistan&#8217; pada tanggal 22 Desember 2014. Jamaah Muslim Ahmadiyah mengutuk tayangan terbaru acara &#8216;Subah Pakistan&#8217; yang disiarkan di Pakistan GEO TV pada tanggal 22 Desember 2014, dipandu oleh Aamir Liaquat Hussain, di mana para ulama membuat tuduhan yang benar-benar palsu tentang Jamaah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/aamir-liaquat-hussain-menyiarkan-pidato-kebencian-anti-ahmadiyah/">Aamir Liaquat Hussain Menyiarkan Pidato Kebencian anti-Ahmadiyah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>
<div class='yarpp-related-rss'>
<h3>Related posts:</h3><ol>
<li><a href="/jalsah-singapura/" rel="bookmark" title="[7 Desember 2014] Jalsah Salanah Singapura sukses dan lancar terlaksana">[7 Desember 2014] Jalsah Salanah Singapura sukses dan lancar terlaksana </a></li>
<li><a href="/upacara-wisuda-jamiah-ahmadiyah-uk/" rel="bookmark" title="Upacara Wisuda Jamiah Ahmadiyah UK yang Ketiga Diselenggarakan">Upacara Wisuda Jamiah Ahmadiyah UK yang Ketiga Diselenggarakan </a></li>
<li><a href="/taliban-telah-memenggal-seorang-pria-ahmadi-pakistan-yang-diculik-sejak-2009/" rel="bookmark" title="Taliban Telah Memenggal Seorang Pria Ahmadi Pakistan yang Diculik Sejak 2009">Taliban Telah Memenggal Seorang Pria Ahmadi Pakistan yang Diculik Sejak 2009 </a></li>
</ol>

<div style="display:none;">YARPP powered by AdBistro</div><a href="http://www.yarpp.com" class="yarpp-promote" target="_blank">Powered by</a></div>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><strong><a title="Press Ahmadiyya" href="http://www.pressahmadiyya.com/2014/12/geo-tv-airs-anti-ahmadiyya-hate-speech.html" target="_blank"><strong>Press Ahmadiyya</strong></a>. Saluran televisi nasional Pakistan menyiarkan hasutan dan tuduhan palsu dalam acara &#8216;Subah Pakistan&#8217; pada tanggal 22 Desember 2014.</strong></p>
<p align="justify">Jamaah Muslim Ahmadiyah mengutuk tayangan terbaru acara &#8216;Subah Pakistan&#8217; yang disiarkan di Pakistan GEO TV pada tanggal 22 Desember 2014, dipandu oleh Aamir Liaquat Hussain, di mana para ulama membuat tuduhan yang benar-benar palsu tentang Jamaah Muslim Ahmadiyah .</p>
<p align="justify">Hal tersebut hanya dapat dijelaskan sebagai &#8216;<em>hate-speech&#8217;</em>, bahasa yang digunakan adalah hasutan dan fitnah dan jelas dirancang untuk menghasut kebencian agama terhadap umat Islam Ahmadi yang tinggal di Pakistan dan dimanapun.</p>
<p align="justify">Pada tahun 2008, program serupa disiarkan oleh GEO TV dan juga dipandu oleh Amir Liaquat Hussein menggambarkan Muslim Ahmadi sebagai &#8216;<em>Wajibul qatl</em>&#8216; &#8211; yang berarti bahwa adalah &#8216;tugas&#8217; dari umat Islam untuk membunuh mereka. Setelah siaran tersebut 2 pemimpin Ahmadi Muslim disyahidkan secara brutal dalam waktu dua hari.</p>
<p align="justify">Dalam program yang ditayangkan pada tanggal 22 Desember baru-baru ini, Muslim Ahmadi digambarkan sebagai &#8220;musuh Islam&#8221; dan &#8220;musuh Pakistan&#8221;. Jamaah Muslim Ahmadiyah digambarkan sebagai &#8220;musuh bersama&#8221; untuk seluruh warga Pakistan. Pakistan didesak untuk mengesampingkan semua perbedaan agama mereka dan bersatu bersama melawan Jamaah Muslim Ahmadiyah.</p>
<p align="justify">Lebih lanjut dinyatakan bahwa -<em>Naudzubillah</em>- Muslim Ahmadi menghujat dan menghina tokoh pendiri Islam yang diberkati Nabi Muhammad saw.</p>
<p align="justify">Dinyatakan juga bahwa Muslim Ahmadi terlibat dalam berbagai &#8216;plot&#8217; melawan Pakistan dan bahwa mereka harus disalahkan atas terorisme yang saat ini lazim di negara ini. Suatu usaha bahkan dibuat untuk menghubungkan Jamaah Muslim Ahmadiyah dengan serangan sekolah Peshawar pada 16 Desember &#8211; meskipun sebuah organisasi teroris yang terkenal secara terbuka dan dengan bangga mengaku telah melakukan serangan keji terhadap anak-anak sekolah yang tidak bersalah.</p>
<p align="justify">Jamaah Muslim Ahmadiyah dengan tegas menolak semua tuduhan tersebut sebagai sepenuhnya tidak berdasar dan tanpa dasar apapun. Tuduhan tersebut dibuat hanya untuk memprovokasi dan menghasut kebencian terhadap Muslim Ahmadi.</p>
