W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

Tag Archive | "masroor ahmad"

nusrat-high-school-gambia-warta-ahmadiyah

Pengaruh Jamaah Muslim Ahmadiyah di Gambia

Pada awal 1960-an, sebuah peristiwa yang sangat penting terjadi di Gambia. Memang itu dianggap oleh banyak orang tidaklah signifikan. Seorang misionaris dari Jamaah Muslim Ahmadiyah, Hafiz Jibril Sa’id mengunjungi negara itu untuk menindaklanjuti literatur yang telah difilter ke seluruh negeri secara kebetulan, atau memang dengan takdir Allah SWT ..

Orang-orang mulai mengambil minat dalam literatur dan pesan dari Jamaah Muslim Ahmadiyah – yang didirikan beberapa dekade sebelumnya di sebuah desa terpencil di India – Qadian. Setelah wafatnya sang pendiri, Sayyidina Mirza Ghulam Ahmad ia digantikan oleh Sayyidina Hakim Maulwi Nuruddin Saliib dan dilanjutkan oleh serangkaian Khalifah, memenuhi nubuat dari Rasul Karim, Sayyidina Muhammad saw, bahwa Allah akan memberikan umat Islam karunia Khilafat untuk kedua kalinya.

Para Khalifah tersebut mengirimkan misionaris untuk menyebarkan pesan Islam Ahmadiyah dan melayani umat manusia. Saat itu di awal tahun 1960 pesan penting ini telah mencapai Gambia, memenuhi nubuatan dari Masih yang dijanjikan di mana Allah berkata kepadanya: “Aku akan sampaikan tablighmu keseluruh pelosok dunia ‘. Gambia secara kebetulan terletak di ujung dunia.

Nubuat penting lain Hadhrat Masih Mau’ud as adalah : ‘Aku akan memberkatimu sedemikian rupa sehingga raja-raja akan mencari berkah dari pakaianmu‘. Ketika Gambia mendapatkan kemerdekaan sendiri dan Sir Farimang Singhateh menjadi gubernur pertama negara Gambia, ia menulis surat kepada khalifah pada saat itu untuk mendapatkan sepotong pakaian yang dikenakan oleh Masih Mau’ud untuk mendapatkan keberkatan Allah Yang Mahakuasa. Khalifatul Masih ketiga mengirimnya sepotong kain dari pakaian Al-Masih

Manfaat Khilafat Ahmadiyah di Gambia telah berlangsung lama dan konstan. Pada Februari 1965 ketika Gambia merayakan kemerdekaannya, Sayyidina Ghulam Ahmad Badomali, amir dan missionary-in-charge Jamaah Muslim Ahmadiyah yang memimpin doa atas nama umat Islam.

Pada tahun 1960 dan awal tahun 70-an di Gambia terdapat sangat sedikit sekolah senior. Itupun terpusat di daerah perkotaan sehingga mengharuskan semua anak-anak di daerah yang yang mencapai usia sekolah tinggi meninggalkan rumah dan datang ke daerah perkotaan. Pada tahun 1970, Sayyidina Mirza Nasir Ahmad, Khalifatul Masih III mengunjungi Gambia untuk pertama kalinya. Saat disana beliau mendapat ilham memulai sebuah skema untuk membantu negara-negara dunia ketiga. Sekembalinya ke London ia menyampaikan khotbah Jumat di Masjid Fadl di London dan ia menjelaskan skema ini. Beliau menyebutnya Skema Nusrat Jehan – yang artinya, membantu dunia. Beliau mengimbau warga Ahmadiyah mengorbankan uang, waktu dan keahlian mereka untuk membantu negara-negara miskin di dunia. Beberapa minggu kemudian, ratusan ribu rupee ditawarkan kepadanya. Selain itu, ratusan relawan – dokter, guru dan ahli pertanian menawarkan jasa mereka untuk datang dan berkhidmat di Afrika.

nusrat-senior-high-school-gambia-warta-ahmadiyah

Nusrat Senior High School

Sekolah pertama berdiri beberapa bulan kemudian, SMA Nusrat. Sekolah ini bangkit menjadi salah satu yang terbaik di negeri ini, yang sekarang dikenal di seluruh dunia sebagai mercusuar unggul. Sekolah tersebut telah berdampak sangat positif pada masyarakat Gambia dimana hampir tidak ada kantor pemerintahan di negara tersebut hari ini di mana tidak ada lulusan lembaga luhur tersebut. Sekolah tersebut telah menghasilkan menteri, anggota parlemen, tentara, guru dan lain-lain. Beberapa tahun kemudian, Sekolah Menengah Muslim Ahamdiyah Tahir berdiri di Mansakonko dan Sekolah Menengah Muslim Ahmadiyah Nasir di Basse. Yang menarik adalah bahwa sekolah-sekolah tersebut berdiri pada saat tidak ada sekolah menengah di propinsi (kecuali Armitage di Janjanbureh).

Pada tahun 2005, Humanity First sebuah LSM di bawah naungan Jamaah Ahmadiyah membangun pertama kalinya sebuah sekolah menengah lanjut – Sekolah Menengah Masroor di Old Yundum. Sekolah tersebut terus mempertahankan tingkat kelulusan 100% sejak awal berdirinya. Karena itu bisa dikatakan sekolah tersebut nyaris tiada bandinganya dibanding sekolah lainnya.

Sekolah lain yang dibangun oleh Jamaah Muslim Ahmadiyah meliputi Sekolah Ahmadiyah Mooreh Kunda di Wulli, Sekolah Ahmadiyah Kamfenda di Foni, dan Mbullum Ahmadiyah sekolah dasar ahmadiyah Mbullum (sekarang dengan sekolah senior yang disebut Sekolah Menengah Nusrat Jehan) di Kabupaten Lower Niumi di North Bank Region.

