W3vina.COM Free Wordpress Themes Joomla Templates Best Wordpress Themes Premium Wordpress Themes Top Best Wordpress Themes 2012

Tag Archive | "masroor ahmad"

[7 Desember 2014] Jalsah Salanah Singapura sukses dan lancar terlaksana

PUJI syukur ke hadirat Allah Taala, pada Ahad, 7 Desember 2014, menjadi hari suksesnya pelaksanaan pertemuan tahunan atau jalsah salanah Jamaah Muslim Ahmadiyah Singapura yang ke-27 tahun.

Lokasi jalsah berada di kompleks Masjid Taha, ia ada di bagian timur negara kota Singapura.

Panitia jalsah mengatakan, jalsah dihadiri hampir empat ratus orang termasuk 367 muslim Ahmadi dari negara-negara Asia Tenggara.

Jalsah berisi ceramah-ceramah rohani, silaturahmi dari hati ke hati, hingga shalat berjamaah.

Amanat khusus dari Hadhrat Khalifatul Masih V Mirza Masroor Ahmad atba. dibacakan pada awal pembukaan jalsah.

Selama acara ceramah-ceramah berlangsung, hadirin bisa menikmatinya dengan dua bahasa, yaitu Malaysia dan Inggris.

Jalsah Singapura juga dilengkapi studio MTA dan tenda khusus untuk tamu VIP berikut fasilitas-fasilitas kesehatan serta layanan pengobatan homeopati.

Para penceramah adalah para muballigh, hingga para amir maupun ketua nasional dari Malaysia, Singapura, dan Indonesia.

Hadir pula Mr. Peter Lee yang menyampaikan pesan khusus dari pemerintah Singapura untuk pelaksanaan jalsah salanah.

Mr. Lee Koon Choy, seorang politikus penting dan anggota dari lima parlemen utama di Singapura juga hadir.

Ada juga perwakilan dari Menteri Kebudayaan dan Agama dari Kamboja juga menyampaikan pengalamannya menghadiri jalsah. Ia berbicara dalam bahasa Kamboja.

Tak ketinggalam para delegasi Ahmadi dari mancanegara menceritakan kesan-kesan baiknya selama tiga hari berada di jalsah.

Adalah Ketua Panitia Jalsah Salanah, yaitu Mr. Syed Hafeez Ali, yang pada saat penutupan membacakan laporan akhir jalsah tersebut.[]

AhmadiyyaTimes | ARH | DMX WA

Posted in Dakwah, Mancanegara, NasionalComments (0)

jamiah-ahmadiyah-uk-wisuda-ketiga-warta-ahmadiyah

Upacara Wisuda Jamiah Ahmadiyah UK yang Ketiga Diselenggarakan

22 Lulusan menerima gelar dari pemimpin Jamaah Muslim Ahmadiyah

Jamaah Muslim Ahmadiyah dengan bangga mengumumkan bahwa pada tanggal 13 Desember 2014, upacara wisuda Jamiah Ahmadiyah Uk yang ketiga berlangsung di kampus di Haslemere, Surrey.

Upacara ini dipimpin oleh Pemimpin Muslim Ahmadiyah, Khalifah Kelima, Yang Mulia Hazrat Mirza Masroor Ahmad.

Pada kesempatan tersebut, 22 lulusan mendapatkan sertifikat gelar Syahid oleh Hazrat Mirza Masroor Ahmad dan dengan demikian terdaftar sebagai mubaligh resmi Jamaah Muslim Ahmadiyah.

Sebagian besar lulusan berasal dari Inggris, tetapi ada juga  yang berasal dari Belgia, Denmark, Perancis, Jerman, Swiss, dan Sri Lanka.

Setelah laporan dari pejabat kampus dan presentasi formal dari para lulusan, Hazrat Mirza Masroor Ahmad menyampaikan pidato yang menggugah iman di mana beliau mengingatkan para lulusan mengenai tanggung jawab mereka sebagai duta dari Khilafat yang sejati.

Berbicara tentang tujuan mereka sebagai mubaligh, Hazrat Mirza Masroor Ahmad bersabda:

“Mulai hari ini babak baru dalam hidup Anda telah dimulai. Sekarang tanggung jawab anda untuk memandu masyarakat dunia menuju kebenaran dan menuju jalan yang lurus. Jadi setiap saat anda harus memperhatikan apakah anda telah melaksanakan tugas besar ini. “

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan bahwa pendidikan dan pengetahuan saja tidak cukup tetapi yang terpenting adalah pengetahuan yang diperoleh mengarah perbaikan diri yang terus menerus.

Yang mulia mengatakan ia telah mengamati di masa lalu bahwa tidak selalu siswa terbaik yang akan menjadi misionaris terbaik dan bahwa keberhasilan jangka panjang mereka tergantung pada pengembangan hubungan cinta sejati dengan Allah dan ciptaan-Nya.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Tugas Anda  bukanlah tugas biasa tetapi pekerjaan Allah … Jadi dalam setiap cara yang mungkin akhlak anda seharusnya dalam standar yang sangat tinggi karena orang lain akan melihat anda sebagai contoh bagi mereka untuk diikuti. Jika standar anda gagal maka standar orang lain juga akan jatuh. “

Selanjutnya Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan bahwa kasih kepada Allah menyebabkan secara alami cinta dan simpati bagi umat manusia.

Dia mengatakan bahwa ketika mubaligh Muslism Ahmadi menyampaikan pesan Islam, mereka seharusnya hanya dimotivasi oleh keinginan untuk membimbing saudara dan saudari mereka kepada kebenaran dan kehidupan kedamaian dan kesejahteraan spiritual.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan bahwa mubaligh hendaknya memperlakukan orang lain dengan kebaikan, kesabaran dan rasa hormat. Dia mengatakan bahwa mereka harus tetap selamanya rendah hati dan bebas dari segala bentuk arogansi atau kesombongan.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Jangan pernah menunjukkan ketidaksabaran melainkan tunjukkanlah kesabaran setiap saat karena ketidaksabaran adalah tanda kesombongan dan arogansi yang membawa seseorang jauh dari Allah. Oleh karena itu, laksanakan semua pekerjaan anda dengan kebijaksanaan, hikmah, kerendahan hati dan dengan mencari belas kasih dan pengampunan dari Tuhan Yang Maha Esa. “

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan

“Tuhan telah memberikan anda kesempatan untuk melayani iman anda dan memahami peran sejati anda. Selalu ingat bahwa anda telah menyerahkan hidup anda kepada Tuhan dan bahwa misi anda adalah untuk menyebarkan ajaran Islam yang benar dan damai ke penjuru dunia. Anda harus selalu menjaga janji ini di barisan depan pikiran Anda. “

Pertemuan diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Hazrat Mirza Masroor Ahmad. (NAN)

Sumber : alislam.org

Posted in MancanegaraComments (0)

Khalifah: Dunia telah melupakan Pencipta mereka dan mereka harus kembali kepada Tuhan

Alislam.org

IMAM Jamaah Muslim Ahmadiyah Sayyidina Amirul Mukminin Hadhrat Khalifatul Masih V Mirza Masroor Ahmad (Hudhur) atba. menyerukan untuk sebuah rencana aksi yang mendesak terhadap ekstrimisme. Hudhur atba. bersabda, strategi global diperlukan untuk menghentikan radikalisasi.