<p align="justify">Kenyatannya adalah bahwa selama beberapa dekade, Muslim Ahmadi telah menjadi korban penganiayaan terus-menerus di Pakistan &#8211; dimana ratusan anggotanya telah dibunuh; mereka telah dinyatakan sebagai &#8216;non-Muslim'; mereka telah menderita segala bentuk diskriminasi sosial dan pendidikan dan  hak dasar kebebasan beragama dan sipil mereka hilang.</p>
<p align="justify">Meskipun demikian, setiap muslim ahmadi telah menunjukkan kesetiaan kepada negara Pakistan dan berusaha untuk membantu orang-orang dan masyarakat. Muslim Ahmadi adalah warga negara yang taat hukum dan hanya mencari kemajuan bangsa mereka.</p>
<p align="justify">Jamaah Muslim Ahmadiyah adalah sekte agama yang damai dan toleran yang tidak memiliki ambisi atau tujuan politik.</p>
<p align="justify">Terlepas dari penganiayaan yang dihadapinya, pemimpin Jamaah Muslim Ahmadiyah, Yang Mulia, Hazrat Mirza Masroor Ahmad telah berulang kali menasihati Muslim Ahmadi untuk berdoa bagi Pakistan dan rakyatnya.</p>
<p align="justify">Setelah serangan sekolah Peshawar, Yang Mulia Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:</p>
<blockquote>
<p align="justify">“Kami Muslim Ahmadi bersimpati dan mencintai kemanusiaan dan dimanapun manusia menderita dengan cara apapun ia membuat kita sedih dan terluka. Dalam hal ini mereka yang tewas adalah saudara-saudara kami sesama muslim dan sesama warga negara dan kesedihan kita bahkan lebih-lebih lagi. Hati kita dipenuhi dengan cinta dan kasih sayang bagi mereka. “</p>
</blockquote>
<p align="justify">Jamaah Muslim Ahmadiyah meminta masyarakat internasional dan media untuk memperhatikan penganiayaan terus Muslim Ahmadi di Pakistan. Secara khusus diharapkan bahwa badan pengawas media Pakistan (PEMRA) memperhatikan acara tersebut dan mereka yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban.</p>
<p align="justify">Lebih lanjut diharapkan semua orang dan organisasi yang memegang nilai-nilai kebebasan beragama dan yang menentang segala bentuk <em>&#8216;hate-speedch&#8217;</em> dan hasutan agama mengecam program GEO tanggal 22 Desember tersebut.(NAN)</p>
<p><iframe width="420" height="315" src="//www.youtube.com/embed/-HWm_MOw1Kw" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/aamir-liaquat-hussain-menyiarkan-pidato-kebencian-anti-ahmadiyah/">Aamir Liaquat Hussain Menyiarkan Pidato Kebencian anti-Ahmadiyah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>
<div class='yarpp-related-rss'>
<h3>Related posts:</h3><ol>
<li><a href="/jalsah-singapura/" rel="bookmark" title="[7 Desember 2014] Jalsah Salanah Singapura sukses dan lancar terlaksana">[7 Desember 2014] Jalsah Salanah Singapura sukses dan lancar terlaksana </a></li>
<li><a href="/upacara-wisuda-jamiah-ahmadiyah-uk/" rel="bookmark" title="Upacara Wisuda Jamiah Ahmadiyah UK yang Ketiga Diselenggarakan">Upacara Wisuda Jamiah Ahmadiyah UK yang Ketiga Diselenggarakan </a></li>
<li><a href="/taliban-telah-memenggal-seorang-pria-ahmadi-pakistan-yang-diculik-sejak-2009/" rel="bookmark" title="Taliban Telah Memenggal Seorang Pria Ahmadi Pakistan yang Diculik Sejak 2009">Taliban Telah Memenggal Seorang Pria Ahmadi Pakistan yang Diculik Sejak 2009 </a></li>
</ol>
<p><div style="display:none;">YARPP powered by AdBistro</div><a href="http://www.yarpp.com" class="yarpp-promote" target="_blank">Powered by</a></p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warta-ahmadiyah.org/aamir-liaquat-hussain-menyiarkan-pidato-kebencian-anti-ahmadiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seorang Ahmadi Ditembak Mati di Gujranwala Pakistan</title>
		<link>http://warta-ahmadiyah.org/seorang-ahmadi-ditembak-mati-di-gujranwala-pakistan/</link>
		<comments>http://warta-ahmadiyah.org/seorang-ahmadi-ditembak-mati-di-gujranwala-pakistan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2014 13:33:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[warta-ahmadiyah]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Mancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[Persekusi]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadi]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyya]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyyat]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[pakistan]]></category>