Masih di bidanga pendidikan, Jamaah Muslim Ahmadiyah juga mensponsori ratusan siswa di sekolah menengah atas dan perguruan tinggi, khususnya Universitas Gambia. Juga, Humanity First membangun kelas TI murah dan terjangkau untuk siswa di Gambia.

Pada saat dan tidak lama setelah kemerdekaan, hanya ada sedikit rumah sakit di Gambia. Royal Victoria Teaching Hospital (sekarang EEdward Francis Small Teaching Hospital) dan Rumah Sakit Bansang adalah beberapa yang terkenal. Ketika Skema Nusrat Jehan Skema diluncurkan, juga dibangun rumah sakit untuk membantu negara. Salah satunya adalah Rumah Sakit dan Bedah Gigi Islam Ahmadiyah di Tallinding yang dibangun di Perseverance Street No. 88 di Banjul, rumah sakit yang telah identik dengan keunggulannya di negara tersebut. Sebuah rumah sakit juga dibangun di Njawara, daerah North Bank, satu lagi di Farafenni dan satu di Basse. Semua rumah sakit tersebut memberlakukan biaya rendah dan terjangkau, juga memperlakukan pasien yang tidak mampu secara gratis. Jamaah Muslim Ahmadiyah juga memperkenalkan pengobatan homeopati (sistem pengobatan yang ditemukan lebih dari seratus tahun yang lalu oleh seorang ilmuwan Jerman bernama Samuel Heinemann) di negeri ini dan menawarkan dan masih terus dilakukan klinik kesehatan gratis seluruh penjuru negeri.

rumah-sakit-talinding-gambia-ahmadiyah-warta-ahmadiyah

Rumah Sakit Ahmadiyah di Talinding Gambia

Di bidang pertanian, Jamaah Muslim Ahmadiyah telah memberikan nasihat kepada ribuan warga Gambia dan juga memiliki sekretariat pertanian. Jemaat ini juga terlibat dalam penanaman pohon. Dalam lima tahun terakhir saja telah menanam ribuan pohon.

Kita sekarang sampai aspek lain dan mungkin aspek yang paling penting dari dampak Jamaah Ahmadiyah – manfaat spiritual dan moral. Jemaat telah mencetak ribuan selebaran dan buku, semua bermuara kepada pendidikan moral rakyat. Salah satu contoh yang baik adalah Buku Doa Muslim yang terjual seperti kacang goreng ketika dicetak di negeri ini, sebagian besar dibeli oleh Muslim non Ahmadi. Baru-baru ini, Jamaah Muslim Ahmadiyah menerbitkan (untuk pertama kalinya dalam sejarah negara itu) Alquran dalam tiga bahasa lokal negara; Mandinka, Wollof dan Fula.

Rakyat Gambia sekarang mencari dan menerima arahan dan doa dari khalifah Jamaah Muslim Ahmadiyah. Belum lama ini, anggota yang sangat dihormati masyarakat yang non-Ahmadi Muslim menceritakan bahwa ia memiliki beberapa kesulitan dan menulis surat kepada Sayidina Mirza Masroor Ahmad (khalifah) untuk meminta doa. Dia mengatakan bahwa Hudur berdoa dan menulis kepadanya dan menceritakan mimpi yang ditunjukkan kepadanya oleh Allah SWT. Mimpi ini berarti bahwa kesulitan tersebut akan selesai dalam waktu dekat. Dan terjadilah. Kesaksian tersebut menunjukkan kesalehan khalifah dan masyarakat yang dipimpinnya! Manfaat langsung dari Khalifah Ahmadiyah di Gambia tidak diragukan lagi.

Saat kita merayakan hari Khilafat tahun ini, kita harus mengambil keberkatan seperti halnya Gambia peroleh. Semua doa milik Allah, Tuhan semesta alam.

Sumber : The Standard Gambia

Posted in Kemanusiaan, MancanegaraComments (0)

hazrat mirza masroor ahmad

Khalifah Ahmadiyah berpidato dalam konferensi AMMA

Hazrat Mirza Masroor Ahmad memerintahkan Ahmadiyya Muslim Medical Association untuk membentuk dana baru untuk menyediakan peralatan medis di negara berkembang.

Pemimpin dunia Jamaah Muslim Ahmadiyah, khalifah kelima, Yang Mulia Hazrat Mirza Masroor Ahmad telah memerintahkan anggota Ahmadiyya Muslim Medical Association (Amma) untuk menggali dana baru yang akan digunakan untuk menyediakan peralatan medis yang diperlukan untuk rumah sakit di negara-negara berkembang.