Sabtu, 8 November 2014, Hudhur atba. menyampaikan ceramah utamanya dalam acara Simposium Perdamaian Nasional yang ke-11, diselenggarakan oleh Jamaah Muslim Ahmadiyah Inggris Raya.

Dalam ceramahnya, Hudhur atba. teramat menyesalkan sepak terjang ISIS dan kelompok ekstremis lain yang “sama sekali tidak Islami” dan mereka menyatakan “secara keji menyebarkan jaringan teror” di dunia.

2014-11-08-Peace-Symposium-001Hudhur atba. membuktikan secara panjang lebar kutipan ayat Alquran yang membuktikan bahwa Islam adalah agama yang damai: menjunjung tinggi toleransi untuk saling menghormati dan saling memahami pemahaman di semua tingkatan masyarakat. Hudhur atba. juga mempertanyakan bagaimana kelompok-kelompok ekstremis seperti ISIS itu didanai dan didukung.

Acara simposium ini diselenggarakan di Masjid Baitul Futuh London, dihadiri lebih dari seribu orang, termasuk 550 tamu non-Ahmadi yang terdiri dari para pejabat pemerintah dari para menteri, para duta besar negara, para anggota dari dua majelis parlemen Inggris Raya, dan berbagai pejabat dan tamu lainnya.

Tema Simposium Perdamaian tahun ini adalah “Khilafat, Perdamaian dan Keadilan.”

2014-11-08-Peace-Symposium-002Pada kesempatan tersebut, Hudhur atba. juga memberikan anugerah kepada Magnus MacFarlane-Barrow, Pendiri dan CEO Mary’s Meals Inggris Raya berupa “Ahmadiyya Muslim Prize for the Advancement of Peace” sebagai penghargaan atas sumbangsihnya yang luar biasa untuk ketersediaan pangan serta pendidikan bagi ratusan ribu anak-anak di negara berkembang.

Hudhur atba. mulai pidatonya dengan bersabda tentang meningkatnya ancaman terorisme dan ekstremisme di dunia saat ini.

Hudhur bersabda, “Selama tahun lalu, satu kelompok tertentu telah secara keji menyebar jaringan teror dan menimbulkan keprihatinan yang besar bagi dunia. Saya berbicara tentang kelompok ekstremis yang secara umum dikenal dengan nama ‘ISIS’ atau ‘IS’. Tindakan kelompok teroris ini tidak hanya berdampak bagi negara-negara muslim, tetapi juga terhadap negara-negara di Eropa dan seterusnya pun terpengaruh oleh kebrutalan-kebrutalannya.”

2014-11-08-Peace-Symposium-003Hudhur atba. bersabda, hal itu sangat “mengganggu” bahwa ratusan pemuda muslim dari seluruh dunia sedang tertarik dengan ISIS dan mereka akan pergi ke Suriah dan Iraq untuk bertempur demi ISIS. Hudhur atba. bersabda, “Agenda dan tujuan-tujuan ISIS–serta kekhalifahannya–benar-benar mengerikan dan biadab.”

Hudhur atba. bersabda bahwa ISIS memiliki visi untuk “mengambil alih dunia” yangmana beliau beliau kategorikan sebagai “angan-angan”. Meskipun demikian, Hudhur atba. bersabda bahwa bila ISIS tidak “menghentikan sepak terjangnya”, itu bisa menyebabkan kerusakan besar di dunia.

Hudhur atba. bersabda, “Pertimbangkan, seberapa banyak penderitaan dan kehancuran yang dapat disebabkan oleh kelompok ekstrimis, yangmana berkumpul bersama orang-orang yang frustrasi dan galau dari seluruh penjuru dunia yang siap demi mengorbankan hidup mereka demi tujuan yang tidak adil ini…

“Hal ini terutama berlaku, mengingat fakta bahwa kelompok ISIS ini tidak hanya mendapat sokongan dari individu-individu yang bersedia gabung, tapi ia juga benar-benar didukung oleh sistem persenjataan serta ketentaraan yang canggih. Tentu, itu tidak keluar dari pertanyaan bahwa mereka pada akhirnya mampu menangani senjata-senjata nuklir.”

Hudhur atba. melanjutkan, “Ketika semua ini dianggap tidak ada yang meragukan ancaman seram bagi dunia yang ditimbulkan oleh ISIS dan beberapa kelompok yang memiliki ideologi serupa. Fakta bahwa semua ini dilakukan atas nama Islam, benar-benar membuat kita sedih dan sakit terutama bagi segenap umat Islam yang mencintai kebenaran dan kedamaian dikarenakan ideologi brutal dan tidak manusiawi seperti tersebut tidak ada hubungannya dengan agama apapun. Sebaliknya, dalam segala hal, dan pada setiap tahap, ajaran Islam yang sebenarnya adalah perdamaian dan keamanan bagi semua umat manusia.”

Hudhur atba. melanjutkan tentang ajaran Alquran yang berkaitan dengan perang. Beliau menyatakan bahwa di mana pun umat Islam diberi izin untuk berperang dalam rangka mempertahankan diri. Itu diberikan sebagai sarana untuk melindungi semua agama dan bukan hanya Islam. Ia juga menjelaskan upaya yang tak tertandingi yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. untuk menyebarkan perdamaian di seluruh dunia.

Lebih lanjut Hudhur atba. berbicara tentang bagaimana ‘kebebasan hati nurani’ merupakan prinsip fundamental Islam. Beliau bersabda bahwa umat Islam diperbolehkan hanya untuk mensyiarkan dakwah Islam dengan cara damai.

Hudhur atba. bersabda, “Tidak pernah diizinkan, dalam keadaan apa pun, untuk memaksa orang lain guna menerima Islam atau tentunya agama apa pun…. Semua orang bebas untuk percaya atau tidak percaya. Dan ketika Hadhrat Nabi saw. diizinkan hanya untuk menyampaikan dakwah-dakwah Islam saja, bagaimana bisa yang katanya dijuluki para pemimpin Muslim sekarang melampaui hal tersebut dan berpikir bahwa mereka memiliki lebih banyak kekuasaan, otoritas, atau hak daripada sang Nabi Islam?”

Hudhur atba. mengakhiri ceramahnya sambil mempertanyakan bagaimana kelompok-kelompok teroris atau ekstremis yang didanai dan dengan menarik bagi perdamaian dunia melalui keadilan sejati.

Hudhur atba. bersabda, “Saya pun hendak mempertanyakan orang-orang dan organisasi-organisasi tersebut yang mengklaim bahwa Islam adalah agama kekerasan atas dasar kekejaman kelompok-kelompok ekstrimis. Saya ingin bertanya kepada mereka untuk mengakui bagaimana kelompok-kelompok ini mendapatkan dana yang membuat mereka tetap melanjutkan tindakan-tindakan ekstrimnya dan berapa lama peperangan ini akan berlangsung? Dari mana mereka memperoleh senjata-senjata canggihnya? Apakah mereka memiliki industri-industri dan pabrik-pabrik senjata?

“Cukup nyata darimana mereka mendapatkan bantuan dan dukungan bagi kekuatan-kekuatan demikian. Bisa saja mereka mendapat dukungan langsung dari negara-negara kaya minyak atau bisa pula kekuatan-kekuatan besar lain yang secara terselubung membantu memasok mereka.”