		<category><![CDATA[UK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warta-ahmadiyah.org/?p=3307</guid>
		<description><![CDATA[<p>AhmadiyyaTimes. Seorang Ahmadi yang diketahui nama depannya Luqman ditembak mati pagi ini di Gunranwala, Punjab, Pakistan. Dilaporkan korban berusia 27 tahun dan belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai pembunuhan ini. Insiden itu terjadi setelah program televisi anti-Ahmadi ditayangkan di jaringan televisi Geo. Pada acara Morning Show, seorang televangelis terkenal, Aamir Liaquat Hussain, dan tiga ulama [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/seorang-ahmadi-ditembak-mati-di-gujranwala-pakistan/">Seorang Ahmadi Ditembak Mati di Gujranwala Pakistan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>
<div class='yarpp-related-rss'>
<h3>Related posts:</h3><ol>
<li><a href="/taliban-telah-memenggal-seorang-pria-ahmadi-pakistan-yang-diculik-sejak-2009/" rel="bookmark" title="Taliban Telah Memenggal Seorang Pria Ahmadi Pakistan yang Diculik Sejak 2009">Taliban Telah Memenggal Seorang Pria Ahmadi Pakistan yang Diculik Sejak 2009 </a></li>
<li><a href="/seorang-dokter-ahmadi-ditembak-di-rabwah/" rel="bookmark" title="Seorang Dokter Ahmadi Ditembak di Rabwah">Seorang Dokter Ahmadi Ditembak di Rabwah </a></li>
<li><a href="/seorang-dokter-ahmadi-disyahidkan/" rel="bookmark" title="Seorang Dokter Ahmadi Disyahidkan di Mirpur Khas, Sindh, Pakistan">Seorang Dokter Ahmadi Disyahidkan di Mirpur Khas, Sindh, Pakistan </a></li>
</ol>

<div style="display:none;">YARPP powered by AdBistro</div><a href="http://www.yarpp.com" class="yarpp-promote" target="_blank">Powered by</a></div>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p align="&quot;justify"><a title="AhamdiyyaTimes" href="http://ahmadiyyatimes.blogspot.com/2014/12/pakistan-ahmadi-shot-dead-in-gujranwala.html">AhmadiyyaTimes</a>. Seorang Ahmadi yang diketahui nama depannya Luqman ditembak mati pagi ini di Gunranwala, Punjab, Pakistan.</p>
<p align="&quot;justify">Dilaporkan korban berusia 27 tahun dan belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai pembunuhan ini.</p>
<p align="&quot;justify">Insiden itu terjadi setelah program televisi anti-Ahmadi ditayangkan di jaringan televisi Geo. Pada acara Morning Show, seorang televangelis terkenal, Aamir Liaquat Hussain, dan tiga ulama Islam bergantian menyatakan komunitas Ahmadiyah sebagai musuh terbesar Pakistan.</p>
<p align="&quot;justify">Menurut juru bicara Ahmadiyah, Saleem-ud Din, konferensi Khatam-e-Nubuwwat juga digelar di daerah baru-baru ini.</p>
<p align="&quot;justify">Merujuk pada sebuah insiden tahun 2008, Saleem-ud Din mengatakan itu bukan pertama kalinya. Terakhir kali Amir Liaqat berkhotbah dengan kebencian dan kekerasan terhadap Ahmadiyah di Geo TV Network, 2 Ahmadiyah telah kehilangan nyawa mereka, Saleem-ud Din mengatakan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/seorang-ahmadi-ditembak-mati-di-gujranwala-pakistan/">Seorang Ahmadi Ditembak Mati di Gujranwala Pakistan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>
<div class='yarpp-related-rss'>
<h3>Related posts:</h3><ol>
<li><a href="/taliban-telah-memenggal-seorang-pria-ahmadi-pakistan-yang-diculik-sejak-2009/" rel="bookmark" title="Taliban Telah Memenggal Seorang Pria Ahmadi Pakistan yang Diculik Sejak 2009">Taliban Telah Memenggal Seorang Pria Ahmadi Pakistan yang Diculik Sejak 2009 </a></li>
<li><a href="/seorang-dokter-ahmadi-ditembak-di-rabwah/" rel="bookmark" title="Seorang Dokter Ahmadi Ditembak di Rabwah">Seorang Dokter Ahmadi Ditembak di Rabwah </a></li>
<li><a href="/seorang-dokter-ahmadi-disyahidkan/" rel="bookmark" title="Seorang Dokter Ahmadi Disyahidkan di Mirpur Khas, Sindh, Pakistan">Seorang Dokter Ahmadi Disyahidkan di Mirpur Khas, Sindh, Pakistan </a></li>
</ol>
<p><div style="display:none;">YARPP powered by AdBistro</div><a href="http://www.yarpp.com" class="yarpp-promote" target="_blank">Powered by</a></p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warta-ahmadiyah.org/seorang-ahmadi-ditembak-mati-di-gujranwala-pakistan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
