<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Warta Ahmadiyah &#187; Singapore</title>
	<atom:link href="/tag/singapore/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://warta-ahmadiyah.org</link>
	<description>Serba Serbi Jamaah Muslim Ahmadiyah</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Feb 2015 05:21:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=4.1.1</generator>
	<item>
		<title>Mengolok-olok agama minoritas</title>
		<link>http://warta-ahmadiyah.org/agama-minoritas/</link>
		<comments>http://warta-ahmadiyah.org/agama-minoritas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2014 10:35:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[warta-ahmadiyah]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Perspektif]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadi]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Banten]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[israel]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[JokoWi]]></category>
		<category><![CDATA[kristen]]></category>
		<category><![CDATA[pakistan]]></category>
		<category><![CDATA[palestina]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[Protestan]]></category>
		<category><![CDATA[Satu Islam]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Singapore]]></category>
		<category><![CDATA[syiah]]></category>
		<category><![CDATA[UK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warta-ahmadiyah.org/?p=3104</guid>
		<description><![CDATA[<p>Polemik kolom agama di KTP Oleh Teuku Kemal Fasya Satu Islam – Fenomena kolom agama dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) ternyata menjadi isu liar di tingkat publik termasuk di media sosial. Perkara ini telah “digoreng” sedemikian rupa, sehingga jauh dari fakta, terhuyung-huyung menjadi penyesatan informasi. Gerakan opini itu ingin mengesankan pemerintahan Jokowi – JK menisbikan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/agama-minoritas/">Mengolok-olok agama minoritas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>
<div class='yarpp-related-rss'>
<h3>Related posts:</h3><ol>
<li><a href="/prabowo-ancaman-bagi-minoritas/" rel="bookmark" title="Prabowo ancaman bagi minoritas">Prabowo ancaman bagi minoritas </a></li>
<li><a href="/5-isu-agama/" rel="bookmark" title="Pemerintah perhatikan 5 isu penting di bidang agama">Pemerintah perhatikan 5 isu penting di bidang agama </a></li>
<li><a href="/kaum-minoritas/" rel="bookmark" title="Mendagri diminta keluarkan aturan baru terkait kaum minoritas">Mendagri diminta keluarkan aturan baru terkait kaum minoritas </a></li>
</ol>

<div style="display:none;">YARPP powered by AdBistro</div><a href="http://www.yarpp.com" class="yarpp-promote" target="_blank">Powered by</a></div>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Polemik kolom agama di KTP</strong></p>
<p>Oleh <strong>Teuku Kemal Fasya</strong></p>
<p><strong><a href="http://www.satuislam.org/opini/mengolok-olok-agama-minoritas/" title="Mengolok-olok Agama Minoritas (akses: 20141202; 1715 WIB)">Satu Islam</a></strong> – Fenomena kolom agama dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) ternyata menjadi isu liar di tingkat publik termasuk di media sosial. Perkara ini telah “digoreng” sedemikian rupa, sehingga jauh dari fakta, terhuyung-huyung menjadi penyesatan informasi. Gerakan opini itu ingin mengesankan pemerintahan Jokowi – JK menisbikan keberadaan agama-agama di Indonesia dan membuka peluang pembenaran aliran “sesat”.</p>
<p>Tak kurang, wakil ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara secara sentimentil. Menurutnya bahaya jika kolom agama dikosongkan di dalam KTP, karena akan meniru model Barat yang tidak memerlukan identitas keagamaan. Bahkan, ketua DPD RI, Irman Gusman pun menyatakan ketidaksetujuannya karena alasan Indonesia bukan negara sekuler.</p>
<p>Pernyataan pejabat negara itu tidak memberikan ruang negosiasi opini yang bersifat klarifikatif, malah menambah distorsi dan kegamangan bagi publik. Padahal permasalahan ini harus didekati sebagai pendalaman atas masalah agama-agama di Indonesia yang masih terjebak logika “Orde Baru” yang gagal memahami pluralitas agama.</p>
<p><strong>Jokes Sakartis</strong></p>
<p>Akibat yang timbul dari politisasi isu itu malah mengarah kepada olok-olok atas kebijakan ini. Opsi untuk boleh tidak mencantumkan kolom di dalam KTP dianggap sebagai kebijakan “lebay” pemerintahan Jokowi.</p>
<p>Kini di media sosial muncul pelbagai jokes tentang itu. Ada status di facebook yang membuat metafora seseorang yang meninggal dan tidak dikenal agamanya di KTP cukup dilempar saja jenazahnya ke kolam ikan lele, karena tidak bisa disalatkan, dikremasi, atau disemayamkan. Yang cukup miris, seorang dosen hukum dan juga dikenal aktivis HAM membuat status bahwa masa depan Indonesia tanpa diskriminasi harus ditunjukkan dengan kebijakan, tidak saja menghapus kolom agama, tapi juga menghapus semua informasi seperti nama, tanggal lahir, jenis kelamin, kebangsaan, dsb.</p>
<p>Tentu jokes atau humor seperti seperti ini tidak pada tempatnya. Aksi olok-olok seperti itu membuka ruang bagi kelompok intoleran untuk semakin bergembira dan terhibur. Teringat kembali kajian Sigmund Freud tentang jokes. Dalam Jokes and Their Relation to The Unconscious Freud memerlihatan hubungan “mimpi” atau pikiran seseorang di masa lalu dengan realitas yang dialami sekarang. Jokes menjadi penanda tekanan psikologis sehingga perlu melakukan “pelepasan”. Seseorang yang melakukan jokes sakartis sebenarnya sedang membuka alam ketidaksadarannya (an agency of the unconscious) untuk terlibat dengan wacana subjektif yang didasarkan kepada kesadaran palsu tentang dirinya sendiri atas orang lain (Bruce Fink, The Lacanian Subject: Between Language and Jouissance, 1995 : 42).</p>
