Posted on 29 December 2014. Tags: agama, ahmadi, ahmadiyah, AMAN, Auckland, Desember 2014, HAM, islam, muslim, NU, Scoop Media, selandia baru, UK
DALAM rangka menjaga imej Selandia Baru yang bersih hijau, jamaah muslim Ahmadiyah di Selandia Baru menyelenggarakan program bersih-bersih pada hari Tahun Baru demi menjaga lingkungan yang indah dan bersih.
Penyelenggaraan bersih-bersih di Tahun Baru tersebut diprakarsai oleh organisasi pemuda jamaah muslim Ahmadiyah atau Majelis Khuddamul Ahmadiyah, bertempat di taman-taman yang dipilih di kota Auckland.
Tahun lalu, sekitar 25 relawan, turun ke taman di pusat Auckland dilengkapi dengan sarana kebersihan usai perayaan Tahun Baru.
Ini hanya langkah sederhana yang pasti sebagai warga negara bahwa kita semua bertanggung jawab untuk menjaga negara kita tetap bersih dan indah.
Presiden nasional Majelis Khuddamul Ahmadiyah Azeem Zafarullah mengatakan, “Jamaah Muslim Ahmadiyah menganggap, agama mengajarkan untuk mencintai negara kita dengan berkontribusi positif terhadap masyarakat.
“Ini tidak hanya akan memungkinkan bagi umat Islam untuk memenuhi kewajiban mereka sebagai warga negara, melainkan membantu untuk mempromosikan adanya apresiasi yang lebih besar dari ajaran Islam yang sebenarnya kepada segenap penduduk setempat.
“Kebersihan merupakan sebagian dari keimanan kita sebagaimana tercantum dalam berbagai sabda Nabi Muhammad saw. sang pendiri Islam, yang mengajarkan kepada kita bahwa raga dan jiwa memiliki hubungan yang mendalam, dan kondisi jiwa mempengaruhi tubuh sebagaimana kondisi tubuh mempengaruhi jiwa …
“Allah Taala adalah Maha Suci dan Maha Bersih. Karenanya, bagi orang yang ingin mendapatkan kedekatan-Nya, adalah penting untuk menjaga kebersihan hatinya dengan menjaga tubuh, pikiran, pakaian, serta lingkungan dengan bersih dan murni.
“Sehingga, kebersihan ini mempengaruhi hati serta jiwa dan ia bukanlah sumber masalah bagi kemanusiaan,” kata Zafarullah.
Jamaah Muslim Ahmadiyah adalah organisasi keagamaan Islam yang dinamis, gerakan kebangkitan Islam internasional yang berkembang pesat. Ia didirikan pada tahun 1889 oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908) di Punjab, India.
Jamaah Muslim Ahmadiyah mencakup lebih dari 204 negara dengan keanggotaan melebihi puluhan juta. Keberadaannya di Selandia Baru ini didirikan pada tahun 1987 dan memiliki lebih dari 400 anggota.
Jamah Muslim Ahmadiyah adalah organisasi kemanusiaan dan berusaha terdaftar sebagai komunitas yang aktif dan terintegrasi di dalam masyarakat Selandia Baru.
Scoop Media | R.A. Daeng Mattiro | Warta Ahmadiyah
Posted in Dakwah, Kemanusiaan, Mancanegara, Nasional, Rabthah
Posted on 13 March 2014. Tags: agama, ahmadi, ahmadiyah, australia, islam, kepulauan solomon, melanesia, muslim, selandia baru, solomon islands, UIN
“KELOMPOK Muslim di sana, termasuk kelompok Ahmadiyah dan kelompok lain. Komunitas Muslim Ahmadiyah di kepulauan ini terdaftar sebagai organisasi pada April 2003.”
DALAM beberapa tahun, Melanesia telah menyaksikan fenomena yang diabaikan masyarakat internasional, yaitu difusi Islam. Difusi Islam di pulau-pulau Pasifik telah memperoleh hasil yang sangat sukses. Read the full story
Posted in Uncategorized
Posted on 12 November 2013. Tags: ahmadi, ahmadiyah, damai, islam, khalifah, masroor ahmad, mirza masroor ahmad, muslim, new zealand, selandia baru
Press Release 9 Nopember 2013
Pemimpin Muslim Mengukir Pidato Bersejarah di Parlemen Selandia Baru
Selandia Baru: Pemimpin Islam Dunia Menyeru Perdamaian Dunia Read the full story