Selanjutnya Hudhur atba. bersabda, “Pendanaan terhadap kelompok-kelompok ini adalah masalah utama. Karena, melalui dana-dana tersebut, mereka mampu memangsa kelompok-kelompok atau individu-individu lemah… Karenanya, mesti ada tindakan yang harus dilakukan untuk menghentikan kelompok-kelompok ini dengan segera. Negara-negara Barat saat ini telah mulai menyadari dan mengetahui bahwa ini merupakah sebuah peperangan yang juga secara langsung memberikan akibat. Walaupun, Barat menganggap remeh namun kenyataannya adalah saat ini peperangan ini adalah peperangan melawan seluruh dunia.”

Dalam mengakhiri ceramahnya, Hudhur atba. bersabda, “Hal paling utama yang dunia harus sadari adalah bahwa dunia telah melupakan Pencipta mereka dan mereka harus kembali kepada Tuhan. Hanya dengan ini maka perdamaian sejati dunia dapat ditegakkan dan tanpa hal-hal ini maka tidak ada jaminan bagi perdamaian. Saya telah berbicara berulang kali sebelumnya tentang akibat-akibat mengerikan peperangan dunia lainnya ini dan kemungkinan itu baru disadari setelah peperangan ini di mana dunia akan menyadari akibat-akibat kerusakan dari kebijakan-kebijakan tidak adil yang dibuat hanya untuk memuaskan ambisi-ambisi perorangan dan kepentingan-kepentingan pribadi. Saya berharap dan berdoa semoga dunia menyadari sebelum bencana seperti itu datang.”

2014-11-08-Peace-Symposium-009Sebelum ceramah utama, berbagai tokoh maupun pejabat menyampaikan sambutannya terkait pentingnya perdamaian dan keadaan dunia yang sedang kritis saat ini.

Amir Nasional Jamaah Muslim Ahmadiyah Inggris Raya Rafiq Hayat mengemukakan perlunya perdamaian dunia. Bertepatan dengan peringatan hari pahlawan yang diadakan Ahad (9/11) ini, beliau mengatakan Jamaah Muslim Ahmadiyah menghormati seluruh pahlawan laki-laki maupun perempuan Inggris Raya yang telah mendarmabaktikan hidup mereka demi negara selama Perang Dunia Pertama.

Anggota parlemen Siobhain McDonagh, ia adalah Ketua Kelompok Semua Parlemen Partai untuk Jemaat Muslim Ahmadiyah, mengatakan, “Saya mengucapkan selamat atas perayaan ke-125 tahun Jamaah Muslim Ahmadiyah yang merupakan jamaah yang senantiasa mendukung perdamaian dan harmoni di dunia.”

Lord Tariq Ahmad dari Wimbledon, menteri bagi komunitas-komunitas mengatakan, “Jamaah Muslim Ahmadiyah adalah jamaah saya–yang merupakan rumah saya dan ini adalah tempat di mana saya beribadah.”

Sekretaris Negara Untuk Energi dan Perubahan Iklim The Right Honourable Edward Davey menyatakan, “Di dunia, hari ini, kita menyaksikan ‘politik-politik pemisahan’ pada banyak tempat. Namun di bawah kepemimpinan Yang Mulia Hadhrat Mirza Masroor Ahmad, Jamaah Muslim Ahmadiyah mensyiarkan ‘politik persatuan’ yang bertujuan mempersatukan seluruh dunia.”

Anggota parlemen The Right Honourable Justine Greening, ia adalah Sekretaris Negara Untuk Pembangunan Internasional, mengatakan, “Acara malam ini merupakan acara sangat sederhana namun memiliki kekuatan di mana orang-orang diajak bersama untuk berbicara dan memahami satu sama lain dan makan bersama layaknya keluarga.”

Most Reverend Kevin McDonald, Uskup Agung Emeritus Southwark, juga menyampaikan pesan khusus dari Vatikan, “Saya sangat mendorong kontribusi luarbiasa yang diprakarsai oleh Jamaah Muslim Ahmadiyah dalam mensyiarkan perdamaian dunia.”

2014-11-08-Peace-Symposium-011Penerima anugerah ‘Ahmadiyya Muslim Prize for the Advancement of Peace’, Magnus MacFarlane-Barrow, ia adalah CEO Mary’s Meals UK, mengatakan, “Saya menjadi sangat terhormat dan tergugah atas penerimaan anugerah ini dan menghaturkan terima kasih saya kepada Yang Mulia Hadhrat Mirza Masroor Ahmad atas kehormatan ini. Pengkhidmatan Mary’s Meals sangatlah sederhana yakni hanya memberikan bantuan makanan kepada anak-anak sehingga mereka bisa bersekolah.”

Sebelum maupun sesudah acara, Hudhur atba. melakukan pertemuan pribadi atau bermulaqat dengan berbagai tokoh serta tamu dan juga bertatap muka dengan para insan media dari Barat dan Asia.

Alislam | DMX | WA

Posted in Dakwah, Kemanusiaan, Mancanegara, Rabthah, Siaran PersComments (0)

Khalifah: Ansharullah itu bermakna ‘para penolong Allah’

Press Desk Ahmadiyya Muslim Jamaat International

AMANAT serta ceramah Sayyidina Hadhrat Amirul Mukminin Khalifatul Masih V Mirza Masroor Ahmad (Hudhur) atba. menjadi menutup pelaksanaan Ijtima Majelis Ansharullah Inggris Raya yang ke-32 di London, Ahad, 19 Oktober 2014.

Acara tahunan tersebut dihadiri lebih dari duaribu orang. Mereka datang dari segala penjuru Inggris Raya.

Acara berlangsung tiga hari. Pelaksanaannya berada di kompleks Masjid Baitul Futuh London Baratdaya.

Dalam ceramah penutupannya, Hudhur atba. berbicara tentang pentingnya organisasi badan ‘Majelis Ansharullah’ dan menguraikan tanggung jawab masing individu anggota di dalam meraih hidayah melalui penelaahan tulisan-tulisan Pendiri Jamaah Muslim Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. dari Qadian.

Hudhur atba. menyatakan bahwa Ansharullah itu bermakna ‘para penolong Allah’. Maka menjadi tugas bagi tiap anggota untuk berkhidmat kepada Islam sebagai agama yang benar dan damai sesuai dengan kemampuan terbaik mereka.

Hudhur atba. bersabda, fakta karunia bahwa semua anggota Ansharullah itu berusia empatpuluh tahun ke atas.. Mereka harus memanfaatkan kematangan usia dan pengalaman mereka secara penuh di dalam upaya mereka untuk benar-benar menjadi ‘penolong Allah’.

Hudhur atba. menjelaskan bahwa Allah tidak memiliki berapapun kebutuhan untuk ‘para penolong’ sebagaimana Dia adalah yang Maha memiliki kekuatan-kekuatan. Namun, karena Tuhan yang tak terbatas kasih-Nya itu, Dia telah memberikan umat Islam kesempatan untuk mengkhidmati dan mensyiarkan keimanan mereka sehingga mereka dapat menjadi para penerima datangnya berkat-berkat dan ganjaran-ganjaran-Nya.

Berbicara tentang tugas-tugas para penolong Allah yang sejati, Hudhur atba. bersabda:

“Di satu sisi, adalah tugas kita untuk mewartakan Keesaan Allah serta untuk mengundang umat manusia kepada-Nya dan untuk mengajar mereka tentang kebenaran dan kemurnian ajaran Islam. Namun, bahkan sebelum ini, kita harus menilai diri kita sendiri untuk melihat sampai sejauh mana kita secara pribadi mengamalkan ajaran-ajaran Islam dengan benar.”