<p>Sesungguhnya tidak ada seseorang yang terpelajar atau politikus yang sudi dianggap pelopor diskriminasi atau promotor sektarianisme. Namun olok-olok atau candaan sakartis sesungguhnya membuka pintu kejiwaan seseorang terkait pengelolaan aspek Id atau instingtual yang tidak stabil, kemungkinan pengalamannya di masa kecil atau pengelolaan pendidikan yang buruk. Seseorang bisa dilihat latar depan psikologinya (Super Ego) dengan mengecek candaannya atas sebuah fenomena sosial.</p>
<p><strong>Kekanak-kanakan</strong></p>
<p>Sesungguhnya tak ada ruang untuk mencandai fenomena ini. Secara sosio-antropologis agama di Indonesia bukanlah “lima tambah satu”, tapi puluhan bahkan ratusan. Banyak awam berpikir kebijakan ini hanya membuka kepada hadirnya agama baru, padahal faktanya tidak. Agama-agama itu bahkan lebih tua sejarahnya di Indonesia dibandingkan agama-agama resmi.</p>
<p>Keputusan pemerintahan Abdurrahman Wahid yang mengeluarkan Keppres No. 6 tahun 2000 tentang Agama dan menjadi peluang untuk melegalisasi Konghucu sebagai agama harus dilihat sebagai pergulatan tentang status-status agama di Indonesia. Itu adalah diskursus yang belum selesai.</p>
<p>Meskipun enam agama resmi secara statistik sudah memenuhi persentase 99 persen umat beragama di Indonesia, ada satu persen lagi yang masih belum diakui. Bagaimana nasib Pelbegu dan Parmalim di Sumatera Utara, Sunda Wiwitan di Jawa Barat dan Banten, Islam Wetu Telu di Lombok, Kaharingan di Kalimantan, Tonaas Walian di Sulawesi Utara, Naurus di Maluku? Bagaimana dengan eksistensi Ahmadiyah, Syiah, Sikh di Indonesia? Protestan sendiri bukan entitas tunggal. Ada 300 denominasi yang kini telah terdaftar di Kementerian Agama.</p>
<p>Bagaimana dengan agama Yahudi? Banyak orang tak mau membuka wacana tentang Yahudi ini (padahal juga agama samawi seperti Islam dan Kristen) terkait sakit hati sosial-teologis karena perlakuan Israel terhadap Palestina. Namun kita lupa bahwa secara historis ada jejak-jejak agama Yahudi di dalam masyarakat, yang sejalan dengan sejarah kolonialisme Eropa di Nusantara. Menyamakan Yahudi dengan Zionis Israel juga bagian dari stereotip yang perlu diperbaiki. Ketidaktahuan melahirkan persangkaan.</p>
<p>Secara hukum, kebijakan ini hanya menjalankan amar konstitusional. Kebijakan tersebut telah tercantum pada pasal 64 ayat (5) UU No. 24 tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan. “Elemen data penduduk tentang agama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bagi Penduduk yang agamanya belum diakui sebagai agama berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-undangan atau bagi penghayat kepercayaan tidak diisi, tetapi tetap dilayani dan dicatat dalam database kependudukan.”</p>
<p>Undang-undang tersebut sesungguhnya menjadi penyempurnaan UU sebelumnya (UU No. 23 tahun 2006) yang juga mencantumkan opsi bagi agama non enam untuk boleh mengosongkan kolom agama di KTP. Jika selama ini banyak dalil yang bermunculan sesungguhnya tidak berangkat dari nalar konstitusional. Salah satu bola liar diakibatkan pemerintahan SBY yang melahirkan UU itu tak jua menjalankan di masa pemerintahannya.</p>
<p>Secara empiris, tidak mencantumkan status agama bukan semata kebijakan negara-negara sekuler-Barat, tapi berlaku di negara Islam atau negara mayoritas Islam. Selain Singapore yang tidak berkepentingan status agama warganya, Malaysia, Brunei Darussalam, Qatar, Turki, Tunisia, Pakistan, dan banyak Timur-tengah lainnya juga tidak mensyaratkan agama dicantumkan eksplisit di KTP. Di antara sedikit negara yang masih memberlakukan kolom agama di KTP adalah Israel dan Saudi Arabia. Tentu karena pengaruh zionistis dan wahabiyan di kedua negara itu sehingga kepentingan mengontrol penduduk secara keras terkait agamanya menjadi penting.</p>
<p>Jika pertimbangannya adalah agama yang banyak itu hanya satu persen dari total penduduk beragama resmi, karenanya tak perlu hirau dengan itu, maka penting dipertanyakan status keagamaannya. Dalam Islam kelompok itu disebut musthad’afin – kelompok yang dilemahkan secara politik, ekonomi, kultural. Mengabaikan kelompok musthad’afin sama saja merendahkan Islam dan menunjukkan keagamaan puritan yang diakui itu tak lebih dari Islam KTP!</p>
<p>Penulis adalah Antropolog. Anggota Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/agama-minoritas/">Mengolok-olok agama minoritas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>
<div class='yarpp-related-rss'>
<h3>Related posts:</h3><ol>
<li><a href="/prabowo-ancaman-bagi-minoritas/" rel="bookmark" title="Prabowo ancaman bagi minoritas">Prabowo ancaman bagi minoritas </a></li>
<li><a href="/5-isu-agama/" rel="bookmark" title="Pemerintah perhatikan 5 isu penting di bidang agama">Pemerintah perhatikan 5 isu penting di bidang agama </a></li>
<li><a href="/kaum-minoritas/" rel="bookmark" title="Mendagri diminta keluarkan aturan baru terkait kaum minoritas">Mendagri diminta keluarkan aturan baru terkait kaum minoritas </a></li>
</ol>
<p><div style="display:none;">YARPP powered by AdBistro</div><a href="http://www.yarpp.com" class="yarpp-promote" target="_blank">Powered by</a></p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warta-ahmadiyah.org/agama-minoritas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua Keluarga Ahmadiyah Diusir Di Jambi</title>