Berpidato dalam Konferensi Tahunan AMMA, yang diadakan di Masjid Baitul Futuh di London, Hazrat Mirza Masroor Ahmad berbicara tentang betapa pentingnya melayani kemanusiaan dan mengatakan bahwa “sungguh beruntunglah” dokter karena profesi tersebut memungkinkan mereka untuk melayani orang lain

Mengenai penetapan dana baru, Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Saya ingin Ahmadiyah Medical Association Muslim untuk mengunpulkan dana yang akan digunakan untuk menyediakan peralatan ilmiah yang penting bagi rumah sakit di negara berkembang. Dana ini dapat digunakan untuk membantu rumah sakit di Afrika yang telah dibangun di bawah skema Majlis Nusrat Jahan atau rumah sakit lain yang sesuai. “

Dalam pidatonya, Hazrat Mirza Masroor Ahmad juga menggarisbawahi pentingnya profesi medis sesuai dengan ajaran Islam.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Kenyataan bahwa kedokteran merupakan profesi yang sangat penting dan terhormat dibuktikan oleh fakta bahwa Nabi Muhammad saw mengatakan bahwa ada dua jenis pengetahuan yang dihargai dan orang harus berusaha untuk menggapainya. Salah satunya adalah pengetahuan tentang agama dan yang lain adalah pengetahuan tentang tubuh manusia – atau ‘ilmu kedokteran’ dengan kata lain “.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad melanjutkan:

“Sementara ilmu agama dan spiritual adalah cara untuk menghapus penyakit spiritual umat manusia, pengetahuan tentang tubuh manusia adalah cara untuk menghilangkan penyakit fisik dan penyakit manusia.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Masih Mau’ud as berulang kali berbicara tentang pentingnya melayani orang lain dengan kasih dan kebaikan – bahwa para pengikutnya harus memperhatikan rasa sakit dan penderitaan orang lain seolah-olah itu adalah rasa sakit dan penderitaan mereka sendiri dan harus berdoa untuk mereka. “

Sebelumnya, Presiden AMMA, Dr Muzaffar Ahmad, menyampaikan laporan kegiatan tahunan Asosiasi. Dia mengatakan bahwa Konferensi Tahunan telah secara resmi diakui oleh Royal College. Dia juga mengatakan bahwa AMMA berharap untuk membangun sebuah rumah sakit unggulan kelas dunia di Pantai Gading.

Pada tahun lalu AMMA telah mengirim dokter pada misi ke Pakistan dan Afrika untuk melatih staf lokal, untuk mendirikan kamp medis dan terus mendukung kegiatan amal Humanity First. Sementara itu di Inggris, peserta pelatihan medis dan mahasiswa telah diberikan pengalaman kerja, sementara pelajar menerima pelatihan PPPK.

Sumber : pressahmadiyya

Posted in Kemanusiaan, MancanegaraComments (0)

Jamaah Muslim Ahmadiyah Meluncurkan Website Baru Tentang Khalifah

Sumber : themuslimtimes

Hazrat Mirza Masroor Ahmad adalah Khalifah Kelima Jamaah Muslim Ahmadiyah. Terpilih sebagai khalifah seumur hidup pada tanggal 22 April 2003, ia menjabat sebagai pemimpin rohani dan administrasi organisasi keagamaan internasional seluruh dunia dengan keanggotaan melebihi 10 jutaan tersebar di lebih 206 negara.

Prakarsa perdamaian

Yang Mulia adalah tokoh Muslim terkemuka di dunia yang mempromosikan perdamaian dan kerukunan antar umat beragama. Melalui khotbah, ceramah, buku, dan pertemuan pribadi, Yang Mulia secara terus-menerus menganjurkan penyembahan Tuhan Yang Maha Esa dan melayani kemanusiaan. Dia juga terus melakukan advokasi untuk terbentuknya hak asasi manusia universal, masyarakat yang adil dan pemisahan antara agama dan negara.

Sejak terpilih sebagai Khalifah, Yang Mulia telah memimpin kampanye di seluruh dunia untuk menyampaikan pesan damai Islam, melalui semua bentuk media cetak dan digital. Di bawah kepemimpinannya, Jamaah Muslim Ahmadiyah di berbagai wilayah meluncurkan kampanye yang mencerminkan ajaran Islam yang damai. Muslim Ahmadi di seluruh dunia terlibat dalam usaha di tingkat akar rumput untuk mendistribusikan jutaan selebaran ‘Damai’ bagi Muslim dan non-Muslim, mengadakan simposium perdamaian lintas agama , dan mengadakan pameran Al-Qur’an, untuk menyampaikan pesan yang benar dan mulia. Kampanye ini mendapatkan liputan media di seluruh dunia dan menunjukkan bahwa [Ahmadiyah] merupakan jawara Islam damai, kesetiaan warganya pada negara dimana dia tinggal dan pelayanan kemanusiaan.

Pada tahun 2004, Yang Mulia meluncurkan Simposium Nasional Perdamaian tahunan di mana tamu dari semua lapisan masyarakat datang bersama-sama untuk bertukar pikiran tentang promosi perdamaian dan harmoni. Setiap tahun simposium tersebut menarik banyak menteri, anggota parlemen, politisi, tokoh agama dan pejabat lainnya. Pada tahun 2009, Yang Mulia juga meluncurkan ‘Ahmadiyya Muslim Prize for the Advancement of Peace‘ tahunan; penghargaan perdamaian internasional untuk individu atau organisasi yang telah menunjukkan komitmen yang luar biasa dan pelayanan pada perdamaian dan kemanusiaan.

Public Service

Yang Mulia telah berkeliling ke seluruh dunia untuk mempromosikan dan memfasilitasi pelayanan kepada umat manusia. Dia secara rutin bertemu presiden, perdana menteri, kepala negara lain, anggota parlemen, dan duta besar.

Yang Mulia memiliki minat khusus dalam mengurangi penderitaan masyarakat di negara-negara berkembang, dengan membantu meningkatkan pertanian mereka dan memfasilitasi akses terhadap pangan, air bersih dan listrik. Beliau mengawasi kerja dari Asosiasi Arsitek dan Insinyur Ahmadi Internasional (IAAAE), sebuah organisasi tersebut diarahkan kepada berbagai proyek kemanusiaan dan memimpin pembangunan di daerah-daerah terpencil. Ruang lingkup dan keahlian organisasi ini telah berkembang dengan pesat di bawah kepemimpinannya. Demikian juga, Yang Mulia mendukung pekerjaan “Humanity First”, sebuah organisasi bantuan bencana dan pengembangan amal internasional nirlaba.