Hudhur atba. melanjutkan:

“Kita harus menanamkan ajaran-ajaran Islam yang benar ke dalam kehidupan kita sehari-hari dan menjadikannya teladan positif bagi kita. Inilah cara untuk menunjukkan kepada warga dunia akan kesucian serta keluhuran junjungan kita Hadhrat Nabi Muhammad-Rasulullah saw. dan sebagai ajang pembuktian bahwa Islam adalah agama yang hidup.”

Hudhur atba bersabda bahwa Islam diperlukan umat manusia di dalam memenuhi hak-hak Allah dan hak-hak makhluk. Beliau atba. bersabda bahwa dengan kian berlalunya setiap hari, umat Islam Ahmadiyah harus berusaha memperbaiki diri di dalam memenuhi kedua tujuan-tujuan dasar iman mereka.

Hudhur atba. bersabda bahwa Hadhrat Masih Mau’ud a.s. mengajarkan, Alquran adalah kitab yang mencerahkan beserta ajarannya yang universal serta abadi. Alquran bukanlah buku dongengan melainkan merupakan filsafat untuk kehidupan.

alislam.org

alislam.org

Kemudian dalam ceramahnya itu, Hudhur atba. mencontohkan tentang orang yang ada di berbagai belahan dunia yang telah mendapat hidayah untuk bergabung ke dalam jamaah Ahmadiyah, Islam yang hakiki, melalui bimbingan ilahi.

Beliau bersabda, keberhasilan dan kemajuan jamaah muslim Ahmadiyah adalah semata-mata dikarenakan berkat-berkat Allah swt..

Ijtima ditutup dengan doa hening bersama oleh Hudhur atba..

Selama tiga hari pelaksanaan, ragam ceramah kerohanian diberikan oleh para cendikiawan tentang ajaran-ajaran Islam yang sejati dan oleh berbagai kalangan akademis serta ada pula pertandingan olahraga dan permainan di lokasi ijtima tersebut.

_
DMX | WA

Posted in Dakwah, Mancanegara, Siaran PersComments (0)

Jamaah-Muslim-Ahmadiyah-Tuvalu-Adakan-Peace-Symposium-Pertama-Kalinya-1

Jamaah Muslim Ahmadiyah Tuvalu Adakan Simposium Perdamaian Pertama Kalinya

Ahmadiyya Muslim Tuvalu. Jamaah Muslim Ahmadiyah Tuvalu telah menyelenggarakan Peace Symposium pertama kali di Tuvalu. Acara tersebut diadakan pada Minggu, 7 September 2014 di Masjid Tuvalu. Simposium Perdamaian dihadiri oleh tamu-tamu terhormat dari berbagai latar belakang agama dan keyakinan di Tuvalu seperti dari keyakinan Bahai, EKT (Gereja Kristen Tuvalu), Gereja Mormon, Majelis Gereja Tuhan, Gereja Katolik, aparat pemerintah dan perwakilan dari komunitas Cina di Tuvalu. Para peserta Simposium Perdamaian sekitar 50 orang.

Simposium Perdamaian dibuka oleh Bapak Ampelosa Siaosi, Wakil Presiden Dewan Kota sebagai Wakil Pemerintah Tuvalu. Dia mengatakan bahwa dia sangat senang dan sangat berterima kasih menjadi bagian dari acara yang begitu luar biasa dimana orang-orang dari keyakinan dan agama yang berbeda duduk bersama untuk membahas tentang cinta dan perdamaian. Semua orang di Tuvalu terlepas dari keyakinan dan agama mereka harus bekerja bergandengan tangan untuk menciptakan perdamaian di dalam masyarakat sehingga mereka mungkin bisa hidup dalam harmoni. Tuvalu milik kita semua dan kita harus menjaga negara kecil ini dalam keadaan damai.

Pembicara pertama adalah Uskup Gereja Katolik di Tuvalu, Pastor Raynaldo Getalado. Dia telah menjelaskan tentang hak asasi manusia dan hubungannya dengan menciptakan perdamaian. Dia mengatakan bahwa untuk menjaga perdamaian, setiap orang harus memiliki pemahaman yang lebih baik tentang hak asasi manusia. Jika masyarakat mengabaikan isu-isu hak asasi manusia, pelanggaran hak asasi manusia yang dapat menciptakan ketidakadilan adalah hasilnya. Kami bertanggung jawab untuk menciptakan perdamaian dalam masyarakat kita.

Jamaah-Muslim-Ahmadiyah-Tuvalu-Adakan-Peace-Symposium-Pertama-Kalinya-2

Pembicara kedua adalah Ibu Tekiu Taimanuga, wakil Assembly of God Church. Dia menyoroti tentang isu menghormati orang lain untuk menciptakan perdamaian. Dia mengatakan meskipun Tuvalu adalah negara kecil tetapi memiliki banyak agama yang keyakinan berbeda. Jangan berperang atas nama agama. Perdamaian harus dijaga sebagaimana kita semua senang berada di negara damai.

Pembicara ketiga adalah Bapak Muhammad Idrees, Presiden Nasional dan Misionaris dari Ahmadiyah Muslim Ahmadiyah Tuvalu. Dia mengatakan bahwa meskipun Simposium Perdamaian adalah acara pertama yang diselenggarakan oleh Jamaah Muslim Ahmadiyah Tuvalu tetapi sebenarnya Komunitas Muslim Ahmadiyah telah menyelenggarakan “Simposium Perdamaian” di beberapa negara seperti di Inggris, Amerika Serikat, Jerman, dll Kami menyelenggarakan acara semacam ini sebagai salah satu upaya kami untuk mempromosikan cinta dan perdamaian ke dunia. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Kami telah memilih tema ini “Keadilan menciptakan Perdamaian” untuk Simposium Perdamaian hari ini karena kami percaya bahwa tidak akan ada perdamaian jika tidak ada keadilan. Dia juga mengutip penjelasan Pemimpin Jamaah Muslim Ahmadiyah seluruh dunia, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad yang menyebutkan bahwa di hari dan zaman ketika dunia telah benar-benar menciut ke sebuah desa global dengan cara yang tidak bisa dibayangkan sebelumnya, kita harus menyadari tanggung jawab kita sebagai manusia dan harus mencoba untuk memperhatikan penyelesaian isu-isu hak asasi manusia yang dapat membantu untuk membangun perdamaian di dunia. Jelas, upaya ini harus didasarkan pada keadilan dan pada pemenuhan semua persyaratan keadilan. Ia mengutip penjelasan Huzoor (aba) bahwa hanya ada satu cara untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran dan menuju pada kerusakan bahwa kita harus meletakkan upaya besar kita untuk menyebarkan cinta, kasih sayang dan rasa kebersamaan. Yang paling penting, dunia harus datang untuk mengenali Sang Pencipta, yang adalah Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini karena itu adalah pengakuan dari Sang Pencipta yang menuntun kita menuju cinta dan kasih sayang untuk Penciptaan-Nya, dan ketika hal ini menjadi bagian dari sifat kita, saat itulah kita menjadi penerima Kasih Tuhan.