		<link>http://warta-ahmadiyah.org/dua-keluarga-ahmadiyah-diusir-di-jambi/</link>
		<comments>http://warta-ahmadiyah.org/dua-keluarga-ahmadiyah-diusir-di-jambi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Nov 2013 04:26:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[warta-ahmadiyah]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Persekusi]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadi]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[khalifah]]></category>
		<category><![CDATA[khalifah ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[masroor ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[menteri agama]]></category>
		<category><![CDATA[mirza masroor ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[pakistan]]></category>
		<category><![CDATA[Singapore]]></category>
		<category><![CDATA[Susilo Bambang Yudhoyono]]></category>
		<category><![CDATA[syiah]]></category>
		<category><![CDATA[UIN]]></category>
		<category><![CDATA[wonosobo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warta-ahmadiyah.org/?p=777</guid>
		<description><![CDATA[<p>KELUARGA Rukmana (43) termasuk istri dan dua anaknya dan Majid (73) diiringi istrinya hanya bisa pasrah. Mereka hanya bisa memandangi orang-orang sekitarnya juga sekeliling lingkungan yang selama ini ditinggali dan akrab bersamanya. Senin, 26 November 2013, yang seharusnya menjadi &#8220;November ceria&#8221; bagi mereka berubah menjadi muram. Perangkat desa Palalawan Jaya hingga camat disertai sebagian warga [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/dua-keluarga-ahmadiyah-diusir-di-jambi/">Dua Keluarga Ahmadiyah Diusir Di Jambi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>
<div class='yarpp-related-rss'>
<h3>Related posts:</h3><ol>
<li><a href="/sebuah-mimpi-dari-singapura/" rel="bookmark" title="Sebuah Mimpi dari Singapura">Sebuah Mimpi dari Singapura </a></li>
<li><a href="/peraturan-gubernur-jambi-tentang-larangan-aktifitas-jemaat-ahmadiyah-di-provinsi-jambi/" rel="bookmark" title="Peraturan Gubernur Jambi tentang Larangan Aktifitas Jemaat Ahmadiyah di Provinsi Jambi">Peraturan Gubernur Jambi tentang Larangan Aktifitas Jemaat Ahmadiyah di Provinsi Jambi </a></li>
<li><a href="/pemkab-sorolangun-jambi-usir-keluarga-ahmadiyah/" rel="bookmark" title="Pemkab Sorolangun Jambi Usir Keluarga Ahmadiyah">Pemkab Sorolangun Jambi Usir Keluarga Ahmadiyah </a></li>
</ol>

<div style="display:none;">YARPP powered by AdBistro</div><a href="http://www.yarpp.com" class="yarpp-promote" target="_blank">Powered by</a></div>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>KELUARGA Rukmana (43) termasuk istri dan dua anaknya dan Majid (73) diiringi istrinya hanya bisa pasrah. Mereka hanya bisa memandangi orang-orang sekitarnya juga sekeliling lingkungan yang selama ini ditinggali dan akrab bersamanya. Senin, 26 November 2013, yang seharusnya menjadi &#8220;November ceria&#8221; bagi mereka berubah menjadi muram.<span id="more-777"></span> Perangkat desa Palalawan Jaya hingga camat disertai sebagian warga masyarakat mengusir mereka karena mereka adalah muslim Ahmadiyah. Apalah daya. Tak ada daya melawan kehendak penguasa, juga sebagian masyarakat karena mereka hanyalah orang biasa yang menganut Ahmadiyah. Jamaah yang dianggap sebagai aliran yang menyimpang dari arus utama.</p>
<p>Majid adalah seorang Ahmadi tulen yang telah menganut Ahmadiyah sejak lama. Ia begitu mencintai jamaah ini dengan segenap harta, jiwa, dan raganya. Anak laki-lakinya Ali Mukhayat (35) melalui pengarahannya telah menjadi seorang ustadz Ahmadiyah juga menjadi bukti betapa ia mencintai jamaah yang memperoleh perlakuan tidak baik di negeri yang katanya paling toleran ini. Anak laki-lakinya itu kini tinggal di Batang, Jawa Tengah, jauh darinya karena menjalankan pengkhidmatan.</p>
<p>”Tekanan dari lingkungan dan pemerintah bukan hal yang buruk. Ini merupakan cara Tuhan memperkenalkan jamaah kami yang kecil tapi teguh berpegang pada kesabaran dan doa,” begitu reaksinya.</p>
<p>Bupati Serolangun Drs H. Cek Endra jauh sebelum kejadian pengusiran telah mengeluarkan edaran berkaitan dengan keberadaan Ahmadiyah di wilayahnya. Tekanan dari sebagian elemen masyarakat di antaranya mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dilakukan kepada pemerintah agar membubarkan Ahmadiyah di Serolangun sebelumnya. Tuntutan PMII itu di antaranya:</p>
<p>a. REALISASIKAN Surat edaran bupati Sarolangun mengenai jemaah Ahmadiyah.</p>
<p>b. Jika tidak ada realisasinya sampai satu bulan kedepan, maka kami akan menggunakan cari kami sendiri untuk mengusir para pemeluk Ahmadiyah.</p>
<div id="attachment_780" style="width: 610px" class="wp-caption alignright"><a href="/wp-content/uploads/2013/11/KH5-8293b78f7b274663b16e8b71049640ff.jpg"><img class="size-full wp-image-780" src="/wp-content/uploads/2013/11/KH5-8293b78f7b274663b16e8b71049640ff.jpg" alt="Bupati Wonosobo Abdul Kholik Arif disalami Khalifah Hadhrat Mirza Masroor Ahmad (krjogja.com)" width="600" height="450" /></a><p class="wp-caption-text">Bupati Wonosobo Abdul Kholik Arif disalami Khalifah Hadhrat Mirza Masroor Ahmad (krjogja.com)</p></div>
<p>Sikap pemerintah pusat dan daerah di Indonesia sendiri berlainan dalam menyikapi Ahmadiyah. Misalnya, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mewakili pemerintahan tertinggi mengemukakan bahwa pemerintahannya tidak akan melarang dan membubarkan Ahmadiyah bahkan akan melindungi. Kontradiktif dengan sikap pembantunya Suryadarma Ali sebagai menteri agama yang justru akan mengadopsi cara-cara pemerintah Pakistan dengan memberangus Ahmadiyah. Masyarakat pun dibingungkan!</p>