Silahkan menuju website Khalifa of Islam

Posted in Mancanegara, Siaran PersComments (0)

khalifah-islam-ahamdiyah-pantau-semua-khitbah-warta-ahmadiyah

Pemimpin Umat Islam: Pantau Semua Khotbah di Masjid

Sumber : LBC

Pemimpin komunitas Muslim terorganisasi terbesar di dunia berpendapat kita harus mempersenjatai semua polisi di Inggris untuk menghentikan ekstrimis Islam.

Berbicara kepada Shelagh Fogarty, Mirza Masroor Ahmad juga mengatakan bahwa semua khotbah di masjid-masjid harus dipantau oleh pemerintah.

Dalam sebuah wawancara yang jarang terjadi, pemimpin komunitas Muslim Ahmadiyah mengatakan kepada LBC: “Polisi harus diberikan kewenangan lebih.

“Mereka seharusnya memiliki senjata di tangan mereka. Apa yang bisa dilakukan polisi dengan tongkat? Padahal lawannya membawa senapan semi-otomatis

“Nyawa petugas anda yang dipertaruhkan. Untuk melindungi diri, mereka seharusnya membawa sesuatu.

Beralih ke masalah usaha damai komunitas Muslim, ia menambahkan: “Khotbah-khotbah di semua masjid harus dipantau.

“Pemerintah memiliki hak untuk mendapatkan informasi itu.

“Jika tindakan pemerintah tersebut untuk menegakkan hukum dan ketertiban, maka itu bukanlah tindakan memata-matai.

“Berbicara buruk tentang negara, dengan mengatakan ingin menghancurkan Inggris, orang seperti itu bukanlah warga negara.”

Posted in MancanegaraComments (0)

khalifah-ahmadiyah-mengecam-charlie-hebdo

Khalifah Ahmadiyah mengecam serangan teror di Prancis

Press Ahmadiyya

Hazrat Mirza Masroor Ahmad berdoa untuk perdamaian dunia.

Pimpinan dunia Jamaah Muslim Ahmadiyah Khalifah Kelima, Yang Mulia Hazrat Mirza Masroor Ahmad dengan tegas mengecam serangan teroris yang terjadi di Perancis minggu ini dan berdoa untuk perdamaian dunia.

Berbicara dalam Khotbah Jumat mingguannya yang disampaikan dari Masjid Baitul Futuh London, Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan bahwa serangan itu tidak ada hubungannya dengan ajaran Islam yang sejati. Huzur mengatakan bahwa pelaku dan siapa pun terlibat harus dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Para pelaku serangan brutal ini ini berusaha membenarkan tindakan mereka atas nama Islam dan Nabi Suci saw, tetapi tindakan mereka tidak ada hubungannya sama sekali dengan ajaran Islam yang benar. Tidak ada izin sama sekali dalam Islam untuk main hakim sendiri atau untuk melukai atau membunuh siapa pun. Namun mereka yang menyebut dirinya Muslim dan kelompok-kelompok Muslim masih tidak menjauhkan diri dari kekejaman dan kekejian tersebut. “

Huzur mengatakan bahwa ia berharap serangan ini tidak mengarah pada agama Islam menjadi target atau diserang dengan tidak adil sebagai reaksi peristiwa tersebut yang dapat meningkatkan kesenjangan antara Muslim dan non-Muslim yang tinggal di Eropa dan seluruh dunia Barat. Huzur meminta semua pihak untuk bersabar dan menahan diri dalam upaya untuk mempersatukan masyarakat.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan adalah tanggung jawab Muslim Ahmadi untuk menyebarkan ajaran Islam sejati ke seluruh dunia dan berdoa bagi perdamaian.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Sekarang, adalah tugas anggota Jamaah Muslim Ahmadiyah untuk berdoa bagi perdamaian dan berdoa agar semua pihak berhenti dari segala bentuk kekejaman dan ketidakadilan.”

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan bahwa Muslim Ahmadi harus secara khusus membaca shalawat – menyampaikan salam kepada Nabi Muhammad saw.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad menutup dengan berdoa:

“Semoga Allah Yang Maha Kuasa membebaskan dunia dari segala bentuk kekacauan dan semoga kondisi konflik saat ini berubah menjadi keadaan yang damai dan harmonis.”

Posted in Mancanegara, Siaran PersComments (0)

Pesan Tahun Baru Hadhrat Khalifah Islam Ahmadiyah

Press release dari PressAhmadiyya.com

DALAM khotbah jumatnya, 2 Januari 2015 di Masjid Baitul Futuh Morden, London, Inggris Raya, Imam Jamaah Muslim Ahmadiyah Sayyidina Amirul Mukminin Hadhrat Khalifatul Masih V Mirza Masroor Ahmad (Hudhur) atba. menyampaikan pesan tahun barunya, menghimbau agar segenap warga muslim Ahmadi harus introspeksi diri dan bermuhasabah, menilai diri apakah pada tahun sebelumnya sudah benar-benar memenuhi tanggungjawabnya sebagai seorang muslim sejati, memenuhi hak-hak Allah serta hak-hak umat manusia.

Hudhur atba. menekankan bahwa tiap muslim Ahmadi harus tegas membuat resolusi untuk mencoba memperbaiki diri pada tahun 2015 ini.