Program terakhir adalah doa dalam hati yang dipimpin oleh Presiden Nasional Jamaah Muslim Ahmadiyah Tuvalu. Setelah refreshment semua tamu-tamu terhormat meninggalkan lokasi Simposium Perdamaian.

Posted in Mancanegara, RabthahComments (0)

Penutupan Jalsah Salanah UK 2014

Press Ahmadiyya. Lebih dari 33.000 orang dari 97 negara hadir

Jalsah Salanah (Pertemuan Tahunan) ke-48 Jamaah Muslim Ahmadiyah UK ditutup pada hari Minggu 31 Agustus 2014 dengan pidato yang mengugah iman oleh Pemimpin Jamaah Muslim Ahmadiyah sedunia, Khalifah Ke-5 Yang Mulia Hazrat Mirza Masroor Ahmad.

Tahun ini lebih dari 33.000 orang menghadiri Jalsah Salanah dari 97 negara. Selain ribuan Muslim Ahmadi yang hadir, banyak tamu non-Ahmadi dan non-Muslim juga datang untuk menghadiri acara tersebut.

Salah satu yang menarik dari Jalsah Salanah adalah janji kesetiaan, yang dikenal sebagai bai’at yang berlangsung pada hari Minggu sore di mana para peserta berjanji setia kepada Hazrat Mirza Masroor Ahmad sebagai Khalifah dari Hazrat Masih Mau’ud. Para peserta membentuk rantai manusia menuju Khalifah saat mereka mengulangi kata-kata dari ikrar secara serempak.

Sebelum acara tersebut, Yang Mulia mengumumkan bahwa lebih dari 550.000 orang telah bergabung dengan Jamaah Muslim Ahmadiyah selama setahun terakhir.

Dalam pidato penutupnya, Hazrat Mirza Masroor Ahmad berbicara tentang bagaimana pendiri Jamaah Muslim Ahmadiyah, Yang Mulia Hazrat Mirza Ghulam Ahmad dari Qadian, Masih Mau’ud dan Imam Mahdi, datang untuk membangun kembali ajaran Islam yang damai dan asli.

jalsah-salanah-uk-2014Masih Mau’ud mengajarkan bahwa Allah adalah satu dan bahwa Nabi Muhammad (saw) adalah nabi pembawa syariat terakhir yang datang dengan ajaran universal bagi seluruh umat manusia.

Dalam Jalsah Salanah, Yang Mulia mengatakan bahwa di dunia sekarang ini banyak tuduhan palsu yang dilontarkan terhadap Islam dan Nabi Muhammad (saw).

Yang Mulia mengatakan bahwa semua tuduhan tersebut benar-benar palsu dan bahwa dalam kenyataannya Nabi (saw) adalah rahmat bagi seluruh umat manusia yang datang untuk menyebarkan cinta dan kasih sayang untuk semua orang, untuk segala zaman.

Jalsah Salanah diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh yang mulia di mana ia meminta Muslim Ahmadi untuk berdoa bagi perdamaian dunia dan dunia Muslim agar mendapat petunjuk menuju ajaran asli Islam dan agar seluruh kekerasan dan kekejaman berakhir.

Yang Mulia secara khusus berdoa bagi para korban yang tidak bersalah dalam perang Gaza akhir-akhir ini.

Jalsah Salanah berlangsung di sebuah lahan seluas 200 acre di Alton, Hampshire dikenal sebagai ‘Hadeeqatul Mahdi’.

Selain 5 pidato yang disampaikan oleh Hadhrat Mirza Masroor Ahmad, berbagai pembicara dan intelektual lainnya naik kepanggung selama 3 hari acara tersebut.

Berbagai pameran juga dilangsungkan, termasuk pameran fotografi mendokumentasikan sejarah Jamaah Muslim Ahmadiyah dan pameran HAM. (nan)

Posted in MancanegaraComments (4)

550000 bergabung muslim ahmadiyah 2014

Lebih Dari 550000 Orang Bergabung ke dalam Jamaah Muslim Ahmadiyah

Pengumuman tentang mubai’in baru setahun sebelumnya dilakukan pada Jalsah Salanah Inggris ke-48 yang berlangsung di Hampshire.

Hari ini Pemimpin Jamaah Muslim Ahmadiyah Sedunia, Khalifah Kelima , Yang Mulia Hazrat Mirza Masroor Ahmad menyampaikan laporan tahunan kegiatan global dan kemajuan Jamaah Muslim Ahmadiyah. Yang Mulia menyampaikan laporan selama hari kedua Jalsah Salanah (Konvensi Tahunan) ke-48 berlangsung di Hadeeqatul Mahdi, Hampshire.

Dalam laporannya, Yang Mulia mengumumkan bahwa lebih dari 550.000 orang telah bergabung dengan Jamaah Muslim Ahmadiyah selama setahun terakhir. Beliau juga mengumumkan bahwa Jamaah Muslim Ahmadiyah sekarang telah berdiri di 206 negara di dunia dan bahwa selama satu tahun terakhir Jamaah Muslim Ahmadiyah telah didirikan di Belize dan Uruguay untuk pertama kalinya.

pengibaran bendera jalsah salanah uk 2014

Yang Mulia juga mengumumkan bahwa selama satu tahun terakhir Jamaah Muslim Ahmadiyah telah menyelesaikan terjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa Maori dan dengan demikian Jamaah sekarang telah menerjemahkan Quran kedalam 72 bahasa.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan bahwa kemajuan Jamaah Muslim Ahmadiyah adalah karena bantuan Allah dan memang banyak orang telah dibimbing menuju kebenaran Islam Ahmadiyah oleh Allah SWT melalui mimpi.

jalsah salanah uk 2014

Laporan tahunan tersebut merupakan pidato keempat yang diberikan oleh Hadhrat Mirza Masroor Ahmad dalam Jalsah Salanah tahun ini.

Pada hari Jumat, beliau menyampaikan Khotbah mingguannya dan kemudian menyampaikan pidato perdana Jalsah tahun ini di mana ia berbicara tentang karakter sejati dan suci dari Nabi Muhammad saw.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad bersabda:

“Al-Qur’an mendudukkan Nabi Muhammad (saw) sebagai ‘rahmat bagi umat manusia’ – dan kasih dan sayang-Nya tidak terbatas pada Muslim tetapi meliputi setiap orang, di setiap tempat, di setiap waktu. Dengan demikian, misi dari Jamaah Muslim Ahmadiyah adalah untuk menyebarkan kasih dan sayang Nabi Suci Muhammad (saw) ke penjuru dunia. “

Dalam Jalsah Salanah, Yang Mulia juga mengibarkan Bendera Islam Ahmadiyah sementara Rafiq Hayat, Presiden Nasional Jamaah Muslim Ahmadiyah Inggris, mengibarkan Union Jack.

Acara ini dijadwalkan untuk ditutup pada hari Minggu sore dengan pidato oleh Hazrat Mirza Masroor Ahmad. Berbagai pembicara lain juga akan berbicara di panggung.

Juga pada hari Minggu, sekitar 30.000 Muslim Ahmadi akan berjanji setia kepada Khalifa (Khalifah) dalam sebuah upacara yang dikenal sebagai ‘Bai’at’.