<div>
<p>Di daerah juga berlainan, ada pejabat daerah yang  aktif menekan dan mengintimidasi Ahmadiyah melalui kekuasaannya.  Tapi ada juga yang bersikap netral dengan tekad melindungi semua warganya dari sikap intoleran.</p>
<p>Sebut saja bupati Wonosobo, Kholiq Arif.  Ia menjadi contoh kepala daerah yang cukup gemilang dalam menjaga kerukunan warganya meskipun di wilayahnya ada Ahmadiyah. Ahmadiyah diperlakukan sama dengan aliran agama yang lainnya termasuk juga di dalamnya Syiah yang cukup mendapat sorotan di negeri ini.  “Warga Ahmadiyah berhak hidup di Indonesia karena mereka juga membayar pajak,” kata Bupati Wonosobo Kholiq Arif seperti dilansir <a href="http://tempo.co"><em>tempo.co</em></a>.Karena sikap tegas sang Bupati tak ada riak-riak timbul dari perbedaan itu.</p>
<p>Kholiq Arif pun termasuk nekad dan berani. Beberapa waktu lalu saat Khalifah Ahmadiyah kelima Mirza Masroor Ahmad melakukan lawatan di wilayah Asia dan Oceania, dan singgah di Singapore, ia malah terbang ke negeri singa itu dan menemuinya. Begitu kembali ke tanah air ia justru berkeinginan untuk mengunjungi markas Ahmadiyah di London dan ingin belajar bagaimana Ahmadiyah mengelola organisasinya. Dalam pandangannya, Ahmadiyah sangat berhasil dalam berorganisasi.</p>
<p>Sikap penguasa yang berlainan ini membuat bingung masyarakat. Penguasa yang mabuk kekuasaan sebagiannya memang lebih mendengar mayoritas meskipun sikap mayoritas itu mengundang huru-hara dan melahirkan kebencian di antara sesama anak bangsa jauh dari cita-cita luhur bangsa. Penguasa mabuk rakyat teler ikut lupa diri. Penguasa sadar rakyat pun akan ikut sadar bahwa cinta sesama adalah harta yang berharga.</p>
<p>Cinta untuk semua, kebencian dikubur sedalam-dalamnya. Selamat pagi Indonesia Jaya!</p>
<p>&#8212;<br />
Oleh <strong>Arif Sadewa</strong>. Sumber: <a title="Kompasiana - Dua Keluarga Ahmadiyah Diusir Di Jambi" href="http://regional.kompasiana.com/2013/11/28/dua-keluarga-ahmadiyah-diusir-di-jambi-611617.html" target="_blank">Kompasiana</a> (rilis: 28 November 2013, 06.10; akses: 28 November 2013, 06.30 WIB)</p>
</div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/dua-keluarga-ahmadiyah-diusir-di-jambi/">Dua Keluarga Ahmadiyah Diusir Di Jambi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>
<div class='yarpp-related-rss'>
<h3>Related posts:</h3><ol>
<li><a href="/sebuah-mimpi-dari-singapura/" rel="bookmark" title="Sebuah Mimpi dari Singapura">Sebuah Mimpi dari Singapura </a></li>
<li><a href="/peraturan-gubernur-jambi-tentang-larangan-aktifitas-jemaat-ahmadiyah-di-provinsi-jambi/" rel="bookmark" title="Peraturan Gubernur Jambi tentang Larangan Aktifitas Jemaat Ahmadiyah di Provinsi Jambi">Peraturan Gubernur Jambi tentang Larangan Aktifitas Jemaat Ahmadiyah di Provinsi Jambi </a></li>
<li><a href="/pemkab-sorolangun-jambi-usir-keluarga-ahmadiyah/" rel="bookmark" title="Pemkab Sorolangun Jambi Usir Keluarga Ahmadiyah">Pemkab Sorolangun Jambi Usir Keluarga Ahmadiyah </a></li>
</ol>
<p><div style="display:none;">YARPP powered by AdBistro</div><a href="http://www.yarpp.com" class="yarpp-promote" target="_blank">Powered by</a></p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warta-ahmadiyah.org/dua-keluarga-ahmadiyah-diusir-di-jambi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pidato Bersejarah Pemimpin Komunitas Muslim Ahmadiyah di Singapura</title>
		<link>http://warta-ahmadiyah.org/pidato-bersejarah-pemimpin-komunitas-muslim-ahmadiyah-di-singapura/</link>
		<comments>http://warta-ahmadiyah.org/pidato-bersejarah-pemimpin-komunitas-muslim-ahmadiyah-di-singapura/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Oct 2013 14:09:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[warta-ahmadiyah]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Mancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadi]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyya]]></category>
		<category><![CDATA[damai]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[khalifah]]></category>
		<category><![CDATA[khalifah ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[masroor ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[mirza masroor ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Singapore]]></category>
		<category><![CDATA[Singapura]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warta-ahmadiyah.org/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[<p>Hazrat Mirza Masroor Ahmad menyerukan ditegakkannya keadilan di segala lini PEMIMPIN dunia Jemaat Muslim Ahmadiyah, Khalifah kelima, Hazrat Mirza Masroor Ahmad menyampaikan pidatonya di Acara Penyambutan yang diadakan di Hotel Oriental Mandarin di Singapura pada tanggal 26 September 2013 sore hari. Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 100 tamu dan pejabat non-Ahmadi, termasuk Lee Koon [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/pidato-bersejarah-pemimpin-komunitas-muslim-ahmadiyah-di-singapura/">Pidato Bersejarah Pemimpin Komunitas Muslim Ahmadiyah di Singapura</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>
<div class='yarpp-related-rss'>
<h3>Related posts:</h3><ol>
<li><a href="/uk-pemimpin-muslim-sedunia-menyesalkan-provokasi-geert-wilders-kepada-islam/" rel="bookmark" title="UK: Pemimpin Muslim Sedunia menyesalkan provokasi Geert Wilders kepada Islam">UK: Pemimpin Muslim Sedunia menyesalkan provokasi Geert Wilders kepada Islam </a></li>