Hudhur atba. mengatakan, tiap muslim Ahmadi harus berusaha keras mengamalkan ‘Sepuluh Syarat Baiat’ yang ditetapkan oleh pendiri suci Jamaah Muslim Ahmadiyah Hadhrat Imam Mahdi-dan-Almasih Yang Dijanjikan Mirza Ghulam Ahmad (Masih Mau’ud) a.s..

Hudhur atba. bersabda, Hadhrat Masih Mau’ud a.s. mengharapkan kita untuk berbuat amal-amal saleh dan untuk menjaga diri dari segala bentuk kezaliman. Bila ini tercapai, kita tidak hanya akan membawa sebuah revolusi positif dalam karakter kita tapi kita juga akan ‘dapat menjadi sarana terwujudnya reformasi rohani di dunia’ dan ‘membawa kedekatan yang lebih kepada Allah swt..

Tentang keesaan Tuhan, mengutip sabda Hadhrat Masih Mau’ud a.s., Hudhur atba. bersabda, keesaan Tuhan tidak hanya berarti bahwa Anda mengatakan “Tiada tuhan selain Allah” dengan lidah Anda tetapi lantas menyembunyikan ratusan berhala dalam hati Anda. …Berhala-berhala bukan hanya mereka yang terbuat dari emas, perak, tembaga, atau bebatuan. Sebaliknya, yang namanya berhala-berhala di sisi Allah swt. itu adalah segala sesuatu, setiap pernyataan, atau setiap perbuatan, yang dihormati sebagaimana layaknya terhadap Allah swt..

Hudhur atba. berdoa, semoga Allah swt. mengampuni kekurangan-kekurangan kita pada tahun yang lalu. Semoga Allah swt. memperkenankan segenap muslim Ahmadi dapat hidup sesuai yang Hadhrat Masih Mau’ud a.s. harapkan. Hudhur atba. juga menyampaikan ucapan selamat tahun baru bagi umat Islam di seluruh dunia.[]

@AhmadiyyatIslam @PressAhmadiyya | @RahmatAli @WartaAhmadiyah

Posted in Dakwah, MancanegaraComments (0)

jalsah-salanah-qadian-ahmadiyah-2014

Penutupan Jalsah Salanah Qadian 2014

Press Ahmadiyya. Hazrat Mirza Masroor Ahmad berpidato di depan 24.000 hadirin yang berada di Qadian dan London.</>

Pemimpin dunia Jamaah Muslim Ahmadiyah, Khalifah Kelima, Yang Mulia Hazrat Mirza Masroor Ahmad menutup pertemuan tahunan (Jalsah Salanah) ke-123 Jamaah Muslim Ahmadiyah di Qadian, India pada Minggu 28 Desember, 2014 dengan pidato yang menginspirasi iman dan mengesankan.

Yang Mulia berpidatao pada sesi terakhir melalui sambungan satelit dari Masjid Baitul Futuh, London. Lebih dari 18,700 orang yang mewakili 37 negara, menghadiri Jalsah di Qadian , sementara lebih dari 5.400 orang berkumpul di London untuk menyaksikan pidato penutupan. Konvensi tahunan juga berlangsung akhir pekan ini di Pantai Gading, Nigeria, Senegal dan Pantai Barat Amerika.

Dalam pidatonya, Yang Mulia berbicara tentang bagaimana ajaran Islam sedang terdistorsi oleh kelompok-kelompok teroris dan ekstremis di seluruh dunia. Dengan tegas beliau mengutuk segala bentuk ekstremisme dan mengatakan bahwa Jamaah Muslim Ahmadiyah terus-menerus terlibat dalam menyebarkan pesan Islam yang damai.

Huzur mengatakan bahwa pertemuan tahunan juga sebagai sarana untuk memperlihatkan ajaran Islam yang benar.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Di mana di satu sisi pertemuan tahunan merupakan sarana bagi Muslim Ahmadi untuk meningkatkan pengetahuan dan spiritualitas religius mereka, ini juga sarana untuk menampilkan ajaran Islam yang indah dan karakter sejati Nabi Muhammad (saw) kepada dunia. “

Hazrat Mirza Masroor Ahmad melanjutkan:

“Islam merupakan agama dengan ajaran mengenai perdamaian, saling mencintai dan keadilan yang tiada bandingnya. Maka sebagai duta dari Mesias Muhammadi (saw) adalah tugas kita untuk menyebarkan ajaran-ajaran ini ke seluruh penjuru dunia. “

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan bahwa Muslim Ahmadi menjadi sasaran kelompok teroris dan ekstrimis. Beliau mengatakan dengan sedih baru sehari sebelumnya, seorang pemuda muslim ahmadi telah syahid di Gujranwala, Pakistan. Huzur mengatakan bahwa Muslim Ahmadi menjawab semua provokasi dan kebencian hanya dengan kedamaian dan doa karena inilah yang sesuai dengan ajaran Islam yang benar.

Beliau melanjutkan bahwa dalam bagian awal Al-Qur’an, Allah telah menyatakan bahwa Dia adalah ‘Tuhan Semesta Alam’ dan dengan demikian Dia adalah Tuhan dari semua orang dari semua keyakinan. Dengan demikian, tidak mungkin seorang Muslim sejati untuk menunjukkan apa pun selain simpati untuk semua umat manusia.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Kita harus membangun standar yang sangat tinggi untuk kasih sayang bagi seluruh umat manusia. Cinta untuk setiap orang harus memancar keluar dari hati kita seperti air menyembur dari air mancur. Kita harus merawat mereka yang sakit atau mereka yang hatinya sakit karena sedih. Hanya dengan demikian kita dianggap perwakilan Islam yang sebenarnya. “

Huzur menegaskan bahwa kebebasan berkeyakinan dan beragama adalah prinsip dasar ajaran Islam. Beliau mengutip langsung dari Al-Qur’an untuk membuktikan bahwa Islam tidak mengizinkan hukuman bagi orang murtad dan dia juga menolak tuduhan yang sepenuhnya palsu bahwa Islam disebarkan dengan pedang. Beliau mengatakan bahwa sejarah membuktikan bahwa Islam mencapai negara-negara seperti Afrika, Cina, Eropa, India dan bagian lain dunia melalui cara-cara dakwah yang damai.