Posted in Mancanegara
Posted on 08 November 2013. Tags: agama, ahmadi, ahmadiyah, islam, khalifah, khalifah ahmadiyah, maori, masroor ahmad, mirza masroor ahmad, muslim, pakistan, selandia baru
KITAB Suci umat Islam, Alquran telah diterjemahkan ke dalam bahasa Maori oleh seorang ahli fisika berusia 81 tahun.
“Butuh waktu selama 6 atau 7 tahun untuk pelajari bahasa Maori,” penerjemah, Shakil Ahmad Monir mengungkapkan kemarin saat peresmian masjid baru Baitul Muqeet – Read the full story
Posted in Mancanegara
Posted on 07 November 2013. Tags: ahmadi, ahmadiyah, ahmadiyya, ahmadiyya times, ahmadiyyah, islam, jepang, khalifah, masroor ahmad, muslim, new zealand, selandia baru, tokyo
SANG Khalifah akan menyampaikan khotbah dan mengimami sholat jumat di Nagoya yang akan disiarkan langsung ke seluruh dunia.
Read the full story
Posted in Mancanegara
Posted on 04 November 2013. Tags: ahmadi, ahmadiyah, damai, islam, khalifah, maori, masroor ahmad, mirza masroor ahmad, muslim, pakistan, selandia baru
Presiden Jemaat Ahmadiyah Selandia Baru Muhammad Iqbal mengatakan, sungguh merupakan hal yang luar biasa pembangunan gedung telah selesai yang bertepatan dengan perayaan 25 tahun Jemaat Selandia Baru.
Peresmian gedung terbesar untuk masjid Selandia Baru akan disiarkan langsung kepada jutaan umat muslim seluruh dunia.
Pemimpian spiritual Jemaat Ahmadiyah seluruh dunia, Hazrat Mirza Masroor Ahmad akan memimpin shalat Jum’at setelah meresmikan pembukaan gedung baru Wiri.
“Dari manapun pemimpin besar (khalifah) menyampaikan khutbah Jum’at, akan disiarkan diseluruh dunia.” Muballigh Selandia Baru Mr. Rehman menyampaikan.
“Kami merasa bersyukur atas kebebasan yang ada disini. Di Pakistan, orang-orang disana menyatakan kami bukan Muslim. Kami tidak memiliki hak untuk menggunakan istilah-istilah Islam. Ratusan telah mati syahid.”
Ahmadiyah mengembalikan ajaran keyakinan dasar umat Muslim,” ungkapnya.
“Islam itu artinya damai. Kami berupaya untuk menghilangkan kesalahpahaman. Banyak sekali hal-hal klise yang negative. Kami dengan tegas mengutuk tindakan terorisme dalam bentuk apapun.”
Presiden Jemaat Ahmadiyah Selandia Baru Muhammad Iqbal mengatakan, sungguh merupakan hal yang luar biasa pembangunan gedung telah selesai yang bertepatan dengan perayaan 25 tahun Jemaat Selandia Baru.
“Ini merupakan rumah peribadatan yang tepat buat kami – masjid yang tepat.” Ungkapnya.
“Pembangunan ini telah dibangun sendiri oleh anggota Jemaat yang ada di Selandia Baru. Kami memiliki beberapa penggalang dana, tapi para anggota Jemaat sendiri ingin secara bersama-sama membiayainya dari kantong mereka sendiri.”
Masjid tersebut bisa menampung hingga 500 orang dan digunakan terutama untuk shalat, akan tetapi bisa juga untuk kegiatan yang lain.
Mr. Iqbal mengatakan lokasi masjidnya merupakan lokasi yang bagus bagi anggota Jemaat, ada dari anggota yang datang sejauh Whangarei and Hamilton.
Peristiwa penting juga terjadi hari ini yaitu peluncuran Kur’anu Tapu – Kitab Suci umat Muslim, Al Qur’an – yang diterjemahkan kedalam bahasa Maori.
“Penerjemahan ini membutuhkan waktu 25 tahun sampai selesai,” ungkap Mr Iqbal.
Sebagian versi terjemahanya telah diluncurkan ditahun 2010.
Sumber : Auckland Now
Posted in Mancanegara
Posted on 30 October 2013. Tags: ahmadi, ahmadiyah, damai, khalifah, maori, masroor ahmad, mirza masroor ahmad, muslim, selandia baru
Pemandangan yang tak terlupakan ketika Hazrat Mirza Masroor Ahmad diberikan sambutan dengan tarian tradisional khas suku Maori.