<li><a href="/uk-pemimpin-muslim-ahmadiyah-akan-membuka-masjid-di-sussex/" rel="bookmark" title="UK: Pemimpin Muslim Ahmadiyah Akan Meresmikan Masjid Pertama Di Sussex">UK: Pemimpin Muslim Ahmadiyah Akan Meresmikan Masjid Pertama Di Sussex </a></li>
<li><a href="/seorang-politisi-australia-menyatakan-muslim-ahmadiyah-adalah-komunitas-yang-luar-biasa/" rel="bookmark" title="Seorang Politisi Australia Menyatakan Muslim Ahmadiyah adalah Komunitas yang Luar Biasa">Seorang Politisi Australia Menyatakan Muslim Ahmadiyah adalah Komunitas yang Luar Biasa </a></li>
</ol>

<div style="display:none;">YARPP powered by AdBistro</div><a href="http://www.yarpp.com" class="yarpp-promote" target="_blank">Powered by</a></div>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong><strong>Hazrat Mirza Masroor Ahmad menyerukan ditegakkannya keadilan di segala lini</strong></strong><br />
<a href="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad-Resepsi-di-Singapura-2013.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-136" src="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad-Resepsi-di-Singapura-2013.jpg" alt="Mirza Masroor Ahmad Resepsi di Singapura 2013" width="580" height="192" /></a></p>
<p align="justify">PEMIMPIN dunia Jemaat Muslim Ahmadiyah, Khalifah kelima, Hazrat Mirza Masroor Ahmad menyampaikan pidatonya di Acara Penyambutan yang diadakan di Hotel Oriental Mandarin di Singapura pada tanggal 26 September 2013 sore hari. Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 100 tamu dan pejabat non-Ahmadi, termasuk Lee Koon Choy pendiri Partai Aksi Rakyat yang juga terkenal sebagai duta besar Singapura di berbagai negara.</p>
<p align="justify">Dalam pidatonya, Hazrat Mirza Masroor Ahmad menjelaskan tentang dasar keadilan ekonomi, kebutuhan akan kesetaraan antar negara, kesalahpahaman akan ajaran Islam, dan perhatiannya akan meningkatnya resiko Perang Dunia ketiga.</p>
<p><a href="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad-Resepsi-di-Singapura-2013-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-137" src="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad-Resepsi-di-Singapura-2013-2.jpg" alt="Mirza Masroor Ahmad Resepsi di Singapura 2013 2" width="580" height="356" /></a></p>
<p align="justify">Ia memulai pidatonya dengan citra negatif saat ini akan wajah Islam. Dia mengatakan bahwa wajah agama Islam menjadi buruk di seantero dunia akibat tindakan penuh kebencian dari beberapa orang yang menyebut dirinya Muslim hanya untuk kepentingan pribadinya.</p>
<p align="justify">Hazrat Mirza Masroor Ahmad berkata:</p>
<p align="justify"><strong><em>“Banyak masyarakat dunia saat ini berpendapat bahwa Islam adalah agama yang ekstrim dan penuh dengan kekerasan. Pertama-tama, izinkan saya mengatakan bahwa itu sama sekali salah dan tak sesuai dengan kenyataan. Kenyataannya adalah ada beberapa orang Islam yang egois yang melakukan kekerasan demi kepentingan pribadi mereka. Demi ambisi dan hasrat pribadi, mereka menafsirkan ajaran Islam dengan jalan yang salah, yang menyebabkan tuduhan tak mendasar dan menggeneralisir agama Islam. Tindakan mereka telah menodai agama Islam meskipun kenyataannya Islam menyediakan pikiran yang rasional dan logis untuk terbangunnya keadilan.”</em></strong></p>
<p align="justify">Tentang makna perekonomian yang sukses, Ia mengatakan bahwa Islam mempromosikan keadilan di segala level.</p>
<p><a href="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad-Resepsi-di-Singapura-2013-3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-138" src="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad-Resepsi-di-Singapura-2013-3.jpg" alt="Mirza Masroor Ahmad Resepsi di Singapura 2013 3" width="580" height="195" /></a></p>
<p align="justify">Hazrat Mirza Masroor Ahmad berkata:</p>
<p align="justify"><em><strong>“Islam mengajarkan bahwa sumber daya alam diperuntukkan bagi kesejahteraan seluruh umat manusia.. Kekayaan alam yang Allah berikan amat melimpah ruah, baik di atas ataupun di bawah lapisan bumi, yang seharusnya digunakan untuk kemakmuran seluruh umat manusia di muka bumi, bukan hanya bagi kekayaan segelintir individu.”</strong></em></p>
<p align="justify">Berbicara tentang pentingnya pendidikan, Hazrat Mirza Masroor mengatakan bahwa akses yang merata amatlah diperlukan.</p>
<p align="justify"><em><strong>“Islam mengajarkan bahwa setiap anak, tidak peduli apapun latar belakangnya, harus mendapatkan pendidikan yang layak supaya mereka dapat mengembangkan bakat dan kemampuan mereka sehingga berguna bagi masyarakat. “</strong></em></p>
<p align="justify">Tentang hubungan antar negara-negara dunia, ia mengatakan bahwa perdamaian antar bangsa hanya dapat diraih melalui keadilan yang diterapkan di setiap lini kehidupan berbangsa dan bernegara dan negara maju harus membantu negara berkembang dengan adil, tidak egois demi kepentingan mereka saja.</p>
<p align="justify"><em><strong>“Persekutuan dengan negara-negara tertentu seharusnya tidak berpengaruh pada kebijakan akan membantu atau tidak negara lain. Favoritisme dalam segala bentuk tidak seharusnya terjadi – tujuan menolong negara lain seharusnya agar mereka pada akhirnya dapat berdiri di kaki sendiri. Ketidakadilan tidak boleh terjadi, di mana subuah negara tidak akan dibantu sebelum ia memenuhi tuntutan tertentu atau menyetujui untuk mengerluarkan kebijakan hubungan tertentu dengan negara ketiga.”</strong></em></p>
<p><a href="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad-Resepsi-di-Singapura-2013-5.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-140" src="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad-Resepsi-di-Singapura-2013-5.jpg" alt="Mirza Masroor Ahmad Resepsi di Singapura 2013 5" width="500" height="351" /></a></p>