Huzur juga menceritakan kunjungan sebelumnya ke Spanyol pada tahun 2013, ketika ia mengunjungi bagian Spanyol di mana umat Islam telah mencari perlindungan selama mungkin setelah diusir dari bagian lain negara tersebut. Huzur mengatakan ia telah bertemu dengan seorang akademisi Kristen yang mengatakan bahwa umat Islam harus merebut kembali Spanyol.

Sebagai tanggapan Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Tentu saja, suatu hari kita akan merebut kembali tanah dimana umat Islam pernah diusir secara paksa, tapi kami tidak akan melakukannya dengan mengacungkan pedang atau melalui kekerasan atau teror. Sebaliknya, kita akan merebut kembali melalui kekuatan cinta dan hanya cinta. “

Huzur mengecam acara terbaru yang disiarkan televisi GEO di mana beberapa orang yang disebut ulama berusaha secara terbuka menghasut kebencian terhadap Jamaah Muslim Ahmadiyah. Dia mengatakan bahwa para ulama melakukannya untuk mengalihkan kesalahan atas terorisme Pakistan dari teroris yang sebenarnya.

Huzur menutup pertemuan tahunan dengan berdoa untuk seluruh dunia dan menegaskan kembali komitmen Jamaah Muslim Ahmadiyah untuk menyebarkan perdamaian.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Kita Muslim Ahmadi setelah menerima Hadhrat Masih Mau’ud, berjanji untuk selamanya memberikan contoh ajaran Islam yang sejati. Ini adalah misi kita untuk menyebarkan perdamaian, cinta, kasih sayang dan rekonsiliasi di setiap tingkatan masyarakat dan di seluruh penjuru dunia. Kita tidak akan berhenti sampai segala bentuk kebencian telah berubah menjadi cinta dan kasih sayang. “

Pertemuan tahunan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Hazrat Mirza Masroor Ahmad di mana ia meminta Muslim Ahmadi untuk berdoa bagi perdamaian dunia dan berakhirnya segala bentuk ekstremisme dan terorisme. Dia berdoa untuk berakhirnya krisis Ebola di Afrika dan juga berdoa agar tahun baru membawa kebahagiaan dan kesejahteraan bagi Muslim Ahmadi di seluruh dunia.(NAN)

Posted in MancanegaraComments (0)

aamir-liaquat-hussain-geotv-pakistan-anti-ahmadiyya

Aamir Liaquat Hussain Menyiarkan Pidato Kebencian anti-Ahmadiyah

Press Ahmadiyya. Saluran televisi nasional Pakistan menyiarkan hasutan dan tuduhan palsu dalam acara ‘Subah Pakistan’ pada tanggal 22 Desember 2014.

Jamaah Muslim Ahmadiyah mengutuk tayangan terbaru acara ‘Subah Pakistan’ yang disiarkan di Pakistan GEO TV pada tanggal 22 Desember 2014, dipandu oleh Aamir Liaquat Hussain, di mana para ulama membuat tuduhan yang benar-benar palsu tentang Jamaah Muslim Ahmadiyah .

Hal tersebut hanya dapat dijelaskan sebagai ‘hate-speech’, bahasa yang digunakan adalah hasutan dan fitnah dan jelas dirancang untuk menghasut kebencian agama terhadap umat Islam Ahmadi yang tinggal di Pakistan dan dimanapun.

Pada tahun 2008, program serupa disiarkan oleh GEO TV dan juga dipandu oleh Amir Liaquat Hussein menggambarkan Muslim Ahmadi sebagai ‘Wajibul qatl‘ – yang berarti bahwa adalah ‘tugas’ dari umat Islam untuk membunuh mereka. Setelah siaran tersebut 2 pemimpin Ahmadi Muslim disyahidkan secara brutal dalam waktu dua hari.

Dalam program yang ditayangkan pada tanggal 22 Desember baru-baru ini, Muslim Ahmadi digambarkan sebagai “musuh Islam” dan “musuh Pakistan”. Jamaah Muslim Ahmadiyah digambarkan sebagai “musuh bersama” untuk seluruh warga Pakistan. Pakistan didesak untuk mengesampingkan semua perbedaan agama mereka dan bersatu bersama melawan Jamaah Muslim Ahmadiyah.

Lebih lanjut dinyatakan bahwa -Naudzubillah- Muslim Ahmadi menghujat dan menghina tokoh pendiri Islam yang diberkati Nabi Muhammad saw.

Dinyatakan juga bahwa Muslim Ahmadi terlibat dalam berbagai ‘plot’ melawan Pakistan dan bahwa mereka harus disalahkan atas terorisme yang saat ini lazim di negara ini. Suatu usaha bahkan dibuat untuk menghubungkan Jamaah Muslim Ahmadiyah dengan serangan sekolah Peshawar pada 16 Desember – meskipun sebuah organisasi teroris yang terkenal secara terbuka dan dengan bangga mengaku telah melakukan serangan keji terhadap anak-anak sekolah yang tidak bersalah.