Tanggal 29 Oktober 2013, pemimpin Jemaat Muslim Ahmadiyah dan khalifah kelima, Hazrat Mirza Masroor Ahmad disambut oleh Raja Tuheitia di Turangwaewae Marae, Selandia Baru dan diberikan sambutan tarian tradisional masyarakat suku Maori.

Setibanya pukul 10.30 pagi waktu setempat, tiga orang suku Maori menyambut Huzur dengan menampilkan tarian ksatria ala suku Maori.
Mereka mulai menampilkannya dari kejauhan dan maju selangkah demi selangkah ke arah Huzur, sambil melantunkan suara-suara khas suku Maori, sedangkan wanitanya berada disamping.
Begitu Huzur melangkah mendekati Marae, puluhan anak-anak Maori dan para tokoh sesepuh juga turut serta dalam acara penyambutan dengan melantunkan nyanyian berbahasa Maori.

Dalam acara resminya, sejumlah tokoh sesepuh Maori memberikan sambutannya melalui pida-pidato singkat. Mereka menyebut Huzur sebagai “Seorang pemimpin yang kuat dan inspirasional yang menyuarakan perdamaian..”
Yang menjadi hal utama dari acara penyambutan ini adalah Huzur menyerahkan sebuah kitab suci Al Qur’an kepada Raja Tuheitia, yang telah di terjemahkan ke dalam bahasa Maori oleh Mr Shaqeel Ahmad Munir.

DDalam acara penyambutan, Huzur menyampikan pidatonya kepada para tokoh sesepuh suku Maori dan menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan kepadanya dengan tarian tradisi Maori.

Dalam pemaparannya tentang Al Qur’an, Huzur manyampaikan:
“Al Qur’an mengajarkan orang-orang tentang bagaimana hidup berdampingan dalam kedamaian dan pastinya di zaman ini kita perlu menyebarkan rasa cinta kasih, perdamaian dan rekonsiliasi secara luas – itulah pesan dari Al Qur’an…”

Huzur mengakhiri pidato sambutannya dengan menyampaikan harapannya bahwa persahabatan yang salam memberikan manfaat yang telah terbangun antara Jemaat Muslim Ahmadiyah dengan masyarakat suku Maori ini akan tetap berlangsung selamanya.

Diterjemahkan Oleh : Akhmad Riyanto
Posted in Mancanegara, Rabthah
Posted on 29 October 2013. Tags: agama, ahmadi, ahmadiyah, islam, khalifah, khalifah ahmadiyah, maori, masroor ahmad, mirza masroor ahmad, muslim, new zealand, pakistan, selandia baru
Pemimpin spiritual komunitas Muslim seluruh dunia yang anggotanya dianiaya di beberapa negara Islam disambut di Turangawaewae marae di Ngaruawahia pada hari Selasa
Beliau adalah Khalifah komunitas Muslim Ahmadiyah, Yang Mulia Mirza Masroor Mulia Ahmad.
Komunitas Muslim Ahmadiyah didirikan pada tahun 1889 dan memiliki jutaan pengikut di seluruh dunia dan sekitar 400 di Selandia Baru.
Khalifah kelima berada di Selandia Baru untuk membuka masjid pertama komunitas tersebut di negeri ini di Auckland pada hari Jumat.
Yang Mulia mempersembahlkan Al-Qur’an pertama yang diterjemahkan ke dalam bahasa Te Reo Maori kepada Raja Maori, Tuheitia. Proses penterjemahan ini memakan waktu 25 tahun
Khalifah Ahmadiyah V Mirza Masror Ahmad Disambut di Turangwaewae Marae
Komunitas Ahmadiyah tidak diakui oleh Islam mainstream karena pengakuan terhadap semua nabi.
Muslim Ahmadi dianiaya di berbagai negara seperti Pakistan dan diakui sebagai komunitas agama teraniaya oleh PBB
Sumber : Radio New Zealand News
Posted in Mancanegara
Posted on 08 October 2013. Tags: ahmadi, ahmadiyah, australia, Indonesia, jepang, khalifah ahmadiyah, masroor ahmad, mirza masroor ahmad, pakistan, selandia baru
PEMIMPIN komunitas Ahmadiyah, Mirza Masroor Ahmad, berkunjung ke Australia dan berharap untuk menyoroti penindasan terhadap para pengikutnya di Pakistan.
Pemimpin global komunitas Ahmadiyah itu berharap, kunjungannya ke Australia akan membantu menyoroti penindasan terhadap para pengikutnya di negaranya, Pakistan.
Mirza Masroor Ahmad, yang hidup dalam pengasingan di London, sedang berkunjung ke Australia dan kemudian akan ke Selandia Baru dan Jepang.
Mirza Masroor Ahmad, yang oleh para pengikutnya dikenal sebagai Kalif Ahmadiyah, mengatakan kepada ABC, penderitaan kaum Ahmadiyah di Pakistan harus dihentikan.
Aliran Ahmadiyah hanya mempunyai sekitar 5000 pengikut di Australia, tapi menyatakan mempunyai puluhan juta anggota di seluruh dunia.
Mirza Masroor Ahmad mengatakan, ia ingin menggunakan kunjungannya untuk memperingatkan bahwa konflik di Suriah dapat menjadi tak terkendalikan, jika negara-negara besar tidak turun tangan.
Ia mengatakan, komunitas internasional dapat bekerja bersama untuk mencegah ekstrimisme di Suriah dan tempat-tempat lain.
Menurutnya, kekerasan massa yang didorong para ulama juga terus terjadi terhadap pengikut Ahmadiyah di Indonesia.
Sumber: ABC Radio Australia; 8 October 2013, 13:16 AEST.
Gambar: Mirza Masroor Ahmad, pemimpin global komunitas Ahmadiyah, hidup dalam pengasingan di London. (Credit: AFP)
Posted in Mancanegara