<p align="justify">Mengenai ketidaksetaraan Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan bahwa kesenjangan anatara yang miskin dengan yang kaya akan terus berlanjut:</p>
<p align="justify"><strong><em>“Amat disayangkan, kita melihat bahwa lebih dari 60 tahun setelah dibentuknya Perserikatan Bangsa-Bangsa, negara miskin tertinggal tetap melarat dan kekurangan, sementara negara maju semakin kaya dan berkuasa. Islam menjelaskan bahwa sebab mendasar dari langgengnya ketidaksetaraan adalah bahwa orang-orang tak memahami bahwa sumber kekayaan yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia ditujukan bagi kesejahteraan seluruh umat manusia.”</em></strong></p>
<p align="justify">Hazrat Mirza Masroor Ahmad menawarkan sebuah solusi global untuk meminimalisir ketidaksetaraan:</p>
<p><a href="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad-Resepsi-di-Singapura-2013-6.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-141" src="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad-Resepsi-di-Singapura-2013-6.jpg" alt="Mirza Masroor Ahmad Resepsi di Singapura 2013 6" width="500" height="318" /></a></p>
<p align="justify"><em><strong>“Islam mengajarkan kita tentang hubungan antar negara yang baik, yang terjalin dengan damai dan harmoni, hanya dapat terwujud oleh kerja bersama untuk tujuan yang lebih baik. Negara miskin hars memenuhi tanggung jawab mereka sendiri dan bekerja keras untuk memerdayakan sumber daya yang mereka miliki. Di sisi lain, negara kaya harus menunjukkan semangat sejati mereka untuk berkorban menolong saudara-saudara mereka.”</strong></em></p>
<p><a href="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad-Resepsi-di-Singapura-2013-7.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-142" src="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad-Resepsi-di-Singapura-2013-7.jpg" alt="Mirza Masroor Ahmad Resepsi di Singapura 2013 7" width="500" height="349" /></a></p>
<p align="justify">Khalifah menutup pidatonya dengan kekhawatirannya akan Perang Dunia yang bisa meletus sewaktu-waktu.</p>
<p align="justify">Hazrat Mirza Masroor Ahmad berkata:</p>
<p align="justify"><em><strong>“Jika kita menilik sejarah, kita sadari bahwa faktor utama yang menyebabkan Perang Dunia pertama dan kedua adalah situasi ekonomi dan tempat di mana kita tinggal pasti terkena juga dampaknya. Kenyataannya akan sangat sulit untuk memprediksikan siapa yang akan aman siapa yang akan dalam bahaya. Kita hanya dapat berdoa dan menunjukkan usaha dan harapan kita kepada khalayak dalam membangun perdamaian dan menyelamatkan dunia dari kerusakan dan marabahaya. Ini adalah hal yang esensial supaya kita tidak dipandang dengan kemarahan dan orang yang bersalah oleh generasi selanjutnya.”</strong></em></p>
<p><a href="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad-Resepsi-di-Singapura-2013-8.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-143" src="/wp-content/uploads/2013/10/Mirza-Masroor-Ahmad-Resepsi-di-Singapura-2013-8.jpg" alt="Mirza Masroor Ahmad Resepsi di Singapura 2013 8" width="500" height="309" /></a></p>
<p align="justify">Lee Koon Choy juga memberikan pidatonya kepada hadirin bahwa ia telah melihat bagaimana wajah Islam telah ternodai beberapa dekade ini sehingga ia mengapresiasi usaha Jemaat Muslim Ahmadiyah dalam menyebarkan cahahya kebenaran dan kedamaian ajaran Islam ke seluruh dunia.</p>
<p align="justify">Sebelum acara, Hazrat Mirza Masroor Ahmad menggelar pertemuan dengan berbagai pejabat yang juga diliput oleh perwakilan media dari Indonesia. Ia juga menghadiri empat acara amal lokal atas nama Jemaat Muslim Ahmadiyah di Singapura.</p>
<p>Diterjemahkan dari : <a title="http://www.alislam.org/egazette/press-release/head-of-ahmadiyya-muslim-community-delivers-historic-address-in-singapore/" href="http://www.alislam.org/egazette/press-release/head-of-ahmadiyya-muslim-community-delivers-historic-address-in-singapore/" target="_blank">http://www.alislam.org/egazette/press-release/head-of-ahmadiyya-muslim-community-delivers-historic-address-in-singapore/</a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/pidato-bersejarah-pemimpin-komunitas-muslim-ahmadiyah-di-singapura/">Pidato Bersejarah Pemimpin Komunitas Muslim Ahmadiyah di Singapura</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>
<div class='yarpp-related-rss'>
<h3>Related posts:</h3><ol>
<li><a href="/uk-pemimpin-muslim-sedunia-menyesalkan-provokasi-geert-wilders-kepada-islam/" rel="bookmark" title="UK: Pemimpin Muslim Sedunia menyesalkan provokasi Geert Wilders kepada Islam">UK: Pemimpin Muslim Sedunia menyesalkan provokasi Geert Wilders kepada Islam </a></li>
<li><a href="/uk-pemimpin-muslim-ahmadiyah-akan-membuka-masjid-di-sussex/" rel="bookmark" title="UK: Pemimpin Muslim Ahmadiyah Akan Meresmikan Masjid Pertama Di Sussex">UK: Pemimpin Muslim Ahmadiyah Akan Meresmikan Masjid Pertama Di Sussex </a></li>
<li><a href="/seorang-politisi-australia-menyatakan-muslim-ahmadiyah-adalah-komunitas-yang-luar-biasa/" rel="bookmark" title="Seorang Politisi Australia Menyatakan Muslim Ahmadiyah adalah Komunitas yang Luar Biasa">Seorang Politisi Australia Menyatakan Muslim Ahmadiyah adalah Komunitas yang Luar Biasa </a></li>
</ol>
<p><div style="display:none;">YARPP powered by AdBistro</div><a href="http://www.yarpp.com" class="yarpp-promote" target="_blank">Powered by</a></p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warta-ahmadiyah.org/pidato-bersejarah-pemimpin-komunitas-muslim-ahmadiyah-di-singapura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ahmadiyah “Peace Symposium Live Report” Radio Petra FM Yogyakarta</title>