Jamaah Muslim Ahmadiyah dengan tegas menolak semua tuduhan tersebut sebagai sepenuhnya tidak berdasar dan tanpa dasar apapun. Tuduhan tersebut dibuat hanya untuk memprovokasi dan menghasut kebencian terhadap Muslim Ahmadi.

Kenyatannya adalah bahwa selama beberapa dekade, Muslim Ahmadi telah menjadi korban penganiayaan terus-menerus di Pakistan – dimana ratusan anggotanya telah dibunuh; mereka telah dinyatakan sebagai ‘non-Muslim'; mereka telah menderita segala bentuk diskriminasi sosial dan pendidikan dan  hak dasar kebebasan beragama dan sipil mereka hilang.

Meskipun demikian, setiap muslim ahmadi telah menunjukkan kesetiaan kepada negara Pakistan dan berusaha untuk membantu orang-orang dan masyarakat. Muslim Ahmadi adalah warga negara yang taat hukum dan hanya mencari kemajuan bangsa mereka.

Jamaah Muslim Ahmadiyah adalah sekte agama yang damai dan toleran yang tidak memiliki ambisi atau tujuan politik.

Terlepas dari penganiayaan yang dihadapinya, pemimpin Jamaah Muslim Ahmadiyah, Yang Mulia, Hazrat Mirza Masroor Ahmad telah berulang kali menasihati Muslim Ahmadi untuk berdoa bagi Pakistan dan rakyatnya.

Setelah serangan sekolah Peshawar, Yang Mulia Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Kami Muslim Ahmadi bersimpati dan mencintai kemanusiaan dan dimanapun manusia menderita dengan cara apapun ia membuat kita sedih dan terluka. Dalam hal ini mereka yang tewas adalah saudara-saudara kami sesama muslim dan sesama warga negara dan kesedihan kita bahkan lebih-lebih lagi. Hati kita dipenuhi dengan cinta dan kasih sayang bagi mereka. “

Jamaah Muslim Ahmadiyah meminta masyarakat internasional dan media untuk memperhatikan penganiayaan terus Muslim Ahmadi di Pakistan. Secara khusus diharapkan bahwa badan pengawas media Pakistan (PEMRA) memperhatikan acara tersebut dan mereka yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban.

Lebih lanjut diharapkan semua orang dan organisasi yang memegang nilai-nilai kebebasan beragama dan yang menentang segala bentuk ‘hate-speedch’ dan hasutan agama mengecam program GEO tanggal 22 Desember tersebut.(NAN)

Posted in Mancanegara, PersekusiComments (0)

bajwa-diculik-dan-dipenggal-taliban

Taliban Telah Memenggal Seorang Pria Ahmadi Pakistan yang Diculik Sejak 2009

ahmadiyyatimes. Seorang pria Ahmadi, diculik di Pakistan oleh orang tak dikenal lima tahun yang lalu dan hilang sejak dipenggal oleh Taliban, telah ditemukan.

Rincian mengerikan terungkap ketika seorang teroris dalam tahanan polisi mengakui keterlibatannya dalam penculikan Mubarak Ahmad Bajwa, seorang tetua Ahmadi dan seorang pemilik peternakan dari Chak 312-JB, Kathowali di provinsi Punjab.

Bajwa diculik dari rumah pada bulan Oktober 2009 bersama dengan pegawai peternakan, seorang anak muda sekitar 14 tahun. Pemuda itu kemudian dibebaskan dengan instruksi untuk mendapatkan uang tebusan bagi Bajwa.

Salah satu tersangka, yang diungkapkan hanya dengan nama depannya, Wajid, dari kelompok Afzal Fauji Taliban di Gujarat, mengatakan kepada polisi mereka telah menculik Bajwa untuk mendapatkan uang tebusan dan menahannya di rantai di ruang bawah tanah sebuah masjid di Kotli sampai mereka membunuhnya.

Tersangka mengaku korban diculik setelah rekannya, seorang Kristen yang masuk Islam, telah menyatakan bahwa Bajwa, sebagai seorang Ahmadi adalah ‘seorang penghujat Nabi Suci Muhammad (saw). “

Sebelumnya dikenal sebagai Piyara Masih, Ahmad Baba dan keluarganya yang buruh tani di peternakan Bajwa. Masih, setelah ia masuk Islam, direkrut oleh Taliban dan menerima pelatihan teroris di Waziristan Utara, menurut laporan surat kabar Inggris Pakistan

Menurut polisi setempat, Taliban menuntut uang tebusan bagi pembebasan Bajwa sebesar Rs 20 juta ,tetapi kemudian dia dipenggal ketika mereka gagal untuk mendapatkan uang tebusan.

Pemimpin Ahmadiyah sedunia, Yang Mulia Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengisahkan obituari korban pada khotbah jum’at 19 Desember.

Hazrat Ahmad mengatakan, salah satu tersangka menceritakan kisah pembunuhan yang mengerikan mengatakan kepada penyelidik bahwa setelah mereka menggorok leher Bajwa, mereka memutilasi tubuhnya menjadi potongan-potongan dan dibuang di kuburan dangkal di jurang.

Menurut polisi, tersangka mengatakan mereka melaksanakan perintah dari komandan mereka untuk membunuh Ahmadiyah karena menjadi ‘penghujat Nabi saw. “

Hazrat Ahmad berdoa untuk korban, keluarganya dan bagi para korban dan keluarga pembantaian sekolah baru-baru ini di Peshawar, Pakistan.