Jutaan Muslim Ahmadi di seluruh dunia juga akan mengambil bagian dalam upacara sambil menonton langsung MTA International

Posted in Mancanegara, Siaran PersComments (0)

Menjelang pelaksanaan Jalsah Salanah, Khalifah Islam Ahmadiyah lakukan inspeksi

MENJELANG pertemuan tahunan Jalsah Salanah di Inggris Raya, Imam Jamaah Muslim Ahmadiyah Sayyidina Amirul Mukminin Hadhrat Khalifatul Masih Masih V Mirza Masroor Ahmad (Hudhur) atba. melakukan inspeksi dalam rangka kesiapan tempat dan para relawan yang bertugas, Ahad (24/8) lalu.

Jalsah Salanah tahun ini adalah pertemuan tahunan yang ke-48.

Selama tiga hari, dimulai dari hari Jumat tanggal 29 Agustus, jalsah salanah akan bertempat di kawasan Hadeeqatul Mahdi, Hampshire.

Dalam inspeksinya, Hudhur atba. meninjau berbagai departemen yang bertugas mengatur dan menjalankan acara selama tiga hari tersebut.

Hudhur atba. memberikan penjelasan dan aturan-aturannya.

Kemudian, Hudhur atba. langsung memberikan amanatnya yang ditujukan langsung kepada ribuan sukarelawan.

Hudhur atba. menyarankan mereka untuk melaksanakan tugas mereka dengan ketekunan dan untuk tetap dawam di dalam mendirikan shalat fardhu berjamaah.

Hudhur atba. bersabda:

“Anda tidak usah menghitung-hitung apa setiap tugas yang didapat itu merupakan pekerjaan kecil atau pekerjaan khusus. Lakukanlah tugas Anda dengan penuh semangat. Kemudian, sambil menjalani jalsah ini, segenap panitia dan peserta harus mengisi waktu mereka dengan berdoa.”

Jalsah salanah akan dimulai pada hari Jumat petang, bersamaan dengan disampaikannya khotbah jumat oleh Hudhur atba. di area jalsah tersebut.

Selama pelaksanaan jalsah di akhir pekan itu, Hudhur akan memberikan empat tema ceramahnya. Sepanjang acara, jalsah akan disiarkan langsung ke seluruh dunia melalui Muslim Television Ahmadiyya International.

alislam | DMX | MC

Posted in Dakwah, MancanegaraComments (0)

Akhir Agustus 2014, ribuan muslim berkumpul di Hampshire, Inggris, baiat kepada Khalifah

JAMAAH Muslim Ahmadiyah Inggris raya dalam waktu dekat akan mengadakan perhelatan tahunannya atau jalsah salanah yang ke-48. Masih seperti tahun lalu, tempatnya di Hampshire. Acara berlangsung mulai Jumat tanggal 29 hingga Ahad tanggal 31 Agustus 2014.

Diharapkan akan ada lebih dari tigapuluh ribu para tamu dari umat Islam dan non Islam yang hadir. Mereka yang hadir di antaranya ada yang dari kalangan aristokrat, pun rohaniawan lintas iman, para politisi, para pejabat pemerintahan, para akademisi, juga para tokoh masyarakat.

UK2014 Jalsa UK 2014 viewTentunya adalah Imam Jamaah Muslim Ahmadiyah Sayyidina Amirul Mukminin Hadhrat Khalifatul Masih V Mirza Masroor Ahmad (Hudhur) atba. yang akan menjadi pembicara utamanya di samping sebagai imam shalat fardhu berjamaah maupun pembicara untuk membuka serta menutup pelaksanaan jalsah salanah.

Para tamu tertentu pula akan mengambil bagian di dalam sesi ceramah maupun sambutan-sambutan.

Oaklands Farm bakal mengubah diri menjadi sebuah kota mini yang lengkap akan sarana-sarana yang terdiri dari hall atau aula, tenda-tenda layaknya di pesta kebun, bumi perkemahan, sebuah pasar maupun area berbelanja, area pertanian gandum sebagai bahan baku roti, sebuah studio televisi internasional, toko buku, sampai arena eksibisi atau pameran.

UK2014 Jalsa UK 2014Puluhan ribu umat Islam, termasuk ratusan para mubayyi’in muslim asal Inggris, akan mengucap ikrar kesetiaan atau baiat kepada Hadhrat Khalifah Jamaah Muslim Ahmadiyah. Sementara itu, jutaan lainnya di seluruh dunia akan berbaiat juga via TV satelit.

Jalsah salanah akan ditangani sekitar lima ribu para sukarelawan dan dua ribu para sukarelawati.

UK2014 Jalsa UK FlagsJangan lewatkan acara unik ini di mana umat Islam akan berkumpul guna mensyiarkan kedamaian, toleransi, dan cinta. Inilah perhelatan yang akan menampilkan wajah Islam yang sebenarnya.

Sekali lagi, catat tanggalnya pada 29, 30, dan 31 Agustus 2014. Tempatnya di Hadeeqatul Mahdi (Oakland Farm), Green Street, East Worldham, Alton, Hampshire (GU34 3AU), Inggris.

PressAhmadiyya.com | DMX | WA

Posted in Dakwah, MancanegaraComments (0)

israel-palestina-warta-ahmadiyah

9 Fakta Tak Terbantahkan Tentang Israel-Palestina

Huffington Post. Cukup bersuara tentang Israel-Palestina, dan lebih cepat dari kedipan anda, anda akan diberi label Zionis kejam atau teroris Hamas. Kedua label ekstrem tersebut sama sia-sianya.

Jika kita tidak dapat menemukan jalan tengah dalam dialog, bagaimana kita bisa mengharapkan Israel dan Palestina untuk menemukan jalan tengah selama perang? bagaimanapun juga perdamaian yang kita cari bukan? Benar.

Berikut analisis saya sebagai pengacara hak asasi manusia dan anggota dari Jamaah Muslim Ahmadiyah – sebuah organisasi Muslim di seluruh dunia yang telah berusia 125 tahun yang tiba di Palestina pada tahun 1920. Saat ini, Ahmadi Muslim menikmati kebebasan beragama yang murah hati di Israel saat menghadapi penganiayaan yang terus meningkat di Palestina. Saya hadir untuk menekankan pentingnya keadilan dan transparansi dalam dialog – bahkan dalam menghadapi ketidakadilan. Sayangnya, transparansi dan dialog adalah dua hal yang terus-menerus hilang dalam konflik Israel-Palestina.

Jika tujuan akhirnya adalah perdamaian, maka kita harus mengakui beberapa realitas konflik Israel-Palestina tanpa polarisasi satu sama lain. Mengabaikan fakta tidak akan menyelesaikan perbedaan; itu hanya memastikan perbedaan memburuk tak terkendali. Jika kita benar-benar ingin damai – dan semua pihak setidaknya mengaku ingin damai – kita harus datang ke meja perundingan menerima 9 fakta tentang konflik Israel-Palestina.

1. ​Hamas Harus Menghentikan Roket.

Ini adalah hal yang sangat mudah namun beberapa pihak sulit untuk menerima. Bagaimana dengan beberapa fakta perang. Bagaimana dengan pendudukan ilegal? Bagaimana dengan blokade? Bagaimana dengan jumlah korban sipil yang berat sebelah ?

Semua hal tersebut relevan, tetapi tidak akan mengubah fakta bahwa dua (atau beberapa) kesalahan tidak menjadi pembenaran. Kita harus mengutuk kekerasan Hamas, roket mereka, dan tembakan mereka yang tanpa pandang bulu yang menempatkan warga sipil Israel beresiko. Roket harus berhenti tanpa syarat apapun.