		<link>http://warta-ahmadiyah.org/ahmadiyah-peace-symposium-live-report-radio-petra-fm-yogyakarta/</link>
		<comments>http://warta-ahmadiyah.org/ahmadiyah-peace-symposium-live-report-radio-petra-fm-yogyakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Oct 2013 10:10:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[warta-ahmadiyah]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Rabthah]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadi]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[damai]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[khalifah]]></category>
		<category><![CDATA[Singapore]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://warta-ahmadiyah.org/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[<p>SUNGGUH! Sebuah cara elegan membalas undangan kita dengan live report talkshow radio. Saat tiba memasuki acara selanjutnya, talkshow berlanjut dengan nara sumber Elga Sarapung (Interfidei), Julius Felicianus (Direktur Galangpress Group), Maulana Drs. Abdul Rozaq (PB Jemaat Ahmadiyah Indonesia), dan penulis (Ketua JAI Yogyakarta dan Ketua Pelaksana Nasional Tasyakur 100 tahun JAI). &#160; JUMAT, 4 Oktober [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/ahmadiyah-peace-symposium-live-report-radio-petra-fm-yogyakarta/">Ahmadiyah “Peace Symposium Live Report” Radio Petra FM Yogyakarta</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>
<div class='yarpp-related-rss'>
<h3>Related posts:</h3><ol>
<li><a href="/silaturahmi-lintas-iman-bangun-bangsa-dengan-landasan-cinta/" rel="bookmark" title="Silaturahmi Lintas Iman &#8211; Bangun Bangsa dengan Landasan Cinta">Silaturahmi Lintas Iman &#8211; Bangun Bangsa dengan Landasan Cinta </a></li>
<li><a href="/sebuah-mimpi-dari-singapura/" rel="bookmark" title="Sebuah Mimpi dari Singapura">Sebuah Mimpi dari Singapura </a></li>
<li><a href="/pidato-bersejarah-pemimpin-komunitas-muslim-ahmadiyah-di-singapura/" rel="bookmark" title="Pidato Bersejarah Pemimpin Komunitas Muslim Ahmadiyah di Singapura">Pidato Bersejarah Pemimpin Komunitas Muslim Ahmadiyah di Singapura </a></li>
</ol>

<div style="display:none;">YARPP powered by AdBistro</div><a href="http://www.yarpp.com" class="yarpp-promote" target="_blank">Powered by</a></div>
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Cambria, Times New Roman, serif;">SUNGGUH! Sebuah cara elegan membalas undangan kita dengan live report talkshow radio. Saat tiba memasuki acara selanjutnya, talkshow berlanjut dengan nara sumber Elga Sarapung (Interfidei), Julius Felicianus (Direktur Galangpress Group), Maulana Drs. Abdul Rozaq (PB Jemaat Ahmadiyah Indonesia), dan penulis (Ketua JAI Yogyakarta dan Ketua Pelaksana Nasional Tasyakur 100 tahun JAI).</span></div>
</blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_130" style="width: 650px" class="wp-caption aligncenter"><a href="/wp-content/uploads/2013/10/Ahmad-Saifudin-Mutaqi-dan-Yulius-Felicianus-diwawancarai-tentang-acara-Simposium-di-Singapura.jpg"><img class="size-full wp-image-130" src="/wp-content/uploads/2013/10/Ahmad-Saifudin-Mutaqi-dan-Yulius-Felicianus-diwawancarai-tentang-acara-Simposium-di-Singapura.jpg" alt="Ahmad Saifudin Mutaqi dan Yulius Felicianus diwawancarai tentang acara Simposium di Singapura" width="640" height="480" /></a><p class="wp-caption-text">Ahmad Saifudin Mutaqi dan Yulius Felicianus diwawancarai tentang acara Simposium di Singapura</p></div>
<p><span style="font-family: Calibri, Courier, monospace;"><br />
</span> <span style="font-family: Calibri, Courier, monospace;"><br />
</span> <span style="font-family: Calibri, Courier, monospace;">JUMAT, 4 Oktober 2013 pukul 4 petang, <a title="Radio Petra FM Yogyakarta" href="http://www.petrafmjogja.com/" target="_blank">Radio Petra FM Yogyakarta</a> mengadakan talkshow radio dengan tema “Peace Symposium live report.”</span><br />
<span style="font-family: Calibri, Courier, monospace;"><br />
</span> <span style="font-family: Calibri, Courier, monospace;">Host talkshow, Martha Sasongko yang menjadi salah satu tamu VVIP Peace Symposium Singapore minggu lalu di mana ia merekam pidato Sayyidinā Amīru′l-Mu’minīn Ḥaḍrat Khalīfatu&#8217;l-Masīḥ V Mirzā Masrūr Aḥmad (Ḥuḍūr/Yang Mulia) ayyadahu′l-Lōhu ta‘ālā bi naṣrihi′l-‘azīz (atba.) selama simposium tersebut, kembali memperdengarkan rekaman pidato Yang Mulia dalam talkshow radio sebagai pembuka acara. Luar biasa!</span><br />
<span style="font-family: Calibri, Courier, monospace;"><br />
</span> <span style="font-family: Calibri, Courier, monospace;">Setelah itu, juga diperdengarkan hasil rekaman suara dari tokoh-tokoh lain yang hadir di simposium bersama Khalifah <a title="The Official Website of the Ahmadiyya Muslim Community" href="http://alislam.org" target="_blank">Aḥmadiyyah</a> tersebut, di antaranya K.H. Imam Aziz (<a title="NU Online: Situs Resmi Nahdlatul Ulama" href="http://www.nu.or.id" target="_blank">PBNU</a>), Dr. Zuly Qodir (<a title="Muhammadiyah" href="http://www.muhammadiyah.or.id" target="_blank">Muhammadiyah</a>), Irwan Masduki (Alumni Mesir), dan Julius Felicianus (<a title="Galangpress Group, kelompok penerbit buku utama di Indonesia" href="http://www.galangpress.com" target="_blank">Galangpress</a>).</span><br />
<span style="font-family: Calibri, Courier, monospace;"><br />