Piyara Masih, aka Ahmad Baba, tewas dalam pertarungan polisi Gujarat vs teroris, dan keluarganya menolak menerima tubuhnya untuk dimakamkan, koran harian Dawn melaporkan. (NAN)

Posted in Mancanegara, PersekusiComments (0)

Hazrat Mirza Masroor Ahmad

Khalifah Mengutuk Penyerangan Sekolah di Peshawar dan Mendoakan Para Korban

al-islam.org. Hazrat Mirza Masroor Ahmad menyebut serangan tersebut sebagai “tindakan barbar” dan telah meninggalkan kemanusiaan dalam keputusasaan

Dalam khotbah Jumat mingguannya, yang disampaikan di Masjid Baitul Futuh di London, Pemimpin Dunia Jamaah Muslim Ahmadiyah, Khalifah kelima, Yang Mulia Hazrat Mirza Masroor Ahmad menyampaikan kesedihannya atas serangan teroris baru-baru ini di sebuah sekolah militer di Peshawar di mana lebih dari 130 anak-anak dibunuh secara brutal.

Yang Mulia menyebut korban sebagai ‘martir’, mengutuk serangan yang sangat keterlaluan dan mengatakan bahwa seluruh Jamaah Muslim Ahmadiyah di seluruh dunia merasakan rasa sakit mereka yang ditinggalkan. Dia berulang kali berdoa bagi para korban dan keluarga mereka dan meminta dunia Islam untuk bersatu melawan segala bentuk ekstremisme.

Menggambarkan serangan Peshawar, Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Serangan ini tidak bisa disebut hanya sebagai kekejaman, tetapi sebenarnya itu adalah contoh yang paling ekstrim dari kebiadaban dan pertumpahan darah karena sebagian besar korban adalah anak-anak yang tidak bersalah. Dan serangan ini telah meninggalkan kemanusiaan dalam putus asa. Setiap orang yang memiliki bahkan hanya sebutir kemanusiaan telah berteriak keras dengan kesusahan dan kesedihan.

Beliau mengutuk dan menyebut serangan tersebut benar-benar bertentangan dengan ajaran Islam, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Anak-anak tak berdosa secara brutal menjadi sasaran orang-orang yang mengatakan bahwa mereka berusaha untuk menegakkan ‘Hukum Syariah’. Islam macam apa yang mereka praktekkan? Syariah macam apa yang mereka ikuti? Nabi Muhammad saw secara tegas melarang wanita atau anak dijadikan sasaran. “

Hazrat Mirza Masroor Ahmad melanjutkan:

“Ini adalah tragedi dan ketidakadilan yang sangat berat dimana tindakan yang demikian penuh kebencian dan dendam seperti itu dilakukan atas nama Allah, yang Pemurah, yang Penuh Kebajikan dan Maha Penyayang.

“Perbuatan tersebut dilakukan atas nama Allah yang kasih sayang tiada bandingnya. Hal ini dilakukan atas nama Nabi (saw) yang telah dinyatakan oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai ‘rahmat bagi seluruh umat manusia’. Dan sedang secara keliru membenarkan atas nama syariah, yang menganjurkan perdamaian dan keadilan bagi semua. “>

Yang mulia mengatakan bahwa Muslim Ahmadi di seluruh dunia telah merasa hancur akibat serangan ini. Dia mengatakan bahwa Pendiri Jamaah Muslim Ahmadiyah telah menanamkan kepada pengikutnya semangat simpati sejati bagi umat manusia. Selain itu, Al Masih yang Dijanjikan as berulang kali menasihati ulama Islam untuk memandu dunia Muslim menuju kasih sayang dan kemanusiaan dan menjauh dari segala bentuk ekstremisme atau sektarianisme. Dia mengatakan ini akan menjadi bantuan besar dari pihak mereka terhadap umat manusia.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Kami Muslim Ahmadi bersimpati dan mencintai kemanusiaan dan dimanapun manusia menderita dengan cara apapun ia membuat kita sedih dan terluka. Dalam hal ini mereka yang tewas adalah saudara-saudara kami sesama muslim dan sesama warga negara dan kesedihan kita bahkan lebih-lebih lagi. Hati kita dipenuhi dengan cinta dan kasih sayang bagi mereka. “

Berdoa untuk korban kekejaman ini, Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Semoga Allah Ta’ala mengampuni semua korban dan mereka yang ditinggal berduka dengan jubah belas kasih dan cinta-Nya, dan memberikan orang tua mereka kesabaran dan ketabahan.”

Pemimpin Jaaah Muslim Ahmadiyah mengatakan bahwa terorisme dan ekstremisme tidak terbatas hanya di Pakistan tetapi telah menyebar di banyak negara Muslim dan sekarang berada di luar kendali. Dia mengatakan bahwa mereka yang melakukan kejahatan tersebut hanya sedang berusaha untuk memenuhi kepentingan mereka dan secara keliru berusaha untuk membenarkan tindakan mereka atas nama Islam.

Yang mulia mengatakan bahwa tindakan tersebut bukannya membawa orang kepada Islam seperti malahan membuat orang menjauh dari Allah dan ia meminta dunia Islam untuk mengikuti ajaran Islam yang damai, adil dan kasih sayang terhadap semua umat manusia.(NAN)

Posted in Mancanegara, Siaran PersComments (0)

Page 1 of 712345...Last »

@WartaAhmadiyah

Tweets by @WartaAhmadiyah

http://www.youtube.com/user/AhmadiyahID

Kanal Youtube

 

Tautan Lain


alislam


 
alislam


 
alislam


 
alislam

Jadwal Sholat

shared on wplocker.com