2. Konflik Telah terjadi Jauh Sebelum Hamas Ada.

Gencarnya [pemberitaan] yang berfokus pada Hamas sebagai alasan bagi Israel yang menggambarkan dirinya membela diri adalah sebuah kesalahan. Seolah-olah kita menangani konflik yang baru berusia 27 tahun – bukannya 65 tahun. Tindakan Israel terhadap Palestina, khususnya Gaza, berasal jauh sebelum Hamas ada. Tindakan Hamas dan klaim yang diulang Israel bahwa Hamas adalah akar penyebab dari semua pertempuran ini membuktikan satu hal – kekuatan tidak bisa menciptakan perdamaian, setidaknya tidak perdamaian abadi. Setiap pembicaraan yang mengabaikan pra-1987 adalah tidak lengkap, tidak tulus, dan pada akhirnya akan terbukti tidak efektif di meja perundingan. Hamas adalah gejala dari konflik ini bukan akar penyebab.

3. Jika Muslim Menginginkan Perdamaian di Palestina, Maka Mereka hHarus Damai Bersatu di Seluruh Dunia.

Yang Mulia Khalifah Islam Mirza Masroor Ahmad memimpin Jamaah Muslim Ahmadiyah di seluruh dunia. Beliau memperjuangkan pemisahan masjid [agama] dan negara, Yang Mulia memerintah Muslim terbesar di dunia dengan puluhan juta umat Islam di lebih dari 204 negara. Dunia Muslim harus mengikuti teladan kepemimpinannya yang berprinsip dimana beliau menyeru dan bertindak dengan keadilan dalam semua hal – bahkan terhadap orang-orang menganiaya jamaahnya. Misalnya, meskipun terjadi penganiayaan Muslim Ahmadi di Palestina, Yang Mulia telah menginstruksikan Muslim Ahmadi di seluruh dunia untuk berdoa bagi Gaza dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil Gaza.

Berbicara kepada negara-negara mayoritas Muslim yang mulia merujuk pada fakta sederhana – bagaimana kalian semua dapat menuntut Israel memperlakukan Palestina dengan perdamaian dan keadilan jika kalian bahkan tidak dapat membuat keadilan itu di antara kamu? Yang Mulia menjelaskan,

Dengan sangat menyesal harus diakui bahwa hari ini adalah nasib buruk banyak negara Muslim dimana mereka tidak lagi bersatu. rakyat berperang di antara mereka sendiri; rakyat juga melawan pemerintah, sementara pemerintah melakukan kekejaman pada rakyat mereka. Oleh karena itu, tidak hanya persatuan telah hilang, tapi kekejaman dan ketidakadilan yang luar biasa sedang berlangsung. Jika kaum muslim bersatu dan mengikuti jalan Allah dan kekuatan kolektif negara-negara Muslim yang begitu besar maka kekejaman ini tidak akan pernah terjadi.

Sebelum mencerca Israel, negara-negara mayoritas Muslim harus memimpin dengan keteladanan dan membangun perdamaian satu sama lain.

4. Perdamaian Tidak Akan Ada Tanpa Keadilan.

Keadilan hanya bisa eksis dengan perdamaian, dan perdamaian hanya bisa eksis dengan kepemimpinan berprinsip. Tentang masalah ini Yang Mulia telah menuntut keadilan di kedua kubu.

Kepada pemimpin Musli, Yang Mulia telah mengingatkan,

Para pemimpin Muslim dan yang disebut ulama bukan orang yang bertaqwa atau takut Tuhan dan hasilnya mereka yang di bawah pengaruh mereka sedang sama sekali salah arah. Para ulama mendorong kaum muda, yang memiliki pemahaman tidak lebih baik, menuju kejahatan dan kekejaman dengan mengklaim hal itu akan menyebabkan mereka menuju jalan Allah. Tidak ada yang membimbing pemuda tersebut atau lebih luas umat Islam (masyarakat) bahwa kekejaman tersebut tidak benar dan tidak adil. Apa yang mereka lakukan bukan Jihad, karena pembunuhan dan pertumpahan darah hanya dapat membawa kalian jauh dari Allah.

Kepada Israel dan Palestina Yang Mulia menasihati:

Dibandingkan dengan Israel, Palestina tidak memiliki kekuasaan atau kekuatan. Tentu saja semua kekejaman adalah salah dan jika Hamas melakukan tindak kekejaman maka negara-negara Muslim juga harus menghentikan mereka. Namun, jika Anda membandingkan kekuatan dan kekejaman dari kedua belah pihak, seolah-olah satu sisi menggunakan tongkat, sementara sisi lain menggunakan tentara yang lengkap untuk berbuat ketidakadilan tersebut.

Pemimpin Muslim harus lebih bertanggungjawab terhadap pemuda mereka, dan Israel dan Palestina harus mengambil tanggung jawab terhadap keadilan – jika tidak perdamaian hanyalah fantasi belaka.

5. Palestina Adalah Surga bagi Pengungsi Yahudi Sebelum Adanya Israel.

Sebagian bersikeras menyatakan bahwa Palestina secara inheren anti-Semitik. Ini tidak benar dan tindakan historis Palestina membuktikan sebaliknya. Sebelum pembentukan Israel, Palestina rela menerima sekitar 700.000 pengungsi Yahudi melarikan diri dari Perang Dunia I dan Holocaust. Ini merupakan angka yang besar mengingat populasi Muslim Palestina pada tahun 1947 hanya sekitar 1,2 juta. Disebutkan bahwa Palestina tidak memberikan suara dalam pembentukan Israel. Sebaliknya pembentukan Israel telah ditimpakan pada Palestina oleh PBB. Kita sering mendengar pembicaraan “tidak ada negara di bumi akan mentolerir roket menghujani warga sipil.” Tidak diragukan lagi ini adalah benar, tapi dalam keadilan kita juga harus menerima bahwa tidak ada negara di bumi akan mentolerir dibelah dua tanpa hak untuk menentukan nasib sendiri atau mengutarakan pendapat dalam hal ini. Jika Anda tidak setuju, bayangkan jika besok PBB memutuskan setengah dari negara kalian hilang menjadi negara lain – sementara anda tidak diberi kesempatan untuk berbicara. Singkatnya, Palestina menjadi surga bagi pengungsi Yahudi sebelum pembentukan Israel. Hal ini penting untuk menarik sejarah ini ketika mencoba untuk menemukan kesamaan untuk masa depan.

6. Karena Israel Diciptakan oleh PBB, Maka Harus Tunduk Pada PBB.

Garis keras pro-Palestina menyatakan bahwa karena Palestina tidak pernah menyetujui pembentukan Israel, mereka tidak akan mengakui Israel. Negara-negara pihak pro-Israel berkata sebaliknya – PBB menciptakan kita dengan suara demokratis sehingga kami akan tinggal disini. Israel benar. Kenyataannya adalah kita tidak bisa membatalkan sejarah. Israel memiliki hak untuk eksis dan tingal disini – perdebatan dan peperangan sebanyak apapaun tidak akan mengubahnya.

Faktanya keputusan itu telah ditetapkan, kita tidak bisa menghentikan keputusan PBB tersebut.