</span> <span style="font-family: Calibri, Courier, monospace;">Sungguh! Sebuah cara elegan membalas undangan kita dengan live report talkshow radio. Saat tiba memasuki acara selanjutnya, talk show berlanjut dengan narasumber Elga Sarapung (<a title="Institut Dialog Antariman di Indonesia atau Institute for Interfaith Dialogue in Indonesia, disingkat Institut DIAN/Interfidei" href="http://http://interfidei.or.id/" target="_blank">Interfidei</a>), Julius Felicianus (Direktur Galangpress Group), Maulana Drs. Abdul Rozaq (PB Jemaat Ahmadiyah Indonesia), dan penulis (Ketua JAI Yogyakarta dan Ketua Pelaksana Nasional Tasyakur 100 tahun JAI).</span><br />
<span style="font-family: Calibri, Courier, monospace;"><br />
</span> <span style="font-family: Calibri, Courier, monospace;">Penulis, salah satu perwakilan JAI, berbicara yang berisikan misi jamaah Aḥmadiyyah yaitu mengkampanyekan perdamaian dunia adalah tugas mulia Khalifah yang harus didukung semua pihak. Dikemukakan bahwa dukungan pun tak henti-hentinya mengalir agar Indonesia bisa mengadakan “Peace Symposium Aḥmadiyyah”. Meskipun masih ada penolakan terhadap Aḥmadiyyah, kawan-kawan Aḥmadiyyah yakin bukan karena karakter Aḥmadiyyah yang “Love for all, Hatred for None”, tetapi karena alasan lain, bisa saja unsur politik. Selanjutnya, disampaikan bahwa kawan-kawan ini akan siap dan terus menyuarakan perdamaian bersama maupun tidak dengan Aḥmadiyyah, karena tanpa ini Indonesia akan hancur. Aḥmadiyyah mempunyai visi luhur dalam jangkauan dunia dengan terlihatnya Ḥuḍūr yang saat ini di Australia yang juga untuk menyampaikan kampanye damai.</span><br />
<span style="font-family: Calibri, Courier, monospace;"><br />
</span> <span style="font-family: Calibri, Courier, monospace;">Sementara Maulana Drs. Abdul Rozaq, ia menyinggung pesan mendiang Ḥaḍrat Khalīfatu&#8217;l-Masīḥ Masih IV roḥmatu′l-Lōhu ‘alaih (r.h.) kepada Almarhum Presiden Gus Dur saat kedatangan beliau tahun 2000 lalu. Beliau r.h. memberikan saran supaya Indonesia bisa selamat, yakni persatukan umat Islam damai, selamatkan anak muda dari Narkoba, berantas korupsi, dan jangan terima uang dari IMF.</span><br />
<span style="font-family: Calibri, Courier, monospace;"><br />
</span> <span style="font-family: Calibri, Courier, monospace;">Elga Sarapung menganjurkan dialog sebagai solusi bagi terbentuknya masyarakat yang toleran. Ia menyatakan Interfidei siap setiap saat menjalankan program-program dialog lintas iman. Ia mengemukakan isi pembahasan yang didialogkan adalah hal-hal yang berbeda sehingga bisa mencapai target “perbedaan itu indah”. “Aḥmadiyyah sudah memanfaatkan ruang dialog yang dibangun oleh Interfidei,” ujarnya.</span><br />
<span style="font-family: Calibri, Courier, monospace;"><br />
</span> <span style="font-family: Calibri, Courier, monospace;">Julius Felicianus berbicara pentingnya membangun kebersamaan meskipun dalam perbedaan. Mulai dari lingkup yang kecil dalam hidup bertetangga. “Tidak perlu takut berbeda karena berbeda itu keberkatan dan keindahan,” katanya.</span><br />
<span style="font-family: Calibri, Courier, monospace;"><br />
</span> <span style="font-family: Calibri, Courier, monospace;">Penulis merasakan seolah memiliki radio sendiri. Suara pesan Aḥmadiyyah direkam untuk caption radio, “Panitia Tasyakur 100 tahun Jemaat Ahmadiyah, ‘Cinta untuk Semua, Kebencian tidak bagi Siapapun’ mengantarkan Radio Petra membangun perdamaian atas dasar ‘cinta untuk semua’. Selamat mendengarkan Petra FM!” yang ditayangkan setiap saat caption acara.</span><br />
<span style="font-family: Calibri, Courier, monospace;"><br />
</span> <span style="font-family: Calibri, Courier, monospace;">Mubārak! <a title="Radio Petra FM Yogyakarta" href="http://www.petrafmjogja.com/" target="_blank">Radio Petra FM</a> sebagai media partner bagi Badan Penyelenggara Tasyakur 100 tahun Jemaat Ahmadiyah Indonesia. Aḥmadiyyah: Zindahbād…‼</span><br />
<span style="font-family: Calibri, Courier, monospace;"><br />
</span> <span style="font-family: Calibri, Courier, monospace; font-size: x-small;">Kontributor: <b>Ir. H. Ahmad Saifudin Mutaqi M.T.</b></span><br />
<span style="font-family: Calibri, Courier, monospace; font-size: x-small;">Editor: <b>Iin Qurrotul Ain binti T. Hidayatullah</b></span></p>
<p>Sumber : arhlibrary.com</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="/ahmadiyah-peace-symposium-live-report-radio-petra-fm-yogyakarta/">Ahmadiyah “Peace Symposium Live Report” Radio Petra FM Yogyakarta</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="/">Warta Ahmadiyah</a>.</p>
<div class='yarpp-related-rss'>
<h3>Related posts:</h3><ol>
<li><a href="/silaturahmi-lintas-iman-bangun-bangsa-dengan-landasan-cinta/" rel="bookmark" title="Silaturahmi Lintas Iman &#8211; Bangun Bangsa dengan Landasan Cinta">Silaturahmi Lintas Iman &#8211; Bangun Bangsa dengan Landasan Cinta </a></li>
<li><a href="/sebuah-mimpi-dari-singapura/" rel="bookmark" title="Sebuah Mimpi dari Singapura">Sebuah Mimpi dari Singapura </a></li>
<li><a href="/pidato-bersejarah-pemimpin-komunitas-muslim-ahmadiyah-di-singapura/" rel="bookmark" title="Pidato Bersejarah Pemimpin Komunitas Muslim Ahmadiyah di Singapura">Pidato Bersejarah Pemimpin Komunitas Muslim Ahmadiyah di Singapura </a></li>
</ol>
<p><div style="display:none;">YARPP powered by AdBistro</div><a href="http://www.yarpp.com" class="yarpp-promote" target="_blank">Powered by</a></p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://warta-ahmadiyah.org/ahmadiyah-peace-symposium-live-report-radio-petra-fm-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