Negara yang dibentuk oleh PBB harus tunduk pada PBB. Sejak pembentukan Israel, PBB telah mengesahkan setidaknya 42 Resolusi terhadap Israel karena melanggar hukum internasional – 17 diantaranya sebelum Hamas ada. Termasuk resolusi mengutuk Israel karena praktek ilegal terhadap warga sipil di Lebanon, mengutuk pelanggaran Israel terhadap Konvensi Jenewa Keempat, menyerukan Israel untuk menarik diri dari semua wilayah Palestina, menyerukan Israel untuk mengakui hak pengembalian Palestina, dan menyerukan Israel untuk menghormati tempat-tempat suci Muslim. Pasca-Hamas, PBB telah mengesahkan Resolusi terhadap Israel untuk mematuhi dan menerima konvensi Jenewa Keempat, mengutuk invasi Israel ke Lebanon, mengutuk Israel atas pembunuhan karyawan Program Pangan Dunia PBB , dan mengutuk permukiman Israel didirikan sejak tahun 1967 sebagai ilegal – semua yang tidak ada hubungannya dengan Hamas. Ini menguatkan fakta bahwa Hamas bukanlah akar penyebab konflik ini.

Sangat disayangkan Israel telah meminta dan Amerika Serikat menyetujui untuk memveto semua 42 Resolusi PBB tersebut. Israel tidak dapat memiliki kedua-duanya. Tidak bisa di satu sisi mengkalim legitimasi dengan mengutip keputusan PBB dalam pembentukan Israel, dan kemudian mengabaikan keputusan PBB untuk menuntut Israel bertanggung jawab kepada hukum internasional. Jika keputusan PBB tidak valid sekarang, maka pembentukan Israel juga tidak sah. Demikian juga, dan cukup, karena keputusan PBB yang berlaku pada saat pembentukan Israel, mereka juga harus berlaku sekarang dan Israel harus menegakkan keadilan dengan benar.

7. Orang Arab dan Orang Yahudi adalah Manusia – dan Semua Manusia Sama.

Kematian warga sipil tidak bisa dibenarkan. Konsep pertahanan diri atau “zero-sum game” tidak berlaku di dunia global sekarang atau oleh kaidah moral manapun. Gagasan bahwa darah Arab lebih berharga daripada darah Yahudi, atau bahwa darah Yahudi lebih berharga daripada darah Arab, adalah rasisme modern dalam segala keburukannya. Seorang anak Palestina memiliki hak seperti anak Israel, dan sebaliknya. Setiap tindakan oleh kedua kubu yang mengabaikan prinsip ini adalah pelanggaran hak asasi manusia dan menggagalkan proses perdamaian. Mari kita membebaskan diri dari kanker pembenaran terhadap kerusakan tambahan dan mengakui seluruh nyawa manusia adalah sama.

8. Kedua Belah Pihak Telah Melakukan Kejahatan Perang Potensial dan Harus Bertanggung Jawab.

Setelah adanya Hamas, Palestina harus dipertanggungjawabkan kepada kejahatan perang Hamas. Menembakkan roket tanpa pandang bulu adalah kejahatan perang. Harus diakui Iron Dome dan korban di pihak Israel sipil relatif lebih sedikit, namun menembakkan roket ke penduduk sipil adalah kejahatan perang. Hanya karena “tidak banyak” warga sipil Israel tewas tidak mengurangi fakta bahwa menembakkan roket pada warga sipil adalah kejahatan perang. Demikian juga, Hamas tidak bisa menimbun senjata ilegal di sekolah-sekolah PBB, terutama di dekat pengungsi, dan berpura-pura mereka tidak menempatkan warga Palestina tak berdosa dalam cara merugikan. Kejahatan seperti itu bukannya mempromosikan perdamaian malahan hanya memperburuk situasi yang sudah stabil. Hamas harus segera menghentikan tindakan seperti itu.

Seperti yang sudah disebutkan, Israel harus bertanggung jawab kepada PBB dan hukum internasional. Penggunaan fosfor putih oleh Israel adalah kejahatan perang, mereka menggunakan perisai manusia adalah kejahatan perang, hukuman kolektif Israel terhadap penduduk Gaza adalah kejahatan perang, target pembunuhan Israel terhadap anak yang bermain bola adalah kejahatan perang, bom Israel terhadap rumah sakit adalah kejahatan perang. Semuanya didokumentasikan dalam laporan misi PBB, wartawan independen, dan pengakuan dari tentara Israel. Daripada mengabaikan tindakan yang tidak adil ini, Israel harus mencoba untuk memperbaiki kejahatan perang ini dan segera menghentikan tindakan seperti itu..

9. Amerika Harus Bertindak Adil, dan Begitu Juga Pemimpin Muslim Seluruh Dunia.

Sejak pembentukannya Israel hampir tujuh dekade lalu, dunia telah menyaksikan kekerasan yang terus berulang. Beberapa perjanjian dan upaya perdamaian telah dilakukan namun kita tidak pernah mencapai perdamaian.

Selama beberapa dekade, reputasi Amerika di seluruh dunia – dan khususnya dunia Islam – adalah bahwa amerika adalah preman yang tidak jujur ​​yang memaksa kehendaknya dan membabi buta berpihak pada Israel. Citra ini tidak dapat diubah dengan mudah – tetapi harus kita lakukan jika tujuan akhir adalah perdamaian. Butuh puluhan tahun untuk menciptakan citra ini. Akan membutuhkan puluhan tahun untuk mengubahnya tapi akan berubah jika Amerika mulai menapak jalan damai dengan keadilan dan kesetaraan. kekuatan militer paling perkasa ketika dapat melakukan pengendalian, bukannya ketika menggunakan kekuatan itu untuk membenarkan pembunuhan warga sipil.

Demikian juga, dunia Muslim harus mengakui hak Israel untuk eksis. Muslim di seluruh dunia tidak dapat menunjukkan puluhan Resolusi PBB terhadap Israel dan mengabaikan satu keputusan PBB mengenai pembentukan Israel – tindakan semacam itu menunjukkan kemunafikan yang mirip dengan praktek berlawanan yang dilakukan Israel mengenai PBB.

Fokus utama adalah perdamaian.

Perdamaian hanya mungkin terjadi dengan memastikan kesakralan dan martabat seluruh nyawa manusia – baik Yahudi, Muslim atau minoritas dan penduduk kristen Palestina yang sering diabaikan menderita melalui kekejaman ini. Mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan tersebut hanya memastikan lingkaran setan ini terus berlanjut.

Kesimpulan

Perdamaian tidak bisa eksis tanpa keadilan. Sebuah perdamaian di masa depan tidak bisa ada tanpa mengenal sejarah dengan benar. Ironisnya hanya dua jenis orang akan mengabaikan hal diatas- “. Teroris Hamas” dan “Zionis yang Kejam”.

Mudah-mudahan sebagian besar dari kita dapat membangun sebuah jalan tengah yang cukup kuat untuk menetralkan kedua ekstrem dan akhirnya mendapatkan apa yang kita semua inginkan – perdamaian. (nan)

Posted in Mancanegara, PerspektifComments (0)

Page 2 of 712345...Last »

@WartaAhmadiyah

Tweets by @WartaAhmadiyah

http://www.youtube.com/user/AhmadiyahID

Kanal Youtube

 

Tautan Lain


alislam


 
alislam


 
alislam


 
alislam

Jadwal Sholat

shared on wplocker.com